Minggu, 31 Mei 2026
Breaking News
Lebih dari Sekadar Pemanis Wajah, Mengungkap Fakta Unik dan Keajaiban Sensorik di Balik Kumis Kucing Pemkab Bandung Sudah Punya Perda Pesantren Namun Masih Gamang, Bupati Beberkan Alasannya Vintage Market Vol 5 Sajikan Barang Langka Bernilai Tinggi Pegadaian Jabar Salurkan 355 Paket Daging Kurban untuk Warga Bupati Bandung Anggap Penanganan Sedimentasi Dukung Efektivitas Pengendalian Banjir Sungai Citarum Gubernur Jawa Barat ‘Ngamumule’ Seni dan Budaya, Bupati Bandung Klaim Lakukan Hal Serupa Peringatan Bagi Kepala Sekolah di Jawa Barat, Gubernur Bakal Copot Jabatan Jika Lakukan Ini! FK3I Anggap Rencana Pembangunan PLTP Gunung Gede Pangrango Berpotensi Rusak Keanekaragaman Hayati Raih Prestasi Gemilang, Akankah Rencana Pembangunan Museum Persib Bandung Terwujud? Wilayah di Kabupaten Bandung Ini Peroleh Pengecualian Kuota SPMB 2026 Lebih dari Sekadar Pemanis Wajah, Mengungkap Fakta Unik dan Keajaiban Sensorik di Balik Kumis Kucing Pemkab Bandung Sudah Punya Perda Pesantren Namun Masih Gamang, Bupati Beberkan Alasannya Vintage Market Vol 5 Sajikan Barang Langka Bernilai Tinggi Pegadaian Jabar Salurkan 355 Paket Daging Kurban untuk Warga Bupati Bandung Anggap Penanganan Sedimentasi Dukung Efektivitas Pengendalian Banjir Sungai Citarum Gubernur Jawa Barat ‘Ngamumule’ Seni dan Budaya, Bupati Bandung Klaim Lakukan Hal Serupa Peringatan Bagi Kepala Sekolah di Jawa Barat, Gubernur Bakal Copot Jabatan Jika Lakukan Ini! FK3I Anggap Rencana Pembangunan PLTP Gunung Gede Pangrango Berpotensi Rusak Keanekaragaman Hayati Raih Prestasi Gemilang, Akankah Rencana Pembangunan Museum Persib Bandung Terwujud? Wilayah di Kabupaten Bandung Ini Peroleh Pengecualian Kuota SPMB 2026
TrustJabar
Serba Serbi
Penulis: Denny31 Mei 2026

Lebih dari Sekadar Pemanis Wajah, Mengungkap Fakta Unik dan Keajaiban Sensorik di Balik Kumis Kucing

Para ahli veteriner menegaskan bahwa kumis terhubung langsung ke area khusus di otak kucing yang disebut korteks somatosensorik.

Lebih dari sekadar pemanis wajah, mengungkap fakta unik dan keajaiban sensorik di balik kumis kucing. Foto: ist/net

Lebih dari sekadar pemanis wajah, mengungkap fakta unik dan keajaiban sensorik di balik kumis kucing. Foto: ist/net

trustjabar.com - Bagi banyak pemilik hewan peliharaan, kumis kucing mungkin tampak seperti helai rambut panjang biasa yang menambah kesan estetis pada wajah kucing. Namun, bagi dunia sains dan kedokteran hewan, kumis atau secara medis disebut vibrissae adalah perangkat teknologi sensorik tercanggih yang dimiliki oleh seekor mamalia.

Baca Juga : Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan

Melansir berbagai sumber,berikut ini adalah uraian lengkap dan terperinci mengenai fungsi vital kumis kucing.  Sebagaimana dipahami para ahli perilaku hewan dan dokter hewan di seluruh dunia.

Menurut para pakar perilaku hewan, perbedaan mendasar antara bulu biasa dan kumis terletak pada struktur akarnya. Kumis kucing tertanam tiga kali lebih dalam di bawah kulit dibandingkan bulu lainnya.

Setiap pangkal kumis dikelilingi oleh kompleks folikel-sinus, sebuah struktur yang sangat kaya akan suplai darah dan jaringan saraf. Para ahli veteriner menegaskan bahwa vibrissae terhubung langsung ke area khusus di otak kucing yang disebut korteks somatosensorik. Artinya, setiap sentuhan kecil yang mengenai kumis akan diterjemahkan oleh otak sebagai informasi spasial yang detail, hampir menyerupai cara manusia menggunakan ujung jari untuk merasakan tekstur.

Kemampuan utama kumis kucing adalah sebagai radar navigasi. Kucing memiliki titik buta (blind spot) untuk objek yang berada dalam jarak kurang dari 30 sentimeter dari hidung mereka.

Dalam situasi ini, kucing tidak mengandalkan penglihatan, melainkan kumisnya. Menurut para ahli, kumis kucing sangat sensitif terhadap perubahan arus udara. Bahkan jika ada objek yang tidak bergerak atau tidak tersentuh, kumis ini dapat mendeteksi perubahan aliran udara di sekitar objek tersebut. Ini memungkinkan kucing memetakan keberadaan furnitur atau dinding di tengah kegelapan total.

Selain itu, fakta unik kumis ini membantu kucing memperkirakan apakah tubuh mereka dapat melewati suatu celah dengan aman. Jika kumis menyentuh sisi kanan dan kiri lubang, kucing akan segera mengetahui bahwa celah tersebut terlalu sempit untuk dilewati, sehingga mencegah risiko terjepit.

Fakta Unik Kumis Kucing, Jadi Papan Pengumuman Emosional

Para etolog atau ahli perilaku hewan menekankan, kumis pada kucing juga berfungsi sebagai indikator bahasa tubuh yang sangat jujur. Dengan memantau posisi kumis, pemilik kucing dapat membaca suasana hati hewan kesayangannya.

Jika kumis menjuntai santai ke arah samping, menandakan kucing sedang tenang atau mengantuk. Akan tetapi saat kumis diarahkan ke depan, artinya kucing sedang fokus, penasaran, atau sedang mengejar mangsa atau mainan.

Baca Juga : Mengungkap Fakta Unik Akar Pohon, Bukan Sekadar Penopang Tumbuhan

Berbeda halnya jika kucing menarik kumisnya ke belakang dan menempel rapat pada pipi. Ini adalah sinyal peringatan bahwa kucing merasa terancam, ketakutan, atau bersiap untuk bertarung.

Para ahli kedokteran hewan juga sangat menentang praktik memotong atau merapikan kumis kucing. Meskipun kucing tidak akan merasakan sakit fisik saat kumisnya digunting, namun tindakan ini akan menimbulkan kekacauan sensorik yang parah pada kucing.

Tanpa vibrissae, kucing akan mengalami disorientasi hebat. Mereka tidak bisa lagi menavigasi lingkungan dengan akurasi tinggi, mudah menabrak benda, dan mengalami kecemasan yang ekstrem karena indra keenam mereka telah dilumpuhkan. Dalam dunia kucing, kehilangan kumis sama traumatisnya dengan manusia yang tiba-tiba kehilangan indra peraba pada ujung jari mereka.

Dengan memahami betapa kompleks dan vitalnya fungsi kumis pada kucing, kita dapat lebih menghargai setiap perilaku kucing. (Denny/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Lebih dari Sekadar Pemanis Wajah, Mengungkap Fakta Unik dan Keajaiban Sensorik di Balik Kumis Kucing

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.