Jumat, 10 Juli 2026
Breaking News
HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor TPPASR Legok Nangka Diharapkan Jadi Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Regional Gubernur Jawa Barat Tekankan Pentingnya ASN Layani Masyarakat Hingga ke Pelosok Ratusan Tim Sepak Bola Usia Dini Ikuti Danseskoad Cup 2026 di Bandung Wagub Jawa Barat Dorong Sektor Konstruksi Terus Berbenah HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor TPPASR Legok Nangka Diharapkan Jadi Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Regional Gubernur Jawa Barat Tekankan Pentingnya ASN Layani Masyarakat Hingga ke Pelosok Ratusan Tim Sepak Bola Usia Dini Ikuti Danseskoad Cup 2026 di Bandung Wagub Jawa Barat Dorong Sektor Konstruksi Terus Berbenah
TrustJabar
Nasional
Penulis: Cep04 Apr 2026

Banjir Sergap 8 Desa di Kabupaten Demak Jawa Tengah, Ribuan Warga Mengungsi

BNPB merinci perkembangan kaji cepat di lapangan mengenai luas area genangan banjir di Demak ini. Genangan banjir merendam 8 desa di 4 kecamatan, yakni Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.

Petugas BPBD Kabupaten Demak membantu evakuasi warga dari banjir yang melanda wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (4/4/2026). Foto: dok. BPBD Kabupaten Demak

Petugas BPBD Kabupaten Demak membantu evakuasi warga dari banjir yang melanda wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (4/4/2026). Foto: dok. BPBD Kabupaten Demak

trustjabar.com – Bencana hidrometeorologi berupa banjir, menerjang Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Jumat (3/4/2026) pagi. Akibatnya, 2.839 korban terdampak banjir di Demak terpaksa mengungsi. Berdasarkan perkembangan terbaru, banjir tersebut merendam 8 desa di 4 kecamatan dengan ketinggian banjir bervariasi.

Baca Juga : Beberapa Daerah di Pulau Jawa Terdampak Bencana Hidrometeorologi Basah

Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, peristiwa ini dipicu hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu yang menyebabkan peningkatan debit air Sungai Tuntang. Akibatnya, tanggul di Dukuh Solowere dan Dukuh Selodoko, jebol. Luapan air pun membanjiri sejumlah lokasi.

“Korban terdampak banjir di Kabupaten Demak terus bertambah dari kemarin (Jumat, 3 April 2026). Pada hari ini (Sabtu, 4 April 2026) pagi, tercatat 2.839 orang terpaksa mengungsi,” ucap Muhari dalam keterangan resminya.

Hasil pendataan sementara, lokasi pengungsian ini berada di Masjid Babu Rohim Dukuh Solondoko sebanyak 200 orang. Kemudian di Masjid Rodhotul Janah Dukuh Solowere (500 orang), Kantor Kecamatan Guntur sebanyak (119 orang), dan Tanggul Gobang (400 orang). Selain itu, lanjut Muhari, warga terdampak banjir pun ada yang mengungsi di sejumlah balai desa, mushola, madrasah, dan rumah warga lainnya yang terhindar dari genangan banjir.

Hingga saat ini, kata Muhari, petugas BPBD setempat masih melakukan proses pendataan lanjutan. Beberapa pengungsi yang dilaporkan dalam kondisi sakit, lanjut ia, saat ini telah mendapatkan penanganan lebih lanjut dari dinas kesehatan setempat.

Muhari merinci perkembangan kaji cepat di lapangan mengenai luas area genangan banjir di Demak ini. Genangan banjir merendam 8 desa di 4 kecamatan, yakni Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.

“Tanggul jebol terjadi di Kecamatan Guntur, tepatnya di Desa Trimulyo pada dua titik di Dukuh Solondoko sepanjang kurang lebih 30 meter. Sedangkan di Dukuh Solowere sepanjang sekitar 10 meter dan di Desa Sidoharjo sepanjang kurang lebih 15 meter,” ucapnya.

Kondisi ini menyebabkan genangan air cukup tinggi, khususnya di Desa Trimulyo dan Desa Ploso dengan ketinggian mencapai 100 –150 sentimeter. Selain itu, genangan banjir di wilayah Demak ini juga mengakibatkan akses jalan di Desa Trimulyo tertutup bagi kendaraan kecil.

Dampak Banjir di Demak

Dalam kesempatan itu, Muhari menuturkan, limpasan air juga terjadi di sejumlah wilayah lainnya. Seperti Desa Turitempel dan Desa Sumberejo di Kecamatan Guntur, serta Desa Solowire dan Desa Sarimulyo di Kecamatan Kebonagung. Meskipun demikian, kondisi di wilayah tersebut masih relatif aman. Di Desa Sidoharjo, aliran air dari tanggul jebol menggenangi area persawahan warga.

Baca Juga : Mengupas El Nino Godzilla yang Bakal Melanda Wilayah Indonesia

Berdasarkan hasil kaji sementara pada Jumat (3/4/2026), selain berdampak pada pengungsian warga, banjir di wilayah Demak ini juga berdampak pada 1.230 rumah. Terdapat empat rumah mengalami rusak berat. Fasilitas pendidikan sebanyak 10 unit dan fasilitas ibadah sebanyak 15 unit turut terdampak. Sementara itu, sekitar 194 hektare lahan sawah ikut terendam.

BPBD Kabupaten Demak bersama unsur terkait, kata Muhari, telah melakukan berbagai upaya penanganan darurat. Selain itu, petugas gabungan juga melakukan distribusi karung untuk penguatan tanggul sementara.

“Kemudian melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang, serta pendirian posko lapangan di Koperasi Merah Putih Desa Bumiharjo. Pemerintah daerah juga sedang memproses penetapan status tanggap darurat banjir di Kabupaten Demak ini,” katanya. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Banjir Sergap 8 Desa di Kabupaten Demak Jawa Tengah, Ribuan Warga Mengungsi

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.