Gubernur Bank Indonesia Tegaskan Cadangan Devisa Mencukupi Stabilkan Pelemahan Rupiah
Gubernur Bank Indonesia optimistis bahwa rupiah akan pulih pada Juli atau Agustus 2026 seiring meredanya permintaan musiman atas valuta asing.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan jika cadangan devisa negara masih mencukupi untuk menstabilkan rupiah. Foto: istimewa/
trustjabar.com – Di tengah tekanan yang kian meningkat akibat pelemahan rupiah, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menghadap para anggota DPR RI pada Senin (18/5/2026) kemarin. Di hadapan para anggota legislatif itu, Perry menegaskan jika cadangan devisa negara masih mencukupi menstabilkan rupiah. Meskipun, kata Warjiyo, telah terjadi penurunan signifikan sepanjang tahun ini.
Baca Juga : PIHPS Bank Indonesia Catat Harga Sejumlah Komoditas Pangan Utama Merangkak Naik
Dalam keterangan resminya, Warjiyo menjelaskan, cadangan devisa Indonesia turun dari 154,6 miliar dolar Amerika pada akhir Januari menjadi 146,2 miliar dolar Amerika pada akhir April 2026. Penurunan sebesar 8,4 miliar dolar Amerika itu hanya dalam empat bulan.
Penurunan tersebut mencerminkan intensifnya intervensi Bank Indonesia untuk mempertahankan nilai tukar rupiah, yang melemah tajam tahun ini. Beberapa faktor pelemahan rupiah itu terjadi di tengah arus keluar modal, ketegangan di Timur Tengah, dan tingginya suku bunga AS.
Sebagaimana diketahui, mata uang rupiah menyentuh level terendah sepanjang masa di 17.500 per dolar pada 12 Mei 2026.
Warjiyo berulang kali menegaskan bahwa cadangan devisa tetap lebih dari cukup menstabilkan rupiah. Gubernur Bank Indonesia itu menyampaikan kepada parlemen bahwa intervensi Bank Indonesia sangat mengandalkan instrumen swap dan lindung nilai (hedging). Ia menegaskan, bentuk intervensi itu bukan penjualan valuta asing secara tunai langsung.
Bank Indonesia, lanjut Warjiyo, telah menerapkan strategi berlapis yang disetujui Presiden Prabowo Subianto. Strategi itu mencakup intervensi di pasar spot, non-deliverable forward domestik dan luar negeri, pengetatan pembatasan pembelian dolar, serta pembelian obligasi pemerintah senilai Rp 123,1 triliun dari pasar sekunder.
Pelemahan Rupiah, Bank Indonesia Optimistis Pulih pada Agustus 2026
Dalam kesempatan itu, Warjiyo mengungkapkan keyakinannya bahwa rupiah akan pulih pada Juli atau Agustus 2026 seiring meredanya permintaan musiman atas valuta asing.
Deputi Gubernur Destry Damayanti turut mendukung penilaian ini. Ia mengatakan bahwa tekanan yang terjadi bersifat musiman dan akan segera mereda. Pernyataan menenangkan ini muncul di tengah kritik politik yang tajam.
Baca Juga : Redenominasi Rupiah Picu Perdebatan Ekonom, BI Tegaskan Langkah Strategis
Dalam rapat dengar pendapat dengan parlemen pekan sebelumnya, anggota DPR Primus Yustisio menuntut Warjiyo mengundurkan diri akibat krisis nilai tukar tersebut.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggambarkan gejolak pasar ini sebagai kepanikan psikologis jangka pendek. Ia menegaskan pemerintah akan meningkatkan pembelian saham dan surat utang melalui Dana Stabilisasi Obligasi.
Sebelumnya, pada level April cadangan devisa masih mencukupi untuk 5,8 bulan impor, jauh melampaui standar kecukupan internasional sebesar tiga bulan. Namun para analis memperingatkan bahwa terus menipisnya cadangan devisa meningkatkan risiko penurunan peringkat kredit. (cep/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Gubernur Bank Indonesia Tegaskan Cadangan Devisa Mencukupi Stabilkan Pelemahan Rupiah
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.