Senin, 25 Mei 2026
Breaking News
Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung
Ekonomi Internasional
Penulis: Cep 22 Feb 2026

Indonesia dan Dua Negara Berkembang Terbesar Dunia Tandatangani Kesepakatan Strategis Mineral Kritis

Tiga negara berkembang terbesar di dunia, salah satunya Indonesia, menandatangani serangkaian kesepakatan strategis mineral kritis.

Indonesia dan dua negara berkembang terbesar di dunia bersepakat menandatangani kesepakatan strategis mineral kritis. Foto: ilustrasi/net

Indonesia dan dua negara berkembang terbesar di dunia bersepakat menandatangani kesepakatan strategis mineral kritis. Foto: ilustrasi/net

trustjabar.com – Upaya mengurangi dominasi produk Tiongkok, tiga negara berkembang terbesar di dunia menandatangani serangkaian kesepakatan strategis mineral kritis. Tiga negara berkembang tersebut yakni Brazil, India, dan Indonesia. Kesepakatan strategis itu pun terjadi dalam rentang waktu kurang dari 48 jam. Dengan adanya penandatanganan kesepakatan strategis itu, akan mengubah peta rantai pasok global.

Baca Juga : IMF Segera Ketok Palu Pinjaman 8,1 Miliar Dolar Amerika Untuk Ukraina

Melansir dari berbagai sumber, pada Jumat (20/2/2026), Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART). Penandatanganan tersebut berlangsung di Washington DC. Salah satu poin utamanya adalah pembukaan akses mineral kritis Indonesia bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.

Sehari kemudian, Sabtu (21/2/2026), PM India Narendra Modi dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menandatangani pakta jenis mineral tersebut. Tak hanya itu penandatanganan itu juga terkait unsur tanah jarang di New Delhi, India.

Dalam dokumen ART, Indonesia berkomitmen menghapus pembatasan ekspor komoditi industri ke Amerika, termasuk mineral kritis. Mineral kritis itu seperti nikel, tembaga, kobalt, dan logam tanah jarang.

Kedua negara juga bersepakat mengintensifkan kerja sama dalam penambangan, pengolahan, dan produksi mineral kritis.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan, kesepakatan ini bukan berarti membuka kembali ekspor mentah. “Yang dimaksudkan di sini adalah mereka setelah melakukan pemurnian, kemudian hasilnya bisa ekspor,” ucap Bahlil di Washington DC.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, mineral yang mereka maksud yakni industri mineral. “Artinya, secondary processed,” ucap Airlangga.

Pandangan India Terkait Mineral Kritis

Sementara itu, di New Delhi, Modi mengayakan jika kesepakatan mineral kritis dengan Brasil sebagai langkah besar menuju membangun rantai pasok tangguh.

Presiden Lula yang tiba di India pada Rabu waktu setempat untuk kunjungan kenegaraan selama tiga hari. Ia menuturkan, peningkatan investasi dan kerja sama di bidang energi terbarukan adalah inti dari kesepakatan yang ingin mereka capai.

Baca Juga : AI DeepRare Akhiri Penantian Panjang Pasien Penyakit Langka, Akurasi Lampaui Standar Medis Global

“Peningkatan investasi dan kerja sama di bidang energi terbarukan dan mineral kritis, adalah inti dari kesepakatan terobosan yang kami capai,” katanya.

Sebagai informasi, Brasil memiliki cadangan jenis mineral ini, terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Menurut kantor berita EFE, kebijakan Brasil dalam kesepakatan ini menekankan bukan sekadar ekstraksi mineral, tetapi juga pemrosesan di dalam negeri.

Selain perjanjian mineral, kedua negara juga menargetkan peningkatan perdagangan bilateral hingga melampaui 20 miliar dolar Amerika dalam lima tahun ke depan.

Rangkaian kesepakatan ini terjadi di tengah upaya global mengurangi ketergantungan kepada Tiongkok, yang menguasai sekitar 90 persen pemrosesan unsur tanah jarang dunia. Amerika Serikat sendiri telah menandatangani 11 kerangka kerja mineral kritis bilateral baru pada awal Februari dalam konferensi tingkat menteri di Washington yang dihadiri 54 negara. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Indonesia dan Dua Negara Berkembang Terbesar Dunia Tandatangani Kesepakatan Strategis Mineral Kritis

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.