Rabu, 29 April 2026
Breaking News
Pengembangan Pariwisata di Jawa Barat Wajib Terapkan Prinsip Keberlanjutan Bencana Hidrometeorologi Masih Hantui Beberapa Wilayah di Indonesia Pemprov Jawa Barat Kembali Raih Penghargaan Kemendagri di Hari Otonomi Daerah Ribuan Pelari Ramaikan Tring! Golden Run 2026 Senayan Pemprov Jawa Barat Klaim Sektor Industri Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi Tebar Semangat Hari Kartini, Srikandi PLN dan Istri Karyawan Salurkan Bantuan untuk Yatim Dhuafa di Ciparay Fakta Unik Buah Currant, Si Mungil yang Memiliki Nutrisi Luar Biasa Produsen Sepatu Nike Kembali PHK 1400 Karyawan Kembali Gulirkan Subsidi 6 Juta Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 30 Triliun Jumat Malam, Gunung Semeru Kembali Erupsi Semburkan Awan Panas 4,5 KM dari Puncak Pengembangan Pariwisata di Jawa Barat Wajib Terapkan Prinsip Keberlanjutan Bencana Hidrometeorologi Masih Hantui Beberapa Wilayah di Indonesia Pemprov Jawa Barat Kembali Raih Penghargaan Kemendagri di Hari Otonomi Daerah Ribuan Pelari Ramaikan Tring! Golden Run 2026 Senayan Pemprov Jawa Barat Klaim Sektor Industri Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi Tebar Semangat Hari Kartini, Srikandi PLN dan Istri Karyawan Salurkan Bantuan untuk Yatim Dhuafa di Ciparay Fakta Unik Buah Currant, Si Mungil yang Memiliki Nutrisi Luar Biasa Produsen Sepatu Nike Kembali PHK 1400 Karyawan Kembali Gulirkan Subsidi 6 Juta Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 30 Triliun Jumat Malam, Gunung Semeru Kembali Erupsi Semburkan Awan Panas 4,5 KM dari Puncak
Nasional
Penulis: Cep 29 Apr 2026

Bencana Hidrometeorologi Masih Hantui Beberapa Wilayah di Indonesia

Berdasarkan data dari BMKG, cuaca di Indonesia umumnya masih didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu kewaspadaan adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah Indonesia.

Titik tanah longsor di Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (27/4/2026). Foto: ist/BPBD Kabupaten Lombok Barat

Titik tanah longsor di Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (27/4/2026). Foto: ist/BPBD Kabupaten Lombok Barat

trustjabar.comBencana hidrometeorologi berupa tanah longsor, banjir, dan angin kencang masih mendominasi rentetan bencana di beberapa wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata beberapa rangkaian peristiwa dan pemutakhiran penanganan bencana di wilayah Indonesia periode Selasa hingga Rabu (28-29 April 2026) pukul 7.00 WIB.

Baca Juga : Kabupaten Bandung Langganan Bencana Hidrometeorologi Gubernur dan Pengamat Soroti Tata Ruang

Dalam keterangan resminya, Kepala Pusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari merilis beberapa kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia. Dari hasil pendataan, kejadian bencana tanah longsor, banjir dan angin kencang menjadi atensi bersama pemerintah daerah.

Adapun peristiwa yang pertama ialah banjir di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (28/4/2026). Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat selama 2-5 jam, menyebabkan banjir. Lokasi terdampak yakni Kelurahan Lewoleba Utara, Timur dan Tengah di Kecamatan Nubatukan, serta Kelurahan Selandoro, Kecamatan Lebatukan.

“Sebanyak 141 KK (kepala keluarga) serta 141 unit rumah terdampak. Banjir juga menyebabkan pagar pengaman Kantor Bupati sepanjang 100 meter roboh. BPBD Kabupaten Lembata telah melakukan kaji cepat. BPBD setempat juga berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan penanganan,” ungkap Muhari, Rabu (29/4/2026).

Pemerintah setempat, lanjut ia, sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat dengan Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur sejak Desember 2025 hingga 8 Juni 2026. Kondisi terkini, pada Rabu (29/4/2026), banjir masih belum sepenuhnya surut dan masih dilakukan pendataan.

Bencana Hidrometeorologi Berupa Longsor Terjang Lombok Barat

Bencana hidrometeorologi pun terjadi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada Senin (27/4/2026) pukul 15.00 WITA, telah memicu longsor di Kabupaten Lombok Barat. Wilayah terdampak yakni Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

Baca Juga : Implementasikan Falsafah Sunda Leuweung Hejo Rahayat Ngejo, Mantan Bupati Bandung Bagikan Ratusan Bibit Pohon Produktif

Di samping itu, curah hujan yang tinggi juga menyebabkan kondisi tanah di beberapa titik menjadi labil. Akibatnya, fenomena tanah longsor terjadi di Dusun Balekuwu, Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari pukul 17.15 WITA.

Tercatat lima keluarga KK terdampak mengungsi ke tempat kerabat. Kerugian material di antaranya lima rumah dan satu akses jalan terdampak akibat peristiwa ini. BPBD NTB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat untuk  melakukan koordinasi dengan aparat terkait. Hal itu untuk melakukan pelaporan dan penyebaran informasi, serta kaji cepat.

Hingga Selasa (28/4/2026), kondisi cuaca berangsur membaik, namun tanah di sekitar lokasi masih dalam kondisi labil. Sebagian material longsor belum bisa dibersihkan dan akses masih jalan terganggu. Warga terdampak masih mengungsi di rumah kerabat. Situasi secara umum dalam keadaan aman dan terkendali, namun BPBD setempat tetap memberikan peringatan terhadap adanya potensi longsor susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Cuaca Ekstrem Sergap Sumatra Utara

Peristiwa selanjutnya terjadi di Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatra Utara. Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan berintensitas tinggi dengan angin kencang pada Senin (27/4/2026) pukul 14.00 WIB.

Peristiwa ini mengakibatkan 19 rumah penduduk di Desa Bintang Mersada, Kecamatan  Sidikalang mengalami kerusakan pada struktur atap rumah. BPBD Kabupaten Dairi melakukan verifikasi lapangan, berkoordinasi dengan perangkat Desa Bintang Mersada untuk melakukan penanganan.

Baca Juga : Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem di Indonesia, BNPB Imbau Warga Lakukan Evakuasi

Penanganan dilakukan secara terpadu setelah pemerintah setempat menetapkan status transisi darurat ke pemulihan melalui Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 188.44/234/KPTS/2026. Kepgub tersebut tentang Penetapan Status Transisi Darurat Ke Pemulihan Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Gempa Bumi di Sumatera Utara selama 3 (tiga) bulan. Keputusan itu berlaku sejak 1 April 2026 hingga 30 Juni 2026.

Kondisi terkini pada Selasa (28/4/2026), beberapa rumah yang terdampak sudah dilakukan penanganan oleh pemilik rumah.

“Berdasarkan data dari BMKG, cuaca di Indonesia umumnya masih didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu kewaspadaan adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah Indonesia memitigasi dampak bencana hidrometeorologi,” ucap Muhari.

Beberapa daerah dengan intensitas hujan sedang hingga lebat ini terjadi di antaranya di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau. Kemudian di Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.

Selain itu daerah lainnya yang perlu peningkatan kewaspadaan cuaca ekstrem yakni di Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah. Kemudian di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

“BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang,” tutur Muhari. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Bencana Hidrometeorologi Masih Hantui Beberapa Wilayah di Indonesia

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.