Pemprov Jawa Barat Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang Dampak El Nino Ekstrem
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan langkah antisipasi ancaman kemarau panjang dampak El Nino harus sudah dilakukan secepatnya tanpa menunggu bencana muncul terlebih dulu.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuktak saat menggelar rapat koordinasi di Mabes TNI AD mengantisipasi ancaman kemarau panjang dampak El Nino. Foto: Diskominfo Pemprov Jabar/
trustjabar.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama stakeholder terkait bersiap menghadapi potensi dampak ancaman bencana El Nino ekstrem. Antisipasi potensi ancaman bencana tersebut lantaran Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang akan mengalami kemarau panjang. Diperkirakan fenomena alam tersebut terjadi pada Agustus dan September 2026.
Baca Juga : Mengupas El Nino Godzilla yang Bakal Melanda Wilayah Indonesia
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bahkan menggelar rapat koordinasi dengan beberapa stakeholder tersebut. Di antaranya dengan TNI AD dan BMKG. Dalam rapat koordinasi tersebut hadir pula sejumlah kepala daerah secara langsung dan Dandim di wilayah Jawa Barat melalui video conference pada Kamis (4/6/2026).
“Kita harus antisipasi dampak kemarau panjang ini, kekeringan bahkan kebakaran. Informasi dari BMKG, puncak kemarau di Jabar akan terjadi Agustus dan September. Saya meminta masukan dan informasi dari bupati walikota, memetakan penanganan masalah,” ujar gubernur.
Ia menegaskan, langkah antisipasi ancaman El Nino harus sudah dilakukan secepatnya tanpa menunggu bencana muncul terlebih dulu. Oleh karena itu, ia mengajak TNI dan juga masyarakat lainnya yang peduli untuk bersama-sama mengantisipasi kemarau panjang dan permasalahan sampah.
Langkah yang harus dilakukan secepatnya yaitu mendata wilayah yang selalu kesulitan air saat kemarau agar kebutuhan harian dan pertanian terpenuhi.
“Siapkan mobilisasi air dari sumber air menggunakan mobil tangki. Ini perlu dukungan dan kerjasama dengan TNI dan pengusaha air kemasan. Percepat pembangunan jaringan air bersih dan siapkan toren penampung air di setiap desa langganan kekeringan, harus sudah dimulai agar tidak ada rebutan air,” ucapnya.
Hadapi Ancaman Kemarau Dampak El Nino, KASAD Membangun 500 Titik Distribusi Air Bersih
KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengaku terkesan dengan gerak cepat Gubernur Jawa Barat yang sudah melihat potensi masalah besar bakal terjadi karena permasalahan sampah dan kemarau panjang.
“Gubernur yang paling serius melakukan mitigasi masalah sampah dan ancaman kemarau. Kami laporkan jika TNI sudah membangun sedikitnya 500 titik distribusi air bersih. Namun memang belum terdata dengan baik, kami akan segera lakukan pendataan untuk antisipasi kemarau khususnya di Jawa Barat,” ujarnya.
Baca Juga : Ancaman Badai El Nino, Pemerintah di Seluruh Asia Tenggara Berpacu Amankan Pasokan Pangan
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani membenarkan kemarau panjang akibat El Nino yang bakal terjadi di Jawa Barat. Bahkan musim kemarau sudah mulai terjadi di wilayah pesisir pantai utara Jabar.
"Tahun ini kemarau datang lebih cepat, lebih panjang dan lebih kering karena fenomena El Nino. Bulan Juni ini di Pantura sudah terasa, dan bulan Juli hingga Oktober akan merata di Jawa Barat. Puncaknya di bulan Agustus dan September,” tuturnya.
Menurutnya secara umum musim kemarau di Jawa Barat akan berlangsung 3 sampai 7 bulan, sehingga tentunya diperlukan antisipasi kemungkinan bencana kekeringan. (cep/trustjabar/R1)













Komentar
0 komentar untuk Pemprov Jawa Barat Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang Dampak El Nino Ekstrem
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.