Senin, 24 Agustus 2026
Breaking News
inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus Presiden Prabowo Apresiasi Laba Pegadaian Tumbuh 84,4 Persen dan Bisnis Emas Capai 153 Ton Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW Pegadaian Bantu Atasi Krisis Air Bersih di Pangalengan dan Revitalisasi Sanitasi Warga Riset KPID Jabar Temukan Perubahan Ekosistem Media Digital Pengaruhi Ketahanan Nasional InDrive Edukasi Ratusan Pelajar Bandung Jadi Pengguna Jalan yang Bertanggung Jawab inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus Presiden Prabowo Apresiasi Laba Pegadaian Tumbuh 84,4 Persen dan Bisnis Emas Capai 153 Ton Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW Pegadaian Bantu Atasi Krisis Air Bersih di Pangalengan dan Revitalisasi Sanitasi Warga Riset KPID Jabar Temukan Perubahan Ekosistem Media Digital Pengaruhi Ketahanan Nasional InDrive Edukasi Ratusan Pelajar Bandung Jadi Pengguna Jalan yang Bertanggung Jawab
TrustJabar
Internasional
Penulis: Cep29 Nov 2025

Enam Maskapai Penerbangan Internasional Ini Terkena Pencabutan Izin Operasional Venezuela

Otoritas Venezuela resmi mencabut izin operasi enam maskapai penerbangan internasional sejak 26 November 2025.

Bandara Internasional Venezuela. Otoritas Venezuela resmi mencabut izin operasional kepada enam maskapai penerbangan internasional. Foto: ist/net

Bandara Internasional Venezuela. Otoritas Venezuela resmi mencabut izin operasional kepada enam maskapai penerbangan internasional. Foto: ist/net

trustjabar.com – Pada 26 November 2025 lalu Venezuela resmi mencabut izin operasi enam maskapai penerbangan internasional. Keenam maskapai tersebut yakni Iberia, TAP Portugal, Avianca, LATAM Colombia, Turkish Airlines, dan Gol.

Baca Juga : Perang Tarif, Tiongkok Perketat Aturan Ekspor Logam Tanah Jarang, Donald Trump Meradang!

Mengutip media internasional, Venezuela mencabut izin operasional enam maskapai itu buntut penolakan melanjutkan penerbangannya. Hal itu menyusul adanya peringatan keamanan dari Amerika Serikat mengenai situasi yang terjadi. Akibatnya, hal tersebut meningkatkan konfrontasi terkait keselamatan ruang udara dan memperdalam ketegangan diplomatik antara Caracas dan Washington.

Keenam maskapai penerbangan internasional itu telah menangguhkan layanan ke Caracas setelah Administrasi Penerbangan Federal AS mengeluarkan peringatan pada 21 November 2025. Isi peringatan itu tentang situasi yang berpotensi berbahaya di ruang udara Venezuela karena memburuknya kondisi keamanan dan peningkatan aktivitas militer.

Pencabutan izin operasional maskapai internasional itu terjadi setelah ultimatum 48 jam dari otoritas Venezuela yang berakhir pada 26 November 2025. Dengan tidak ada satupun maskapai yang melanjutkan penerbangan.

“Simpan pesawat kalian dan kami akan menjaga martabat kami,” ungkap Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello.

Venezuela Cabut Izin Operasional Maskapai Penerbangan Memancing Respon Internasional

Menteri Luar Negeri Portugal Paula Rangel menyoroti keputusan Venezuela yang mencabut izin operasional maskapai penerbangan internasional itu. Paula menilai, keputusan Venezuela itu sangat tidak proporsional hanya karena alasan keamanan.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional mendesak otoritas Venezuela mempertimbangkan kembali pencabutan izin tersebut enam maskapai penerbangan itu. Selain itu memperingatkan bahwa langkah itu semakin mengurangi konektivitas ke negara yang sudah termasuk paling tidak terkoneksi di kawasan tersebut.

Baca Juga : Israel dan Hamas Sepakati Gencatan Senjata Fase Pertama di Gaza, Presiden Turki Apresiasi Donald Trump

Perlu diketahui, meski tidak ada pencabutan izin operasi, maskapai penerbangan Air Europa dan Plus Ultra juga menangguhkan penerbangannya. Copa Airlines dan anak perusahaannya Wingo, tetap beroperasi ke Venezuela. Demikian juga maskapai domestik yang terbang ke Kolombia, Panama, dan Kuba.

Krisis maskapai penerbangan internasional ini terjadi di tengah pengerahan militer terbesar Amerika Serikat di Karibia dalam beberapa dekade. Hal itu sebagai bagian dari Operasi Southern Spear untuk memerangi perdagangan narkotika.

Gugus tugas kapal induk USS Gerald R. Ford berpatroli di dekat Venezuela. Pasukan Amerika Serikat melakukan setidaknya 21 serangan terhadap kapal yang diduga membawa narkotika. Sejak September lalu, setidaknya menewaskan 83 orang. Pada 27 November 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan melakukan operasi darat terhadap jaringan perdagangan narkotika di Venezuela. (trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Enam Maskapai Penerbangan Internasional Ini Terkena Pencabutan Izin Operasional Venezuela

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.