Kamis, 17 September 2026
Breaking News
Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung Ciparay Jadi Salah Satu Sentra Budidaya Ikan di Jawa Barat, Kembangkan Varietas Baru Ikan Nila Sumo STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung Ciparay Jadi Salah Satu Sentra Budidaya Ikan di Jawa Barat, Kembangkan Varietas Baru Ikan Nila Sumo STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang
TrustJabar
Hukum dan Kriminal Nasional
Penulis: Cep10 Des 2025

Pemilik dan Pegawai WO di Jakarta Jadi Tersangka Dugaan Penipuan

Polres Metro Jakarta Utara resmi menetapkan pemilik wedding organizer (WO) Ayu Puspita menjadi tersangka dalam dugaan kasus penipuan.

Polres Metro Jakarta Utara resmi menetapkan status tersangka kepada pemilik dan pegawai WO dalam dugaan penipuan. Foto: ilustrasi/

Polres Metro Jakarta Utara resmi menetapkan status tersangka kepada pemilik dan pegawai WO dalam dugaan penipuan. Foto: ilustrasi/

trustjabar.com – Polres Metro Jakarta Utara resmi menetapkan pemilik wedding organizer (WO) Ayu Puspita menjadi tersangka dalam dugaan kasus penipuan. Selain Ayu, polisi juga menetapkan status serupa kepada pegawai WO itu yang bernama Dimas Haryo Puspo. Kini, polisi sudah menahan kedua tersangka.

Baca Juga:  Korban Modus Penipuan Digital, Saldo SPPG Batujajar Pangauban Hampir Habis

Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol. Erick Frendriz menjelaskan, dalam kasus dugaan penipuan ini tersangka Ayu berperan sebagai penanggung jawab seluruh kegiatan WO. Sementara tersangka D Haryo Puspo, kata Erick, berperan membantu menjalankan layanan hingga berurusan dengan para calon pengantin.

“Penyidik juga masih mendalami peran ketiga orang lainnya dalam kasus ini. Saat ini, proses pemeriksaan terhadap 78 korban terus berjalan,” ungkap Erick dikutip tribratanews.

Erick menjelaskan, polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan mendalam kepada tiga orang lainnya dalam kasus dugaan penipuan WO di Jakarta itu. Saat ini, lanjut Eric, polisi masih mengumpulkan barang bukti.

Polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah para korban melaporkan pemilik WO ke Polres Metro Jakarta Utara atas kasus dugaan penipuan.

Polisi menerima 87 laporan dari para korban dan masih menghitung jumlah kerugian para korban. Pada Minggu (7/12/2025), sekitar 200 korban penipuan sempat menggeruduk kediaman Ayu di Jakarta Timur.

Kronologi Dugaan Penipuan Pemilik WO Hingga Dipolisikan ke Polres Metro Jakarta Utara

Dalam laporannya, polisi menerima pengaduan para korban jika pemilik WO mengingkari kesepakatan dengan tidak menghadirkan makanan pada hari pernikahan klien.

“WO itu sudah menerima uang dari para kliennya (korban) untuk melaksanakan acara resepsi. Namun, pada hari H-nya, tidak terlaksana sesuai kesepakatan. Salah satu contohnya yaitu makanan saat pesta tersebut tidak datang,” ujar Erick.

Baca Juga : Waspada! Aksi Penipuan Berkedok Aktivasi KTP Digital Sudah Telan Banyak Korban

Ia menambahkan, hingga saat ini masih banyak pihak yang berdatangan ke Polres Metro Jakarta Utara terkait kasus dugaan penipuan WO ini. Sebelumnya, Ayu Puspita viral di media sosial. Di akun Tiktok @ayupuspitadinanti1, berbagai komentar warganet yang mengaku korban menderita kerugian hingga Rp 20 miliar.

Bahkan, perbincangan di media sosial lainnya seperti Threads pun viral. Dalam potongan video itu, terlihat banyak orang yang riuh meminta pertanggungjawaban Ayu Puspita. Orang-orang itu pun berteriak meminta Ayu Puspita (tersangka dugaan penipuan WO di Jakarta) mengembalikan uang para korban. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Pemilik dan Pegawai WO di Jakarta Jadi Tersangka Dugaan Penipuan

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.