Jumat, 11 September 2026
Breaking News
Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung Ciparay Jadi Salah Satu Sentra Budidaya Ikan di Jawa Barat, Kembangkan Varietas Baru Ikan Nila Sumo STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung Ciparay Jadi Salah Satu Sentra Budidaya Ikan di Jawa Barat, Kembangkan Varietas Baru Ikan Nila Sumo STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung
TrustJabar
Bandung Raya Daerah
Penulis: Adi16 Agt 2025

Tiga PMI Asal KBB Nasibnya Tak Jelas di Kamboja Usai Pecah Perang dengan Thailand

Tiga Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari KBB yang terjebak di  Kamboja hingga kini belum ada kepastian kapan akan kembali ke Indonesia.

Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), KBB, Dewi Andani. (Foto/Istimewa)

Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), KBB, Dewi Andani. (Foto/Istimewa)

trustjabar.com - Tiga Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terjebak di  Kamboja hingga kini belum ada kepastian kapan akan kembali ke Indonesia.

Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), KBB, Dewi Andani mengatakan tiga PMI itu berangkat non-prosedural resmi dan tidak terdata.

"Masih belum jelas kapan akan pulang ke Indonesia, mereka terjebak konflik antara Kamboja dengan Thailand," ucap Dewi saat kepada trustjabar.com, Sabtu (16/8/2025).

Baca Juga: Bendera One Piece Bersanding dengan Merah Putih Menghebohkan Warga KBB

Dewi menyebutkan hingga kini masih menunggu proses deportasi terhadap ketiganya. Namun belum ada kepastian saat ini mereka berada di mana. Hal ini  karena informasi dari pemerintah pusat dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja masih terbatas.

"Di Kamboja itu tidak ada penampungan, mungkin mereka cari tempat menetap sendiri," sambung Dewi.

Pihaknya sebelumnya telah menerima informasi adanya PMI ilegal asal KBB yang terdampak konflik Kamboja dengan Thailand. Mereka kehilangan pekerjaan hingga nasibnya kini terkatung-katung di Kamboja.

Keluarga PMI KBB

Informasi itu pertama kali disampaikan oleh pihak keluarga PMI tersebut. Bahwa ada keluarga mereka yang berada di Kamboja dan nasibnya terkatung-katung setelah pecah perang antara Kamboja dan Thailand beberapa waktu lalu.

Belum jelas dengan keberadaan ketiga warga KBB itu bekerja sebagai apa di Kamboja. Namun yang pasti, saat ini mereka sudah tidak bekerja di tempat sebelumnya karena sudah berhenti. "Jadi ya sekarang nasibnya enggak jelas di sana," imbuhnya.

Satu dari tiga warga Bandung Barat itu sebelumnya sempat mendapat pengamanan oleh pihak (Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kamboja. Namun mereka tidak bisa tinggal berlama-lama lantaran mereka menggunakan visa merupakan visa wisata.

"Sebab visa wisata, jadi mereka harus mencari penghidupan buat diri sendiri. Negara tidak bisa membantu, karena mereka bukan korban TPPO dan berangkat secara ilegal," pungkasnya.  (Adi H/trustjabar/R3)

Komentar

0 komentar untuk Tiga PMI Asal KBB Nasibnya Tak Jelas di Kamboja Usai Pecah Perang dengan Thailand

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.