Rabu, 13 Mei 2026
Breaking News
DLH Catat Degradasi Lahan di Kabupaten Bandung Mencapai 37,7 Ribu Hektare Hardiknas 2026, Pegadaian Jabar Beri Beasiswa “Gold Generation” untuk 10 Siswa SMK Bina Warga Lindungi UMKM, Kemendag Revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 13 Tahun 2026 Percepat Pembangunan JDU, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung Targetkan 1000 SR Baru Air Bersih di Dua Desa Raperda BMD Gagal Masuk Agenda Paripurna, Bamus DPRD Kabupaten Bandung Buka Suara Raperda BMD Tersandera di Meja Bamus DPRD Kabupaten Bandung, Gagal Diparipurnakan? Ditanya Proses Penanganan Dugaan Kasus Korupsi PT BDS, Kepala Kejari Kabupaten Bandung Irit Bicara Pengembangan Pariwisata di Jawa Barat Wajib Terapkan Prinsip Keberlanjutan Bencana Hidrometeorologi Masih Hantui Beberapa Wilayah di Indonesia Pemprov Jawa Barat Kembali Raih Penghargaan Kemendagri di Hari Otonomi Daerah DLH Catat Degradasi Lahan di Kabupaten Bandung Mencapai 37,7 Ribu Hektare Hardiknas 2026, Pegadaian Jabar Beri Beasiswa “Gold Generation” untuk 10 Siswa SMK Bina Warga Lindungi UMKM, Kemendag Revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 13 Tahun 2026 Percepat Pembangunan JDU, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung Targetkan 1000 SR Baru Air Bersih di Dua Desa Raperda BMD Gagal Masuk Agenda Paripurna, Bamus DPRD Kabupaten Bandung Buka Suara Raperda BMD Tersandera di Meja Bamus DPRD Kabupaten Bandung, Gagal Diparipurnakan? Ditanya Proses Penanganan Dugaan Kasus Korupsi PT BDS, Kepala Kejari Kabupaten Bandung Irit Bicara Pengembangan Pariwisata di Jawa Barat Wajib Terapkan Prinsip Keberlanjutan Bencana Hidrometeorologi Masih Hantui Beberapa Wilayah di Indonesia Pemprov Jawa Barat Kembali Raih Penghargaan Kemendagri di Hari Otonomi Daerah
Serba Serbi
Penulis: Cep 19 Apr 2026

Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa

Ikan pari dapat mendeteksi gradien listrik sekecil 5 nanovolt per sentimeter. Sebagai perbandingan, ini setara dengan mendeteksi aliran listrik dari baterai senter yang dihubungkan di laut dari jarak ribuan kilometer.

Mengungkap fakta unik ikan pari, predator laut dengan kemampuan deteksi listrik mangsa. Foto: ist/net

Mengungkap fakta unik ikan pari, predator laut dengan kemampuan deteksi listrik mangsa. Foto: ist/net

trustjabar.com – Memiliki kemampuan sistem navigasi dan perburuan berbasis teknologi biologis canggih, menjadikan ikan pari jadi salah satu hewan laut yang memiliki fakta unik. Ikan pari merupakan salah satu predator laut yang paling efisien bukan karena kecepatan atau kekuatan gigitannya.

Baca Juga : Fakta Unik Ubur-ubur, Mahluk Purba Lebih Tua Dari Dinosaurus

Berikut ini adalah uraian terperinci dan terstruktur mengenai fakta unik kemampuan elektroresepsi pada ikan pari.

Anatomi Khusus, Ampullae of Lorenzini

Ikan pari, bersama dengan kerabat dekatnya hiu, memiliki organ sensorik khusus yang disebut Ampullae of Lorenzini. Struktur organ ini berupa jaringan pori-pori kecil yang terlihat seperti bintik-bintik gelap di area sekitar mulut dan bagian bawah (ventral) tubuh mereka. Setiap pori ikan pari, terhubung ke saluran berisi gel glikoprotein yang sangat konduktif (penghantar listrik yang baik). Saluran ini berujung pada kantong (ampula) yang berisi sel-sel saraf sensorik. Gel ini berfungsi sebagai jembatan yang menyalurkan perubahan tegangan listrik dari lingkungan luar langsung ke sistem saraf pusat ikan pari.

Mekanisme Pendeteksian Sinyal Bioelektrik

Setiap makhluk hidup, termasuk mangsa ikan pari seperti udang, kepiting, atau ikan kecil, menghasilkan medan listrik yang sangat lemah. Ikan pari mencari mangsanya dengan menggunakan mekanisme pendeteksian sinyal bioelektrik. Proses pembangkitan listrik oleh organisme mahluk hidup ini disebut bioelektrogenesis. Medan listrik ini muncul secara alami dari aktivitas otot (kontraksi jantung), transmisi saraf, atau perbedaan muatan ion melintasi membran insang saat hewan bernapas.

Meskipun sangat peka, sistem ini bekerja secara efektif pada jarak dekat. Ini memungkinkan ikan pari untuk memetakan posisi tepat mangsa tepat di bawah tubuhnya, yang merupakan titik buta bagi penglihatan mereka. Hal itu menjadi salah satu fakta unik kemampuan ikan pari dalam mencari mangsanya.

Strategi Perburuan di Lingkungan Ekstrim

Kemampuan elektroresepsi ikan pari, memberikan keunggulan taktis yang tidak dimiliki predator berbasis penglihatan. Mangsa yang mengubur diri di dalam pasir untuk bersembunyi tetap akan memancarkan sinyal listrik. Ikan pari dapat melihat detak jantung mangsa tersebut melalui lapisan pasir.

Di muara sungai atau dasar laut yang gelap dan berlumpur dengan jarak pandang nol, sensor listrik bertindak sebagai "radar" yang memandu ikan pari menuju target dengan akurasi tinggi. Selain berburu, sistem ini juga berfungsi sebagai mekanisme pertahanan untuk mendeteksi keberadaan predator besar yang mendekat dari sudut yang tidak terlihat.

Fakta Unik dan Batas Sensitivitas Ikan Pari

Ikan pari dapat mendeteksi gradien listrik sekecil 5 nanovolt per sentimeter. Sebagai perbandingan, ini setara dengan mendeteksi aliran listrik dari baterai senter yang dihubungkan di laut dari jarak ribuan kilometer.

Bahkan fakta unik lainnya, ikan pari mampu membedakan antara sinyal listrik dari mangsa hidup dengan gangguan listrik latar belakang yang dihasilkan oleh arus laut atau medan magnet bumi.

Baca Juga : Fakta Unik Penyu, Hewan Laut Tertua di Dunia Telah Hidup Selama Jutaan Tahun

Untuk memahami signifikansi kemampuan ini, para ahli di bidang biologi laut memberikan argumennya. Seperti hanya diungkapkan Dr. Stephen Kajiura, Profesor Ilmu Biologi di Florida Atlantic University.

“Ikan pari pada dasarnya adalah detektor logam biologis yang sangat canggih. Mereka tidak perlu melihat, mencium, atau mendengar mangsanya. Selama jantung mangsa berdetak, ikan pari dapat menemukan koordinat tepatnya melalui tanda listrik yang ditinggalkan di air," kata Stephen.

Penjelajah National Geographic Society juga melakukan studi mengenai perilaku Elasmobranchii (kelompok hiu dan pari). Mereka berargumen, sistem elektroreseptor ini adalah hasil evolusi jutaan tahun yang memungkinkan mereka menduduki puncak rantai makanan di ekosistem dasar laut (bentik).

Argumen mengenai fakta unik ikan pari juga diungkapkan Marine Biological Association (MBA). Riset mereka menunjukkan bahwa Ampullae of Lorenzini adalah salah satu organ sensorik paling sensitif di seluruh kerajaan hewan. Hal ini memungkinkan ikan pari melakukan navigasi jarak jauh dengan memanfaatkan medan magnet bumi sebagai kompas listrik. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.