Kamis, 09 Juli 2026
Breaking News
HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor TPPASR Legok Nangka Diharapkan Jadi Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Regional Gubernur Jawa Barat Tekankan Pentingnya ASN Layani Masyarakat Hingga ke Pelosok Ratusan Tim Sepak Bola Usia Dini Ikuti Danseskoad Cup 2026 di Bandung Wagub Jawa Barat Dorong Sektor Konstruksi Terus Berbenah HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor TPPASR Legok Nangka Diharapkan Jadi Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Regional Gubernur Jawa Barat Tekankan Pentingnya ASN Layani Masyarakat Hingga ke Pelosok Ratusan Tim Sepak Bola Usia Dini Ikuti Danseskoad Cup 2026 di Bandung Wagub Jawa Barat Dorong Sektor Konstruksi Terus Berbenah
TrustJabar
Daerah Bandung Raya
Penulis: Cep04 Mar 2026

Jika Dibiarkan, Galian Kabel di Kota Bandung Berpotensi Jadi Krisis Infrastruktur

Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Muhammad Farhan memberikan tenggat kepada pelaksana proyek galian kabel hingga 5 Maret 2026 harus bersih.

Galian kabel. Foto: ilustrasi/net

Galian kabel. Foto: ilustrasi/net

trustjabar.com – Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Muhammad Farhan memberikan tenggat kepada pelaksana proyek galian kabel. Farhan mengultimatum mereka harus merampungkan pekerjaannya paling lambat 5 Maret 2026.

Baca Juga : Garuda TV Hadir di Jawa Barat, Wakil Gubernur Titipkan Ini!

“Tanggal 5 Maret semua harus beres. Tanggal 6 Maret sudah mulus,” ucap Farhan dalam keterangan resminya.

Menurutnya, galian kabel yang belum tertutup rapih menimbulkan berbagai persoalan di lapangan. Mulai dari gangguan lalu lintas hingga risiko kecelakaan. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menjadi krisis infrastruktur di tengah kota.

Farhan menyatakan, telah memberikan teguran keras kepada PT Bandung Infra Investama (BII) sebagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.

Baginya, setiap pekerjaan galian kabel wajib memulihkan kembali kondisi jalan sesuai standar keselamatan dan kenyamanan warga. “Ini bisa menjadi krisis (jika pembiaran). Sekarang saja sudah menimbulkan berbagai macam masalah,” ujarnya.

Baca Juga : Ancaman Gempa Bumi Sesar Lembang, PVMBG Sarankan Ini!

Sebagian titik galian kabel ini berada dalam pengawasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Karena itu, Pemkot Bandung akan berkoordinasi dengan Pemprov Jabar dan Forkopimda untuk memastikan penyelesaiannya.

Terkait adanya korban akibat lubang galian, Farhan memastikan pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan dengan serius. Jika ada warga yang harus menjalani perawatan di rumah sakit, Pemkot Bandung akan memfasilitasi pembiayaan pengobatan di rumah sakit milik pemerintah daerah.

Sementara untuk kendaraan yang mengalami kerusakan, Pemkot masih melakukan penghitungan lebih lanjut.

“Kalau kendaraan yang rusak (karena galian kabel), kita masih perlu menghitung. Karena sebetulnya kendaraan itu harusnya di-cover oleh asuransi,” katanya. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Jika Dibiarkan, Galian Kabel di Kota Bandung Berpotensi Jadi Krisis Infrastruktur

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.