Selasa, 25 Agustus 2026
Breaking News
Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus Presiden Prabowo Apresiasi Laba Pegadaian Tumbuh 84,4 Persen dan Bisnis Emas Capai 153 Ton Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW Pegadaian Bantu Atasi Krisis Air Bersih di Pangalengan dan Revitalisasi Sanitasi Warga Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus Presiden Prabowo Apresiasi Laba Pegadaian Tumbuh 84,4 Persen dan Bisnis Emas Capai 153 Ton Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW Pegadaian Bantu Atasi Krisis Air Bersih di Pangalengan dan Revitalisasi Sanitasi Warga
TrustJabar
Daerah Bandung Raya
Penulis: Adi22 Sep 2025

Siswa SMK Pembangunan di Bandung Barat Diduga Keracunan Makanan MBG

Siswa SMK Pembangunan Bandung Barat, Jawa Barat, mengalami keracunan makanan massal diduga dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Seorang siswa SMK Pembangunan Bandung Barat, Jawa Barat, terbaring menjalani perawatan di RSUD Cililin seusai mengalami keracunan makanan massal diduga dari menu MBG, Senin (22/9/2025). Foto: ist/

Seorang siswa SMK Pembangunan Bandung Barat, Jawa Barat, terbaring menjalani perawatan di RSUD Cililin seusai mengalami keracunan makanan massal diduga dari menu MBG, Senin (22/9/2025). Foto: ist/

trustjabar.com - Siswa SMK Pembangunan Bandung Barat, Jawa Barat, mengalami keracunan makanan massal, Senin (22/9/2025) setelah mengonsumsi makanan yang diduga dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Siswa mengeluhkan sakit perut, mual, dan muntah-muntah hingga harus mendapat perawatan medis di rumah sakit dan puskesmas.

Baca Juga : Jawa Barat Jadi Wilayah Terbanyak Kejadian Keracunan MBG

"Anak saya keracunan makanan, katanya sudah makan makanan kiriman program MBG," kata salah seorang orang tua siswa, Elan (54).

Elan mengatakan dari penuturan anaknya ia mengonsumsi menu nasi, daging ayam, dan tempe. Hanya saja setelah makan anaknya dan siswa lainnya mengeluhkan gejala yang sama, yakni sakit perut.

Pihak sekolah, kata Elan, langsung membawa anaknya ke IGD RSUD Cililin untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara untuk siswa lainnya yang mengalami keracunan makanan MBG ini, mendapat perawatan medis di puskesmas dan klinik kesehatan.

“Setelah mendapat perawatan medis, sekarang anak saya alhamdulillah kondisinya sudah membaik," ucap Elan lega.

Kapolsek Sindangkerta Iptu Solehuddin menyebutkan, berdasarkan data sementara yang ia peroleh, sekitar 15 siswa yang mengeluhkan sakit perut, mual, dan pusing.

"Bisa saja jumlah siswa yang terindikasi mengalami keracunan bertambah. Sementara ini, 15 orang, di antaranya dua orang mendapat perawatan di Puskesmas Cipongkor dan 13 di RSUD Cililin," ujarnya.

Kemungkinan Korban Keracunan Makanan MBG Bisa Bertambah

Plt Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat, Lia N Sukandar mengatakan, pihaknya telah menyiagakan posko darurat. Hal itu untuk mengantisipasi bertambahnya siswa yang mengalami keracunan makanan ini.

Baca Juga : Wali Kota Bandung Farhan Bakal Libatkan OPD Tindaklanjuti Data CKG Sekolah

“Kami menerima laporan dari puskesmas dan RS Cililin, sekitar pukul 15.23 WIB sudah ada 30 siswa yang keracunan. Bisa saja jumlahnya bertambah," tuturnya.

Ia berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada para korban serta terus memantau perkembangan situasi dan data korban. Sejauh ini, Lia menegaskan, terdapat sekitar 30 siswa yang menjadi korban dugaan keracunan makanan MBG.

Menurutnya, posko darurat yang telah pihaknya siapkan itu ada di Puskesmas Cipongkor yang berfungsi sebagai pusat penanganan awal. Kemudian Kantor Kecamatan Cipongkor sebagai posko untuk koordinasi dan dukungan logistik.

"Ada juga Puskesmas Citalem dan Gununghalu juga kami persiapkan sebagai fasilitas rujukan untuk menampung lonjakan pasien," ungkapnya. (Adi/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Siswa SMK Pembangunan di Bandung Barat Diduga Keracunan Makanan MBG

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.