Selasa, 26 Mei 2026
Breaking News
Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung
Nasional
Penulis: Cep 23 Feb 2026

Warga Kampung Toweren Aceh Tengah Ubah Musibah Jadi Manfaat

Letak geografis Kampung Toweren di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, menjadi salah satu daerah rentan dinamika cuaca ekstrem.

Warga Kampung Toweren, Aceh Tengah mengubah musibah menjadi manfaat. Foto: dok.BNPB/

Warga Kampung Toweren, Aceh Tengah mengubah musibah menjadi manfaat. Foto: dok.BNPB/

trustjabar.com - Letak geografis Kampung Toweren di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, menjadi salah satu daerah yang sangat rentan dinamika cuaca ekstrem. Terlebih daerah tersebut berada tepat di bawah naungan perbukitan dataran tinggi Gayo. Ketika curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu dalam durasi panjang, lereng-lereng bukit tak lagi mampu menahan laju air.

Baca Juga : Sebanyak 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Bencana Penghujung Tahun 2025

Seperti yang terjadi pada akhir November 2025. Banjir bandang akibat curah hujan ekstrem dampak Siklon Senyar, turun membawa massa lumpur yang bercampur dengan ratusan gelondongan kayu hutan. Akibatnya gelondongan kayu hutan itu menerjang ke arah pemukiman dan menyapu hamparan hijau persawahan penduduk di Kampung Toweren.

Pasca banjir, wajah kampung itu berubah seketika. Lahan pertanian yang menjadi urat nadi ekonomi warga, tertutup rapat tumpukan material kayu dan sedimen lumpur tebal. Kondisi ini memaksa para petani untuk berhenti beraktivitas. Hal itu karena hamparan sawah mereka kini menyerupai "hutan kayu" yang berserakan.

Menanggapi situasi tersebut, pada Minggu (22/2/2026), langkah pemulihan segera dilakukan secara intensif. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kepala desa setempat terjun langsung ke lapangan guna memimpin proses pembersihan. Prioritas utama tim saat ini adalah membebaskan lahan persawahan dari himpitan kayu. Hal itu agar warga di Kampung Toweren bisa segera memulai proses masa tanam padi.

Untuk memperlancar pergerakan, petugas memindahkan material kayu tersebut ke tempat sementara di lahan-lahan kosong milik masyarakat yang lebih stabil. Menariknya, di tengah duka akibat rusaknya lahan, masyarakat Kampung Toweren menunjukkan ketangguhannya dengan memanfaatkan material sisa bencana.

Warga Kampung Toweren Memilah Kayu Gelondongan

Menariknya, warga setempat tidak membuang begitu saja kayu-kayu gelondongan yang terbawa arus banjir itu. Warga memilah dan memanfaatkan kayu-kayu itu sebagai bahan bangunan untuk memperbaiki struktur rumah mereka yang rusak.

Baca Juga : Patahan Aktif Sesar Lembang dan Kesiapsiagaan Bencana di Kota Bandung

Sebagian kayu gelondongan itu, warga memanfaatkannya untuk kayu bakar. Langkah ini menjadi strategi bertahan hidup sekaligus upaya efisiensi dalam fase pemulihan mandiri.

Namun, besarnya volume material kayu dan luasnya area persawahan yang terdampak menjadi tantangan tersendiri bagi warga Kampung Toweren. Warga mengaku proses pemulihan lahan pertanian memerlukan percepatan.

BNPB bersama lintas kementerian/lembaga akan menambah alat berat khusus sebagai solusi kebutuhan yang sangat mendesak guna mengeruk lumpur. Kemudian memindahkan kayu-kayu besar yang mustahil warga pindahkan secara manual.

Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat ini diharapkan mampu segera mengembalikan kesuburan lahan pertanian di Kampung Toweren. Sekaligus mengubah sisa material bencana menjadi modal awal pembangunan kembali desa mereka. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Warga Kampung Toweren Aceh Tengah Ubah Musibah Jadi Manfaat

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.