Senin, 01 Juni 2026
Breaking News
Tesla Kembali Rebut Posisi Puncak Kendaraan Listrik Global, Pangsa Pasar BYD Menukik Lebih dari Sekadar Pemanis Wajah, Mengungkap Fakta Unik dan Keajaiban Sensorik di Balik Kumis Kucing Pemkab Bandung Sudah Punya Perda Pesantren Namun Masih Gamang, Bupati Beberkan Alasannya Vintage Market Vol 5 Sajikan Barang Langka Bernilai Tinggi Pegadaian Jabar Salurkan 355 Paket Daging Kurban untuk Warga Bupati Bandung Anggap Penanganan Sedimentasi Dukung Efektivitas Pengendalian Banjir Sungai Citarum Gubernur Jawa Barat ‘Ngamumule’ Seni dan Budaya, Bupati Bandung Klaim Lakukan Hal Serupa Peringatan Bagi Kepala Sekolah di Jawa Barat, Gubernur Bakal Copot Jabatan Jika Lakukan Ini! FK3I Anggap Rencana Pembangunan PLTP Gunung Gede Pangrango Berpotensi Rusak Keanekaragaman Hayati Raih Prestasi Gemilang, Akankah Rencana Pembangunan Museum Persib Bandung Terwujud? Tesla Kembali Rebut Posisi Puncak Kendaraan Listrik Global, Pangsa Pasar BYD Menukik Lebih dari Sekadar Pemanis Wajah, Mengungkap Fakta Unik dan Keajaiban Sensorik di Balik Kumis Kucing Pemkab Bandung Sudah Punya Perda Pesantren Namun Masih Gamang, Bupati Beberkan Alasannya Vintage Market Vol 5 Sajikan Barang Langka Bernilai Tinggi Pegadaian Jabar Salurkan 355 Paket Daging Kurban untuk Warga Bupati Bandung Anggap Penanganan Sedimentasi Dukung Efektivitas Pengendalian Banjir Sungai Citarum Gubernur Jawa Barat ‘Ngamumule’ Seni dan Budaya, Bupati Bandung Klaim Lakukan Hal Serupa Peringatan Bagi Kepala Sekolah di Jawa Barat, Gubernur Bakal Copot Jabatan Jika Lakukan Ini! FK3I Anggap Rencana Pembangunan PLTP Gunung Gede Pangrango Berpotensi Rusak Keanekaragaman Hayati Raih Prestasi Gemilang, Akankah Rencana Pembangunan Museum Persib Bandung Terwujud?
TrustJabar
Ekonomi Pendidikan Wisata dan Budaya
Penulis: Iman07 Jan 2026

Digitalisasi Tenun Ikat Sumba Timur, Upaya Merawat Warisan Budaya Lewat e-Katalog

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Telkom University mengimplementasikan e-Katalog di Rumah Tenun Desa Patawang, Waingapu, Kab. Sumba Timur.

Pengandian kepada Masyarakat (PkM) Telkom University mendukung implementasi tenun ikat Sumba Timur melalui e-Katalog.

Pengandian kepada Masyarakat (PkM) Telkom University mendukung implementasi tenun ikat Sumba Timur melalui e-Katalog.

trustjabar.com - Di tengah arus modernisasi dan persaingan pasar yang kian ketat, keberlanjutan tenun ikat Sumba Timur menghadapi tantangan tersendiri. Bukan hanya soal mempertahankan keterampilan menenun, tetapi juga bagaimana pengetahuan tradisional dan nilai budaya yang melekat di setiap motif tetap terjaga dan relevan. Pada titik inilah peran teknologi menjadi jembatan antara tradisi dan masa depan.

Baca Juga: Digitalisasi Desa Wisata Jadi Kunci Penguatan Pariwisata Sumba Timur

Telkom University, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), mencoba mengambil peran tersebut dengan mengimplementasikan e-Katalog berbasis Knowledge Management di Rumah Tenun Desa Patawang, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, akhir tahun lalu.

Inisiatif ini upaya mendukung keberlanjutan industri tenun ikat lokal melalui pendekatan yang memadukan pelestarian budaya dan pemanfaatan teknologi digital.

Berbeda dari katalog digital pada umumnya, e-Katalog ini tidak hanya menampilkan produk tenun sebagai komoditas. Di dalamnya, tersimpan dokumentasi pengetahuan lokal yang mencakup motif, teknik menenun, filosofi, hingga proses produksi tenun ikat Sumba Timur. Dengan demikian, setiap kain tidak sekadar memiliki nilai barang jual beli, melainkan sebagai artefak budaya dengan narasi dan konteks yang menyertainya.

Tenun Ikat Sumba Timur  Warisan Bernilai Tinggi

Ketua tim pengabdian Telkom University, Prof. Augustina Asih Rumanti, menilai tenun ikat Sumba Timur sebagai warisan budaya bernilai tinggi. Semua pihak harus ikut menjaga keberlangsungannya warisan secara serius. Menurutnya, tantangan modernisasi menuntut pendekatan baru agar tradisi tidak terpinggirkan.

“Melalui e-Katalog berbasis Knowledge Management, kami berupaya membantu Rumah Tenun Desa Patawang mendokumentasikan pengetahuan tradisional sekaligus memperluas akses pasar. Harapannya, tenun ikat Sumba Timur dapat terus lestari secara budaya dan memiliki daya saing secara ekonomi,” ujar Augustina.

Selain sebagai sarana promosi, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas perajin dan pengelola Rumah Tenun dalam memanfaatkan teknologi digital secara berkelanjutan.

Akses informasi yang lebih luas memungkinkan produk tenun ikat menjangkau pasar nasional hingga internasional, dengan tetap mempertahankan narasi budaya yang memperkuat nilai autentiknya.

Bagi Telkom University, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Dengan menggabungkan inovasi teknologi dan pelestarian tradisi, digitalisasi tenun ikat diharapkan tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat setempat. (Iman/trustjabar/R3)  

Komentar

0 komentar untuk Digitalisasi Tenun Ikat Sumba Timur, Upaya Merawat Warisan Budaya Lewat e-Katalog

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.