Kamis, 10 September 2026
Breaking News
Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung Ciparay Jadi Salah Satu Sentra Budidaya Ikan di Jawa Barat, Kembangkan Varietas Baru Ikan Nila Sumo STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung Ciparay Jadi Salah Satu Sentra Budidaya Ikan di Jawa Barat, Kembangkan Varietas Baru Ikan Nila Sumo STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung
TrustJabar
Nasional Pendidikan
Penulis: Cep30 Jul 2025

Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi, Alokasi Anggaran Rp 1,1 Triliun!

Keberadaan sekolah rakyat saat ini sudah beroperasi pada 14 Juli 2025 lalu dan sudah berjalan pada 63 titik di berbagai wilayah Indonesia.

Keberadaan sekolah rakyat saat ini sudah beroperasi pada 14 Juli 2025 lalu dan sudah berjalan pada 63 titik di berbagai wilayah Indonesia.

Keberadaan sekolah rakyat saat ini sudah beroperasi pada 14 Juli 2025 lalu dan sudah berjalan pada 63 titik di berbagai wilayah Indonesia.

trustjabar.com – Keberadaan sekolah rakyat saat ini sudah beroperasi pada 14 Juli 2025 lalu dan sudah berjalan pada 63 titik di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini terungkap dari keterangan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul usai menghadari rapat bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama menteri terkait lainnya.

Menurut Gus Ipul yang merupakan sapaan akrab Saifullah Yusuf, pihaknya menyampaikan laporan mengenai operasional sekolah rakyat kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Ini merupakan sekolah rintisan Tahun 2025-2026," ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Selasa, (29/7/2025).

Saat ini, sekolah rakyat sedang dalam masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Namun dalam pelaksanaannya pemerintah akan selalu melakukan evaluasi secara berkala. Untuk pembelajaran tahun ajaran baru, akan ada 37 titik dengan daya tampung sekitar lebih dari 9.700 siswa.

Pada September 2025 nanti, kata ia, sekolah rakyat akan berdiri 59 titik lagi. Sehingga secara keseluruhan nantinya akan dapat menampung 15 ribu siswa. Sebanyak 159 titik itu, sebanyak 2 ribu guru dan 4 ribu tenaga pendidik akan terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

Selain itu juga akan ada perekrutan wali asuh atau wali asrama. Untuk operasional, pemerintah telah menggarkan Rp 1,1 triliun untuk 159 titik. Anggran ini telah mendapat alokasi dari Kemenkeu dan telah dapat persetujuan DPR RI. Penggunaan anggaran akan ada pengawasan ketat dan memastikan tidak akan ada penyimpangan dalam pelaksanaannya.

"Jadi sesuai arahan Presiden Prabowo, tidak boleh ada penyimpangan dan operasional harus sesuai dengan ketentuan," ujarnya.

Ratusan Guru Sekolah Rakyat Mundur

Sementara itu, sebanyak 140  guru yang akan bertugas menyatakan mundur untuk mengajar pada sekolah rakyat. Pemicunya akibat minimnya fasilitas.

Menanggapi masalah ini, Gus Ipul menanggapi dengan santai. Menurutnya, pihaknya sudah menyiapkan puluhan ribu guru pengganti. Menurutnya saat ini sudah ada 50 ribu guru yang telah mengikuti pendidikan profesi dan belum mendapatkan penempatan.

Gus Ipul mengatakan, keputusan untuk mengundurkan diri merupakan hak para guru. Mereka mundur dengan alasan penempatan tugas terlalu jauh. "Jadi alasan utamanya domisili rumah dan tempat mengajarnya terlalu jauh," tandas Gus Ipul.

Komentar

0 komentar untuk Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi, Alokasi Anggaran Rp 1,1 Triliun!

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.