Selasa, 26 Mei 2026
Breaking News
Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung
Nasional
Penulis: Cep 19 Feb 2026

Siapa yang Akan Menanggung Beban Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh?

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pihaknya belum menerima arahan resmi dari Presiden Prabowo mengenai skema pembayaran utang Whoosh.

Kereta Cepat Whoosh. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima arahan dari Presiden Prabowo mengenai skema pembayaran utang Whoosh menggunakan APBN. Foto: ist/net

Kereta Cepat Whoosh. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima arahan dari Presiden Prabowo mengenai skema pembayaran utang Whoosh menggunakan APBN. Foto: ist/net

trustjabar.com – Polemik mengenai siapa yang akan menanggung beban utang proyek kereta cepat Whoosh, semakin tidak jelas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pihaknya belum menerima arahan resmi dari Presiden Prabowo mengenai skema pembayaran utang itu.

Baca Juga : Selesaikan Utang Proyek KCJB, Danantara dan Pemerintah Berbagi Porsi Tanggung Jawab

Sebelumnya, pada Jumat (13/2/2026), Purbaya menyatakan skema pembayaran utang kereta cepat itu yang sedang dibahas adalah pembagian 50:50 antara APBN dan Danantara. Namun, Purbaya menegaskan jika skema itu masih dalam tahap finalisasi dan ia belum dilibatkan dalam diskusi lebih lanjut.

Terbaru, pada Rabu (18/2/2026) di Jakarta, Purbaya mengaku hingga saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari presiden. Ia menyatakan, belum ada arahan resmi dari Presiden Prabowo terkait skema pembayaran utang Whoosh menggunakan APBN.

“Belum ada petunjuk khusus dari Presiden (Prabowo). Saya masih tunggu petunjuk lebih lanjut,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut tentunya menambah ketidakjelasan soal siapa yang akan menanggung beban utang proyek prestisius tersebut.

Ia juga menyebut bahwa skema pembayaran dari CEO Danantara Rosan Roeslani pun belum jelas. “Adanya dari Rosan, itu kan belum clear. Saya kalau ada petunjuk presiden, saya kerjain. Sekarang belum. Paling enggak, ada tapi belum firm,” ucapnya.

Hal berbeda dengan pernyataan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Selasa (10/2/2026). Prasetyo membenarkan bahwa sumber pembayaran utang Whoosh berasal dari APBN. Ia menjelaskan, proses negosiasi teknis terkait mekanisme pembayaran kini dipimpin langsung CEO Danantara Rosan Roeslani.

Target Negosiasi Penyelesaian Utang Whoosh

Sebelumnya, COO Danantara Dony Oskaria menargetkan negosiasi penyelesaian utang Whoosh dengan pihak Tiongkok dapat rampung pada kuartal I-2026. Dony menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Baca Juga : KPK Tetap Lanjutkan Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh

Sebagai informasi, total kewajiban proyek Kereta Cepat Jakarta-bandung mencapai Rp 116-120 triliun. Sekitar 75 persen mendapat pembiayaan melalui pinjaman dari China Development Bank. Presiden Prabowo sebelumnya telah berkomitmen membayar utang Whoosh sekitar Rp 1,2 triliun per tahun.

Purbaya sendiri sebelumnya kerap menyatakan keberatan terhadap penggunaan APBN untuk membayar utang Whoosh. Hal itu Purbaya ungkapkan pada November 2025. Ia berpendapat bahwa Danantara yang kini menerima seluruh dividen BUMN seharusnya cukup mampu menanggung pembayaran tersebut. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Siapa yang Akan Menanggung Beban Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh?

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.