Rabu, 10 Juni 2026
Breaking News
LLDIKTI IV Resmi Cabut Sanksi Administratif Stikom Bandung Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Siapkan Posko Pengaduan SPMB Pegadaian Timor Leste Tumbuh Pesat, Kanwil Jabar Siap Perkuat Dukungan Operasional Pemprov Jawa Barat Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang Dampak El Nino Ekstrem Pemkab Bandung Menjamin Pelaksanaan SPMB 2026 Terhindar Praktik Pungli Wajib Tahu, Berikut Ini Tahapan Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026 di Kabupaten Bandung Tesla Kembali Rebut Posisi Puncak Kendaraan Listrik Global, Pangsa Pasar BYD Menukik Lebih dari Sekadar Pemanis Wajah, Mengungkap Fakta Unik dan Keajaiban Sensorik di Balik Kumis Kucing Pemkab Bandung Sudah Punya Perda Pesantren Namun Masih Gamang, Bupati Beberkan Alasannya Vintage Market Vol 5 Sajikan Barang Langka Bernilai Tinggi LLDIKTI IV Resmi Cabut Sanksi Administratif Stikom Bandung Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Siapkan Posko Pengaduan SPMB Pegadaian Timor Leste Tumbuh Pesat, Kanwil Jabar Siap Perkuat Dukungan Operasional Pemprov Jawa Barat Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang Dampak El Nino Ekstrem Pemkab Bandung Menjamin Pelaksanaan SPMB 2026 Terhindar Praktik Pungli Wajib Tahu, Berikut Ini Tahapan Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026 di Kabupaten Bandung Tesla Kembali Rebut Posisi Puncak Kendaraan Listrik Global, Pangsa Pasar BYD Menukik Lebih dari Sekadar Pemanis Wajah, Mengungkap Fakta Unik dan Keajaiban Sensorik di Balik Kumis Kucing Pemkab Bandung Sudah Punya Perda Pesantren Namun Masih Gamang, Bupati Beberkan Alasannya Vintage Market Vol 5 Sajikan Barang Langka Bernilai Tinggi
TrustJabar
Ekonomi Internasional
Penulis: Cep25 Apr 2026

Produsen Sepatu Nike Kembali PHK 1400 Karyawan

Langkah agresif ini terjadi di tengah penurunan penjualan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Pendapatan Nike pada tahun fiskal 2025 turun 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Produsen sepatu Nike yang berpusat di Oregon, Amerika Serikat, kembali melakukan PHK kepada 1.400 karyawannya. Foto: ist/net

Produsen sepatu Nike yang berpusat di Oregon, Amerika Serikat, kembali melakukan PHK kepada 1.400 karyawannya. Foto: ist/net

trustjabar.com – Setelah pada Januari 2026 melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 775 karyawan pusat distribusi, Nike kembali melakukan perampingan karyawan. Pada Kamis (23/4/2026), produsen sepatu asal Oregon di Amerika Serikat ini, mem-PHK sebanyak 1.400 karyawannya di divisi operasional globalnya. Departemen teknologi, menjadi salah satu divisi yang terdampak paling besar akibat restrukturisasi ini.

Baca Juga : Konflik di Timur Tengah Picu Krisis Energi Terburuk, WFP PBB Waspadai Kelaparan Akut

Langkah ini menjadi putaran PHK besar-besaran Nike kepada karyawannya selama 2026. Kepada media setempat, Chief Operating Officer Nike, Venkatesh Alagirisamy menjelaskan alasan PHK tersebut. Alagirisamy mengatakan,  PHK ini merupakan bagian dari rencana transformasi bisnis bertajuk "Win Now" yang sedang memasuki tahap akhir.

“Secara kolektif, perubahan ini akan mengakibatkan pengurangan sekitar 1.400 posisi dalam operasi global, dengan sebagian besar di bidang teknologi,” ucap Alagirisamy.

Pengurangan ini, kata Aligirisamy, sangat berat bagi rekan kerja yang terkena dampak langsung dan juga bagi tim di sekitarnya.

Menurut media setempat, PHK di Nike ini memengaruhi karyawan di Amerika Utara, Eropa, dan Asia.  Namun, jumlahnya mewakili kurang dari 2 persen dari total tenaga kerja global Nike.

Juru bicara Nike menyatakan pemangkasan ini bertujuan menyelaraskan organisasi dengan dinamika industri olahraga saat ini. Selain itu, juga untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan.

Gelombang PHK Karyawan Nike Sejak 2024

Selain merampingkan tim teknologi, Nike juga berencana memusatkan operasional teknologinya di dua pusat utama. Yakni di kantor pusat Beaverton, Oregon, dan Nike India Technology Center di Bengaluru, India.

Baca Juga : Netflix Ungkap Alasan Mundur Akuisisi Warner Bros Discovery

Perusahaan juga akan memodernisasi manufaktur sepatu Air dan memindahkan sebagian operasi Converse Footwear. Serta mengintegrasikan rantai pasokan material dengan divisi sepatu dan pakaiannya. “Perubahan-perubahan ini agar perusahaan menjadi lebih sederhana dan lebih responsif,” kata Alagirisamy.

Langkah agresif ini terjadi di tengah penurunan penjualan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Pendapatan Nike pada tahun fiskal 2025 turun 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejak 2024, Nike telah melakukan beberapa gelombang PHK, termasuk pemangkasan lebih dari 1.600 karyawan pada Februari 2024. Kemudian pengurangan staf korporat pada Agustus tahun yang sama di bawah kepemimpinan CEO Elliott Hill. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Produsen Sepatu Nike Kembali PHK 1400 Karyawan

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.