Minggu, 25 Oktober 2026
Breaking News
Konsolidasi PAN se-Jabar: Bima Arya Tekankan 3 Instruksi Ketum, Singgung Teka-teki Wabup Ciamis Bukan Sekadar Tempat Menginap, Kisah Hotel Grand Sunshine Soreang Berdayakan Warga Lokal hingga Bawa Hoki di Jalak Harupat Cegah Alih Fungsi LP2B, Anggota DPR RI Dadang Naser; Perlu Ada Kebijakan Pemerintah Daerah Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan Pegadaian Masuk 10 Besar BUMN Dengan Layanan Terbaik, Kanwil Jabar Perkuat Pengawasan Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Konsolidasi PAN se-Jabar: Bima Arya Tekankan 3 Instruksi Ketum, Singgung Teka-teki Wabup Ciamis Bukan Sekadar Tempat Menginap, Kisah Hotel Grand Sunshine Soreang Berdayakan Warga Lokal hingga Bawa Hoki di Jalak Harupat Cegah Alih Fungsi LP2B, Anggota DPR RI Dadang Naser; Perlu Ada Kebijakan Pemerintah Daerah Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan Pegadaian Masuk 10 Besar BUMN Dengan Layanan Terbaik, Kanwil Jabar Perkuat Pengawasan Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana
TrustJabar
Internasional
Penulis: Iman06 Sep 2025

Diaspora Indonesia di Inggris Unjuk Rasa

Diaspora Indonesia di Inggris berunjuk rasa  di pusat kota London, Jumat (5/9/2025) mengecam aksi kebrutalan polisi dan sikap acuh pemerintah.

Para diaspora Indonesia di Inggris, Jumat (5/9/2025) berunjuk rasa, di pusat Kota London. (foto: Ist)

Para diaspora Indonesia di Inggris, Jumat (5/9/2025) berunjuk rasa, di pusat Kota London. (foto: Ist)

trustjabar.com – Ratusan diaspora Indonesia di Inggris berkumpul dan berunjuk rasa  di pusat kota London, Jumat (5/9/2025). Mereka mengecam aksi brutal polisi terhadap para peserta unjuk rasa di Indonesia.

Selain itu, para diaspora tersebut mengecam sikap pemerintah karena tidak peduli terhadap kesulitan ekonomi rakyat. Pengunjuk rasa mendesak pemerintah Indonesia untuk memenuhi tuntutan #ResetIndonesia seperti suara masyarakat sipil di Indonesia.

Baca Juga: Polda Jawa Barat Amankan Pelaku Demonstrasi Berujung Kerusuhan di Bandung

“Kita menuntut agar perubahan sistematis yang bertujuan mengakhiri praktik-praktik korupsi!,” ungkap pengunjuk rasa Diaspora Indonesia dalam keterangan pers, Sabtu (6/9/2025).

Demonstrasi berlangsung dari pukul 14.30 BST (22.00 WIB) di Russell Square Gardens, WC1B 5EH. Aksi ini adalah bentuk solidaritas dengan warga di Indonesia dalam menghadapi kekerasan aparat saat menggunakan hak mereka untuk berunjuk rasa. 

Aksi ini juga respons atas kesulitan ekonomi di Indonesia yang meluas, seperti PHK massal, daya beli turun, dan banyaknya pengangguran. Rasa frustrasi publik bertambah dengan kenaikan tunjuangan dan gaji DPR. Keputusan ini sangat kontras dengan stagnasi upah sebagian besar warga dan rencana pemerintah untuk menerapkan skema pajak baru.

“Kami memprotes atas kekerasan terhadap pengunjuk rasa dan sikap acuh tak acuh dari para pemimpin kami. Keputusan pemerintah untuk menaikkan gaji mereka sendiri di saat rakyat menderita adalah sebuah penghinaan. Kami sepenuhnya mendukung tuntutan untuk #ResetIndonesia dan mendesak perubahan sistemik. Ini sangat penting demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, setara, dan empatik” seru salah seorang mahasiswa penyelenggara unjuk rasa.

Komunitas Diaspora Indonesia

Demonstrasi diselenggarakan secara kolektif oleh London Bergerak. Organisasi ini bagian dari gerakan solidaritas internasional yang lebih luas di bawah International Committee of Indonesia Bergerak/Komite Internasional Indonesia Bergerak.

Koalisi ini mencakup komunitas diaspora Indonesia di berbagai negara seperti Australia, Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Taiwan, Jepang, Korea, Singapura, Polandia, Swiss, Kanada, Norwegia, dan Denmark. Mereka  semuanya bersatu untuk menunjukkan bahwa perjuangan demi keadilan dan demokrasi di Indonesia melintasi batas-batas negara.

Baca Juga: Pasca-Penembakan Gas Air Mata, Rektor Unpas Pastikan Kampus Tetap Kondusif

Menurut juru bicara London Bergerak, Madina Arifah dalam keterangan pers, protes ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik Inggris dan media internasional terhadap krisis demokrasi dan ketidakadilan sistemik di Indonesia.

“Kita diaspora Indonesia di Inggris mengundang mengundang seluruh masyarakat, perwakilan media, dan penggiat HAM untuk bergabung dalam solidaritas, dengan total 250 orang yang berpartisipasi dalam aksi ini,” kata Madina Arifah. (Iman/trustjabar/R3)

Komentar

0 komentar untuk Diaspora Indonesia di Inggris Unjuk Rasa

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.