Selasa, 26 Mei 2026
Breaking News
Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung
Nasional Pojok Lingkungan
Penulis: Cep 29 Nov 2025

Korban Bencana Hidrometeorologi di Sumatera dan Aceh, Ratusan Orang Meninggal

Korban bencana hidrometeorologi yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah merenggut 174 orang meninggal.

Petugas mendistribusikan bantuan logistik kepada warga yang menjadi korban terdampak bencana hidrometeorologi di Kota Padang, Sumatera Barat. Foto: ist. BNPB

Petugas mendistribusikan bantuan logistik kepada warga yang menjadi korban terdampak bencana hidrometeorologi di Kota Padang, Sumatera Barat. Foto: ist. BNPB

trustjabar.com – Korban bencana hidrometeorologi yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah merenggut 174 orang meninggal. Selain itu, terdapat 79 orang hilang dan 12 lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga : Kemelut Pembabatan Lahan Kebun Teh di Pangalengan Ancam Kelestarian Lingkungan

Dalam keterangan resminya pada Jumat (28/11/2025) malam, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi tersebut.

Adapun dampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara, hingga saat ini terdapat 116 korban meninggal dan 42 orang hilang. Korban tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Tapanuli Utara (11 orang), Tapanuli Tengah (51 orang), Tapanuli Selatan (32 orang). Kemudian di Kota Sibolga (17 orang), Humbang Hasundutan (6 orang), Kota Padang Sidempuan (1 orang), serta Pakpak Barat 2 orang. Sedangkan di Mandailing Natal tidak melaporkan korban jiwa.

“Di Sumatera Utara, per hari ini (Jumat) kami mendata korban meninggal sebanyak 116 orang dan 42 masih dalam pencarian. Tentu saja data ini akan berkembang terus, masih ada titik-titik yang belum bisa terakses,” ungkap Suharyanto.

Sejumlah titik pengungsian masih dalam proses pendataan di sebagian besar wilayah, kecuali Humbang Hasundutan yang tercatat memiliki 1 titik. Di Mandailing Natal, lanjut Suharyanto terdapat 8 titik pengungsian. Jumlah warga terdampak terbesar berada di Kecamatan Siabu, Muara Batang Gadis, dan Batahan.

Selain menimbulkan korban jiwa, bencana hidrometeorologi juga menyebabkan gangguan infrastruktur turut berdampak pada akses transportasi. Di Tapanuli Selatan, lanjut ia, jalur nasional Sidempuan–Sibolga terputus di satu titik, sementara jalur Sipirok–Medan terputus di dua titik. Di Mandailing Natal, beberapa ruas jalan seperti Singkuang–Tabuyung dan Bulu Soma–Sopotinjak terputus akibat banjir dan longsor. Petugas gabungan berupaya membuka akses melalui pengerahan alat berat.

“Penyaluran logistik telah kami lakukan terutama di Tapanuli Tengah dan Mandailing Natal. Di antaranya bantuan beras, makanan siap saji, tenda, terpal, serta family kit,” katanya.

Korban Bencana Hidrometeorologi Terjang Aceh dan Sumatera Barat,  Puluhan Nyawa Melayang

Berikutnya, kata Suharyanto, dari Provinsi Aceh, BNPB mencatat 35 korban meninggal, 25 orang hilang, dan 8 luka-luka. Korban terbanyak berasal dari Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah. Hingga saat ini, pendataan masih berlangsung di sejumlah wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Utara.

Pengungsian korban bencana hidrometeorologi di Aceh, lanjut ia, tersebar luas di 20 kabupaten/kota, termasuk 96 titik di Kota Lhokseumawe. Kondisi ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah dan pusat untuk percepatan distribusi logistik dan layanan dasar. “Sudah ada ribuan keluarga yang mengungsi,” ungkap Suharyanto.

Baca Juga : Banjir Bandang di Nduga Papua Pegunungan, 23 Warga Masih Hilang Hanyut Terbawa Arus

Di Sumatra Barat, kata Suharyanto, tercatat 23 korban meninggal, 12 orang hilang, dan 4 mengalami luka-luka. Para korban itu tersebar di beberapa wilayah seperti Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, serta Pasaman Barat.

Beberapa wilayah melaporkan titik pengungsian, di antaranya 50 titik di Pesisir Selatan, 3 titik di Kota Padang. Kemudian di Kabupaten Solok, Pasaman, dan Tanah Datar. Jumlah total sementara pengungsi ada 3.900 kepala keluarga.

Selain menimbulkan korban jiwa, bencana hidrometeorologi di dua provinsi itu juga merusak sarana transportasi. Termasuk lima jembatan rusak di Padang Pariaman. Longsor terjadi pada jalur nasional Bukittinggi–Padang di wilayah Padang Panjang serta jalur provinsi di Kabupaten Agam. Sekitar 200 kendaraan sempat terjebak akibat terputusnya jalan di Kecamatan Ampek Koto.

“BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, kementerian/lembaga terkait, serta relawan untuk percepatan penanganan darurat. Informasi lanjutan akan kami sampaikan secara berkala sesuai perkembangan di lapangan,” ungkapnya. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Sumatera dan Aceh, Ratusan Orang Meninggal

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.