Jumat, 10 Juli 2026
Breaking News
HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor TPPASR Legok Nangka Diharapkan Jadi Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Regional Gubernur Jawa Barat Tekankan Pentingnya ASN Layani Masyarakat Hingga ke Pelosok Ratusan Tim Sepak Bola Usia Dini Ikuti Danseskoad Cup 2026 di Bandung Wagub Jawa Barat Dorong Sektor Konstruksi Terus Berbenah HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor TPPASR Legok Nangka Diharapkan Jadi Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Regional Gubernur Jawa Barat Tekankan Pentingnya ASN Layani Masyarakat Hingga ke Pelosok Ratusan Tim Sepak Bola Usia Dini Ikuti Danseskoad Cup 2026 di Bandung Wagub Jawa Barat Dorong Sektor Konstruksi Terus Berbenah
TrustJabar
Internasional
Penulis: Cep23 Mar 2026

Tengahi Konflik di Kawasan Teluk, Pakistan Muncul Jadi Mediator Utama Antara AS dan Iran

Shehbaz menyatakan solidaritas dengan rakyat Iran di tengah perang yang sedang berlangsung di kawasan Teluk. Ia menyerukan upaya bersama mendesak untuk menurunkan ketegangan melalui dialog dan diplomasi.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengklaim telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Senin kemarin dalam memediasi konflik berkepanjangan di kawasan Teluk yang melibatkan AS-Iran. Foto: ist/net

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengklaim telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Senin kemarin dalam memediasi konflik berkepanjangan di kawasan Teluk yang melibatkan AS-Iran. Foto: ist/net

trustjabar.com – Di tengah konflik berkepanjangan yang terjadi di kawasan Teluk, Pakistan memposisikan diri sebagai mediator utama antara Amerika Serikat dan Iran. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berbicara melalui telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Senin kemarin.

Baca Juga : Konflik di Timur Tengah Picu Krisis Energi Terburuk, WFP PBB Waspadai Kelaparan Akut

Shehbaz menyatakan solidaritas dengan rakyat Iran di tengah perang yang sedang berlangsung di kawasan Teluk. Ia menyerukan upaya bersama mendesak untuk menurunkan ketegangan melalui dialog dan diplomasi.

Melansir berbagai sumber, kepala staf militer Pakistan Asim Munir berbicara langsung dengan Presiden Donald Trump pada hari Minggu kemarin mengenai konflik di kawasan Teluk tersebut. Pejabat senior Pakistan, telah melakukan komunikasi saluran belakang antara Teheran dan utusan Trump Steve Witkoff serta Jared Kushner. Pakistan mengusulkan Islamabad sebagai tempat yang memungkinkan untuk pembicaraan pada awal minggu ini.

Menurut pernyataan dari Kantor Perdana Menteri, Sharif menyampaikan keprihatinan serius atas konflik di kawasan Teluk yang sedang berlangsung. Ia juga menekankan kebutuhan mendesak untuk bekerja sama demi de-eskalasi dan kembali ke jalur dialog dan diplomasi untuk menyelesaikan perbedaan mereka.

Ia menyampaikan belasungkawa atas hilangnya nyawa dan mendoakan pemulihan bagi mereka yang terluka dan mengungsi. Kedua pemimpin juga saling bertukar ucapan selamat Idulfitri dan Nowruz.

Sharif menekankan pentingnya persatuan di dalam barisan umat. Ia juga meyakinkan Pezeshkian bahwa Pakistan akan terus memainkan peran konstruktif dalam memfasilitasi perdamaian regional.

Upaya diplomasi Pakistan menengahi konflik di kawasan Teluk ini, merupakan bagian upaya mediasi yang lebih luas yang melibatkan banyak negara.

Tengahi Konflik di Kawasan Teluk, Sampaikan Pesan Washington dan Teheran

Axios melaporkan, pada hari Senin kemarin tiga negara telah menyampaikan pesan antara Washington dan Teheran selama dua hati terakhir. Ketiga negara tersebut yakni Turki, Mesir, dan Pakistan.

Pejabat senior dari ketiga negara mengadakan pembicaraan terpisah dengan Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar juga berbicara dengan Araghchi pada hari Senin, menekankan pentingnya dialog.

Baca Juga : Dampak Konflik Amerika Serikat dan Israel Terhadap Iran Setelah Memasuki Pekan Ketiga

Gencarnya mediasi konflik di kawasan Teluk ini bersamaan dengan pengumuman Trump. Trump telah memerintahkan penundaan lima hari atas rencana serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran. Trump beralasan, penundaan itu lantaran adanya percakapan yang sangat baik dan produktif dengan Teheran.

Media pemerintah Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan Washington itu. Meskipun pejabat Iran mengakui bahwa negara-negara regional telah mengajukan inisiatif yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan konflik di kawasan Teluk tersebut.

Sebagai informasi, keterlibatan Pakistan membawa urgensi khusus. Negara ini berbatasan langsung dengan Iran dan memiliki populasi Muslim Syiah terbesar kedua setelah negara tetangganya.

Para pejabat telah memperingatkan bahwa Pakistan bisa kehabisan gas alam cair pada bulan April jika pengiriman tetap terganggu. Islamabad juga memiliki pakta pertahanan bersama dengan Arab Saudi yang ditandatangani tahun lalu, yang memberikannya hubungan dengan kedua sisi perpecahan Teluk.

Konflik di kawasan Teluk ini mulai pecah pada 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel melancarkan operasi terhadap Iran. Akibat operasi ini, telah menewaskan lebih dari seribu orang dan mengguncang pasar energi global. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Tengahi Konflik di Kawasan Teluk, Pakistan Muncul Jadi Mediator Utama Antara AS dan Iran

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.