Jumat, 02 Oktober 2026
Breaking News
inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung
TrustJabar
Daerah Nasional
Penulis: Cep22 Sep 2025

Jawa Barat Jadi Wilayah Terbanyak Kejadian Keracunan MBG

Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah korban paling banyak terjadi kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari menyebut Jawa Barat menjadi wilayah terbanyak kejadian keracunan MBG. Foto: ilustrasi/net

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari menyebut Jawa Barat menjadi wilayah terbanyak kejadian keracunan MBG. Foto: ilustrasi/net

trustjabar.com – Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah korban paling banyak terjadi kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut data Badan Gizi Nasional (BGN), jumlah korban keracunan di Jawa Barat itu terbanyak di Kabupaten Garut.

Baca Juga : Tren Kasus Penyakit Kanker Payudara di Kota Bandung Cukup Mengkhawatirkan

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari menyebutkan, pihaknya mengklaim menerima laporan dari BGN, Kemenkes, dan BPOM. Masing-masing instansi tersebut, kata ia, melaporkan ada lebih 5000 pelajar menjadi korban keracunan MBG.

Qodari merinci, data dari Kemenkes pada 16 September 2025 sedikitnya ada 60 kasus dengan 5.207 penderita. Kemudian laporan dari BPOM terjadi 55 kasus yang menyebabkan 5.320 pelajar keracunan berdasarkan data per 10 September 2025.

“Jawa Barat menjadi daerah paling banyak terjadinya kasus keracunan MBG. Puncak kejadian tertinggi pada Agustus 2025,” tuturnya di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Baca Juga : Menkes RI Luncurkan CKG Sekolah di Kota Bandung

Ia menegaskan, jika kasus keracunan ini bisa terantisipasi jika setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki sertifikasi jelas dari Kemenkes.

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan data yang ada, Garut menjadi wilayah terbanyak terjadinya kasus keracunan makan bergizi gratis ini. Total pelajar yang menjadi korban keracunan MBG di Garut mencapai 150 orang.

“Sebanyak 120 dari 150 pelajar (korban keracunan MBG) mengalami gejala serupa, yaitu muntah-muntah. Setelah mendapat perawatan, mereka langsung pulang. Sedangkan 30 orangnya lagi, sempat menjalani perawatan  medis. Namun keesokan harinya mereka bisa pulang,” ungkapnya. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Jawa Barat Jadi Wilayah Terbanyak Kejadian Keracunan MBG

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.