Museum LOTUS, Teknologi AI Bawa Pengunjung Rasakan Ruang Sidang Konferensi Asia Afrika 1955
Kecanggihan AI di Museum LOTUS (Lorong Waktu Sejarah), wahana edukasi terbaru di kawasan wisata The Great Asia Afrika (TGAA), Lembang.
Museum LOTUS, menggunakan teknologi AI membawa pengunjung dapat merasakan suasana di ruang Sidang Konferensi Asia Afrika 1955. (Foto: Ghani Rahmat/trustjabar).
CEO Curaweda, Azhar Muhammad Fuad, penciptaan inovasi ini untuk menjembatani generasi muda dengan sejarah bangsa.
“Dengan memanfaatkan AI, kami ingin menghadirkan sejarah bukan hanya sebagai cerita masa lalu, melainkan pengalaman hidup yang bisa kita rasakan langsung,” kata Azhar, Minggu (21/9/2025).
LOTUS Gunakan Pendekatan Ethical AI
Menariknya, LOTUS menggunakan pendekatan Ethical AI. Rancangan input dan output dari teknologi ini berdasarkan panduan sejarawan, arkeolog, hingga pemangku adat. Sehingga hasilnya autentik, kredibel, dan menghormati warisan budaya. Semua tokoh, artefak, dan objek digital bersumber dari data primer yang telah tervalidasi pihak berwenang. Selain film imersif berdurasi 5–8 menit yang secara berkala, museum ini juga menawarkan AI generative painting, avatar AI tokoh KAA untuk berfoto, hingga ruang tunggu interaktif berisi informasi sejarah. Bahkan avatar AI menjadi salah satu daya tarik utama dalam seremoni peresmian museum.Museum LOTUS lahir dari kolaborasi Curaweda bersama para sejarawan, akademisi, hingga seniman visual. Terpilihnya Lembang menjadi lokasi LOTUS, karena relevan dengan misi menghadirkan sejarah Asia Afrika secara menarik, sekaligus memperkuat TGAA sebagai destinasi budaya bertaraf internasional.
Kehadiran Museum LOTUS tidak hanya menambah warna baru bagi wisata edukasi di Jawa Barat, tetapi juga membuka peluang besar bagi pemanfaatan AI dalam pelestarian sejarah dan budaya. Pengalaman ini pasti akan menarik pelajar, wisatawan lokal maupun mancanegara, peneliti, hingga content creator yang mencari inspirasi. Baca Juga: FAKTA UNIK! Menguak Sejarah Mesin Ketik, Cikal Bakal Revolusi Komunikasi “Harapannya, kehadiran wahana ini akan menumbuhkan minat literasi sejarah, memperkaya wisata edukasi. Begitu pun pemanfaatan teknologi AI akan menjadi contoh dalam menjaga nilai-nilai sejarah bangsa,” pungkasnya. (Ghani Rahmat/trustjabar/R3).
Komentar
0 komentar untuk Museum LOTUS, Teknologi AI Bawa Pengunjung Rasakan Ruang Sidang Konferensi Asia Afrika 1955
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.