Senin, 25 Mei 2026
Breaking News
Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung
Daerah Bandung Raya Kesehatan
Penulis: Adi 24 Sep 2025

Keracunan Massal MBG di Cipongkor Bandung Barat Kembali Terjadi!

Keracunan massal program MBG kembali terjadi di Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat, Jawa Barat. Ratusan siswa alami mual hingga kejang.

Keracunan massal program MBG kembali terjadi di Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat, Jawa Barat. Ratusan siswa alami mual hingga kejang. Foto: Adi/trustjabar

Keracunan massal program MBG kembali terjadi di Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat, Jawa Barat. Ratusan siswa alami mual hingga kejang. Foto: Adi/trustjabar

trustjabar.com - Kasus keracunan massal yang diduga dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), kembali terjadi di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Pada Rabu (24/9/2025), jumlah korban keracunan lebih banyak daripada sebelumnya, Selasa (23/9/2025).

Baca Juga : Ratusan Pelajar Bandung Barat Alami Keracunan Massal Menu MBG, Dinas Kesehatan Lakukan Uji Sampel

Sebelumnya, jumlah korban keracunan makanan program MBG terjadi di Desa Sirnagalih, Cipongkor, sebanyak 393 siswa. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipari, menjadi penyuplai makanan untuk siswa di Desa Sirnagalih.

Sedangkan kali ini, keracunan massal MBG menimpa siswa di Desa Sarinagen, Cipongkor. Penyuplai makanan MBG di desa ini yakni SPPG Pasirsaji. Adapun siswa yang mengalami keracunan yakni di SMK Karya Perjuangan, MTs dan MA Syarif Hidayatullah, Cipongkor. Sementara di Kecamatan Cihampelas, Bandung Barat, keracunan terjadi di SMK Negeri 1 Cihampelas.

Para korban keracunan makanan menu MBG di Kecamatan Cipongkor ini menjalani perawatan medis di beberapa fasilitas kesehatan. Di antaranya di Puskesmas Citalem, RSUD Cililin, dan Posko Kesehatan GOR Kecamatan Cipongkor.

Sebagai informasi, sebelum datangnya korban keracunan makanan menu MBG pelajar dari Desa Sarinagen, posko kesehatan Kecamatan Cipongkor sudah penuh sesak. Sebab, di posko ini juga turut melayani siswa keracunan makanan yang berasal dari Desa Sirnagalih.

Keracunan Massal MBG di Cipongkor dari Dapur SPPG Berbeda

Plt Kadisdik Bandung Barat Dadang A Supardan mengungkap, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan terkait kejadian luar biasa ini.

"Hasil monitoring dan laporan sementara korban keracunan lumayan banyak. Kami masih koordinasi dengan dinas kesehatan untuk penanganannya," kata Dadang.

Baca Juga : Kasus Keracunan Menu MBG di Bandung Barat Menyeruak, Benarkah Akibat Lemahnya Pengawasan?

Dadang mengaku, pihaknya belum mengetahui jumlah pasti korban keracunan makanan MBG di Cipongkor hari ini. Namun yang pasti, kata ia, para siswa mengeluhkan berbagai gejala seperti pusing, mual, hingga kejang-kejang setelah menyantap menu MBG.

Siswa yang mengalami keracunan massal MBG kali ini bersumber dari satu SPPG di wilayah Cipongkor. Namun bukan SPPG sebelumnya yang sudah ditutup sementara Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail.

"Jadi ini pasokan makanannya dari dapur SPPG yang berbeda dengan lokus dan sekolah yang berbeda dari yang kemarin. Informasinya ada siswa MI, SD, Mts dan MA, serta SMK," tutur Dadang. (Adi/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Keracunan Massal MBG di Cipongkor Bandung Barat Kembali Terjadi!

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.