Bencana Hidrometeorologi Masih Hantui Beberapa Wilayah di Indonesia
Berdasarkan data dari BMKG, cuaca di Indonesia umumnya masih didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu kewaspadaan adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Titik tanah longsor di Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (27/4/2026). Foto: ist/BPBD Kabupaten Lombok Barat
trustjabar.com – Bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor, banjir, dan angin kencang masih mendominasi rentetan bencana di beberapa wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata beberapa rangkaian peristiwa dan pemutakhiran penanganan bencana di wilayah Indonesia periode Selasa hingga Rabu (28-29 April 2026) pukul 7.00 WIB.
Baca Juga : Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang
Dalam keterangan resminya, Kepala Pusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari merilis beberapa kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia. Dari hasil pendataan, kejadian bencana tanah longsor, banjir dan angin kencang menjadi atensi bersama pemerintah daerah.
Adapun peristiwa yang pertama ialah banjir di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (28/4/2026). Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat selama 2-5 jam, menyebabkan banjir. Lokasi terdampak yakni Kelurahan Lewoleba Utara, Timur dan Tengah di Kecamatan Nubatukan, serta Kelurahan Selandoro, Kecamatan Lebatukan.
“Sebanyak 141 KK (kepala keluarga) serta 141 unit rumah terdampak. Banjir juga menyebabkan pagar pengaman Kantor Bupati sepanjang 100 meter roboh. BPBD Kabupaten Lembata telah melakukan kaji cepat. BPBD setempat juga berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan penanganan,” ungkap Muhari, Rabu (29/4/2026).
Pemerintah setempat, lanjut ia, sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat dengan Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur sejak Desember 2025 hingga 8 Juni 2026. Kondisi terkini, pada Rabu (29/4/2026), banjir masih belum sepenuhnya surut dan masih dilakukan pendataan.
Bencana Hidrometeorologi Berupa Longsor Terjang Lombok Barat
Bencana hidrometeorologi pun terjadi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada Senin (27/4/2026) pukul 15.00 WITA, telah memicu longsor di Kabupaten Lombok Barat. Wilayah terdampak yakni Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.
Di samping itu, curah hujan yang tinggi juga menyebabkan kondisi tanah di beberapa titik menjadi labil. Akibatnya, fenomena tanah longsor terjadi di Dusun Balekuwu, Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari pukul 17.15 WITA.
Tercatat lima keluarga KK terdampak mengungsi ke tempat kerabat. Kerugian material di antaranya lima rumah dan satu akses jalan terdampak akibat peristiwa ini. BPBD NTB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat untuk melakukan koordinasi dengan aparat terkait. Hal itu untuk melakukan pelaporan dan penyebaran informasi, serta kaji cepat.
Hingga Selasa (28/4/2026), kondisi cuaca berangsur membaik, namun tanah di sekitar lokasi masih dalam kondisi labil. Sebagian material longsor belum bisa dibersihkan dan akses masih jalan terganggu. Warga terdampak masih mengungsi di rumah kerabat. Situasi secara umum dalam keadaan aman dan terkendali, namun BPBD setempat tetap memberikan peringatan terhadap adanya potensi longsor susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Cuaca Ekstrem Sergap Sumatra Utara
Peristiwa selanjutnya terjadi di Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatra Utara. Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan berintensitas tinggi dengan angin kencang pada Senin (27/4/2026) pukul 14.00 WIB.
Peristiwa ini mengakibatkan 19 rumah penduduk di Desa Bintang Mersada, Kecamatan Sidikalang mengalami kerusakan pada struktur atap rumah. BPBD Kabupaten Dairi melakukan verifikasi lapangan, berkoordinasi dengan perangkat Desa Bintang Mersada untuk melakukan penanganan.
Baca Juga : Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi
Penanganan dilakukan secara terpadu setelah pemerintah setempat menetapkan status transisi darurat ke pemulihan melalui Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 188.44/234/KPTS/2026. Kepgub tersebut tentang Penetapan Status Transisi Darurat Ke Pemulihan Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Gempa Bumi di Sumatera Utara selama 3 (tiga) bulan. Keputusan itu berlaku sejak 1 April 2026 hingga 30 Juni 2026.
Kondisi terkini pada Selasa (28/4/2026), beberapa rumah yang terdampak sudah dilakukan penanganan oleh pemilik rumah.
“Berdasarkan data dari BMKG, cuaca di Indonesia umumnya masih didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu kewaspadaan adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah Indonesia memitigasi dampak bencana hidrometeorologi,” ucap Muhari.
Beberapa daerah dengan intensitas hujan sedang hingga lebat ini terjadi di antaranya di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau. Kemudian di Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.
Selain itu daerah lainnya yang perlu peningkatan kewaspadaan cuaca ekstrem yakni di Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah. Kemudian di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
“BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang,” tutur Muhari. (cep/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Bencana Hidrometeorologi Masih Hantui Beberapa Wilayah di Indonesia
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.