Selasa, 26 Mei 2026
Breaking News
Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung
Daerah Bandung Raya Kesehatan
Penulis: Cep 06 Sep 2025

Tren Kasus Penyakit Kanker Payudara di Kota Bandung Cukup Mengkhawatirkan

Dinkes Kota Bandung, Jawa Barat, mengungkap tren kasus penyakit kanker payudara di Kota Bandung, cukup mengkhawatirkan.

Ilustrasi pemeriksaan kanker payudara. Dinkes Kota Bandung mengungkapkan, tren kasus kanker payudara di Kota Bandung, Jawa Barat, cukup mengkhawatirkan. Foto: net/

Ilustrasi pemeriksaan kanker payudara. Dinkes Kota Bandung mengungkapkan, tren kasus kanker payudara di Kota Bandung, Jawa Barat, cukup mengkhawatirkan. Foto: net/

trustjabar.com – Menjadi salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi secara nasional, tren kasus penyakit kanker payudara di Kota Bandung, Jawa Barat, cukup mengkhawatirkan. Saat ini, jumlah kasus penyakit ini mencapai 751 kasus dan 15 kasus kematian. Angka tersebut berdasarkan catatan temuan kasus pada 2024.

Baca Juga : Kota Bandung Masuk Jadi Salah Satu Daerah Tertinggi Angka Prevalensi TBC Menurut BPS

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sonny Adam mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Bandung, Sabtu (6/9/2025). Ia merinci, dari jumlah kasus kanker payudara itu terdiri dari 268 kasus baru dan 483 kasus lama.

“Secara nasional, kanker payudara ini menjadi penyebab kematian ketiga terbesar akibat penyakit tidak menular. Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat, pada 2024 jumlah kasus kanker payudara mencapai 268 kasus baru. Kemudian sebanyak 483 kasus lama dan ada 15 kasus kematian akibat penyakit tersebut,” tuturnya.

Sonny menuturkan, kanker payudara ini kerap menyerang perempuan usia produktif. Oleh karenanya, deteksi dini menjadi salah satu upaya pencegahan kanker payudara berkembang ke stadium lanjut.

“Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait penyakit kanker payudara ini. Sebab jika semakin cepat terdeteksi (kanker payudara), semakin tinggi pula pasien untuk sembuh," ungkapnya.

Baca Juga : Wali Kota Bandung Farhan Bakal Libatkan OPD Tindaklanjuti Data CKG Sekolah

Selain melakukan edukasi dan deteksi dini kanker payudara kepada masyarakat, pihaknya juga melakukan kampanye Periksa Payudara Sendiri (SADARI) secara masif. Dinas Kesehatan Kota Bandung, lanjut Sonny, melibatkan berbagai komunitas masyarakat dalam mengkampanyekan program SADARI ini. Hal itu untuk menekan angka kasus kanker payudara di Kota Bandung.

“Kampanye SADARI menjadi langkah paling sederhana bagi perempuan di Kota Bandung mengetahui potensi gejala (kanker payudara) sejak awal. Jika ada benjolan atau yang mencurigakan, segera melakukan pemeriksaan ke puskesmas. Melalui kesadaran yang tinggi, maka angka kematian karena kanker payudara ini bisa ditekan,” ucapnya. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Tren Kasus Penyakit Kanker Payudara di Kota Bandung Cukup Mengkhawatirkan

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.