Senin, 25 Mei 2026
Breaking News
Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung
Ekonomi Nasional
Penulis: Cep 12 Feb 2026

KKP Ungkap Alasan Harga Garam Nasional Tinggi

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membeberkan mengenai penyebab tingginya harga garam nasional saat ini.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkap alasan harga garam nasional tinggi. Foto: net

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkap alasan harga garam nasional tinggi. Foto: net

trustjabar.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membeberkan mengenai penyebab tingginya harga garam nasional saat ini. Buruknya infrastruktur distribusi di sentra produksi, menjadi salah satu penyebabnya. Sementara pelaku industri makanan dan minuman, menyoroti ketatnya persaingan dengan garam impor dari Australia dan India yang jauh lebih murah.

Baca Juga : Komisi III DPR RI Soroti Carut Marut Data Kepesertaan BPJS Kesehatan PBI

Direktur Sumber Daya Kelautan Dirjen Pengelolaan Kelautan KKP, Frista Yorhanita menjelaskan mengenai dampak langsung jalur distribusi yang memadai. Akibatnya hal itu berdampak pada harga garam di tingkat konsumen.

“Jalur distribusi (garam) yang kurang bagus memengaruhi harga. Perbaikan jalan dan pelabuhan, perlu dikoordinasikan dengan Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan,” ungkap Frista kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Ia menilai, persoalan infrastruktur seperti akses jalan dan pelabuhan, masih menjadi hambatan utama di sejumlah wilayah sentra produksi garam.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Adhi Lukman menyoroti ketatnya persaingan global. Negara produsen besar seperti Australia dan India, mampu memproduksi garam industri dengan harga jauh lebih murah. Hal itu karena didukung kondisi alam serta proses produksi yang lebih sederhana.

Ia membandingkan harga garam di tingkat petani antara Indonesia dengan Australia. Di Indonesia, lanjut ia, harga di tingkat petani mencapai Rp 2.500 per kilogram. Sedangkan di Australia di bawah Rp 1.000 per kilogram.

Menurut data perdagangan, Australia secara konsisten menjadi pemasok garam terbesar untuk Indonesia. Pada 2024, Indonesia mengimpor 2,02 juta ton garam dari Australia. Kemudian India dengan 723.900 ton.

Tekan Harga Garam, KKP Bakal Lakukan Ini!

KKP menargetkan swasembada garam nasional pada 2027 seiring kebutuhan yang mencapai 4,9 hingga 5,2 juta ton per tahun. Saat ini, sekitar 50-60 persen kebutuhan tersebut masih melalui impor.

Baca Juga : Respon Menteri Purbaya Tanggapi OTT KPK di DJP dan Bea Cukai

Frista mengatakan pemerintah menerapkan tiga strategi untuk mencapai target tersebut. Hal itu meliputi ekstensifikasi, intensifikasi, dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas produksi garam nasional.

 

Untuk menekan harga garam, KKP berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan. Hal itu untuk perbaikan akses jalan serta pembangunan pelabuhan di kawasan tambak garam. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk KKP Ungkap Alasan Harga Garam Nasional Tinggi

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.