Kamis, 17 September 2026
Breaking News
Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung Ciparay Jadi Salah Satu Sentra Budidaya Ikan di Jawa Barat, Kembangkan Varietas Baru Ikan Nila Sumo STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung Ciparay Jadi Salah Satu Sentra Budidaya Ikan di Jawa Barat, Kembangkan Varietas Baru Ikan Nila Sumo STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang
TrustJabar
Serba Serbi Internasional Pojok Lingkungan
Penulis: Cep02 Nov 2025

Temuan Spesies Baru Ubur-ubur Beracun di Jepang, Bukti Dampak Perubahan Ekosistem Laut

Peneliti Universitas Tohoku, mengidentifikasi spesies baru ubur-ubur api beracun di perairan timur laut Jepang.

Ubur-ubur api atau Portuguese man-of-war. Penemuan spesies baru ubur-ubur beracun di Jepang, membuktikan adanya dampak perubahan ekosistem laut. Foto: ilustrasi/ist

Ubur-ubur api atau Portuguese man-of-war. Penemuan spesies baru ubur-ubur beracun di Jepang, membuktikan adanya dampak perubahan ekosistem laut. Foto: ilustrasi/ist

trustjabar.com – Para peneliti yang merupakan mahasiswa di Universitas Tohoku, telah mengidentifikasi spesies baru ubur-ubur beracun di perairan timur laut Jepang. Hal itu menandai penampakan pertama yang tercatat dari genus Physalia di negara tersebut. Penemuan ubur-ubur Portuguese man-of-war yang dipublikasikan pada 30 Oktober 2025 di Frontier in Marine Science. Hal ini memberikan bukti meyakinkan mengenai dampak arus laut hangat.

Baca Juga : Fakta Unik Ubur-ubur, Mahluk Purba Lebih Tua Dari Dinosaurus

Dengan penemuan spesies baru ubur-ubur beracun ini menandakan mengenai dampak arus laut yang menghangat sedang mengubah ekosistem laut dan distribusi spesies.

Mahluk biru kobalt ini dinamai Physalia mikazuki atau crescent helmet man-o-war. Hal itu untuk menghormati prajurit samurai Date Masamune, penguasa feodal Sendai yang terkenal karena hiasan bulan sabit khas yang menghiasi helm perangnya.

Yoshiki Ochiai, sang penemu ubur-ubur beracun ini mengungkapkan, awalnya ia sedang melakukan proyek penelitian yang sama sekali berbeda di Teluk Sendai.

“Saya sedang mengerjakan proyek penelitian yang sama sekali berbeda di sekitar Teluk Sendai di wilayah Tohoku. Ketika saya menemukan ubur-ubur (beracun) ini, saya membawanya kembali ke laboratorium. Saya sama sekali belum pernah melihat jenis ubur-ubur ini di sekitar sini sebelumnya,” ungkap Ochiai.

Kemunculan Ubur-ubur Beracun P. mikazuki Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Kemunculan ubur-ubur beracun P. mikazuki ke arah utara ini merupakan perluasan wilayah signifikan akibat perubahan oseanografi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Simulasi komputer yang dilakukan peneliti mengungkapkan, arus Kuroshio yang baru-baru ini meluas 100 kilometer lebih jauh ke utara, memungkinkan membawa koloni ubur-ubur tersebut.

Baca Juga : FAKTA UNIK! Ikan Paus, Mamalia Laut Terbesar di Dunia

Suhu permukaan laut di wilayah Tohoku telah meningkat lebih dari 2 derajat Celcius pada 2022 dan 2024. Hal ini menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi kelangsungan hidup spesies ini di perairan utara yang sebelumnya tidak ramah. Analisis DNA mengonfirmasi, P. mikazuki telah hidup berdampingan dengan spesies Physalia utriculus di perairan selatan Jepang. Penemuan spesies baru ubur-ubur beracun ini membawa implikasi penting bagi keselamatan publik. Hal itu lantaran spesies Portuguese man-of-war memiliki tentakel yang dapat memanjang beberapa meter. Selain itu dapat menimbulkan sengatan yang menyakitkan dan melumpuhkan.

Chanikarn Yongstar mencatat, tantangan taksonomi yang terlibat. Penelitian yang mendapat sponsor dana dari Advance Institute for Marine Ecosystem Change ini menggarisbawahi perubahan iklim. Ia mengungkap adanya kebutuhan mendesak pemantauan pesisir karena spesies laut terus menggeser jangkauan mereka. Hal tersebut sebagai respons terhadap perubahan iklim. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Temuan Spesies Baru Ubur-ubur Beracun di Jepang, Bukti Dampak Perubahan Ekosistem Laut

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.