Minggu, 23 Agustus 2026
Breaking News
BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus Presiden Prabowo Apresiasi Laba Pegadaian Tumbuh 84,4 Persen dan Bisnis Emas Capai 153 Ton Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW Pegadaian Bantu Atasi Krisis Air Bersih di Pangalengan dan Revitalisasi Sanitasi Warga Riset KPID Jabar Temukan Perubahan Ekosistem Media Digital Pengaruhi Ketahanan Nasional InDrive Edukasi Ratusan Pelajar Bandung Jadi Pengguna Jalan yang Bertanggung Jawab Produk Ikan Lele Kabupaten Bandung Tembus Pasar Global Daftar Jadi Bakal Calon Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Berkomitmen Ini! BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus Presiden Prabowo Apresiasi Laba Pegadaian Tumbuh 84,4 Persen dan Bisnis Emas Capai 153 Ton Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW Pegadaian Bantu Atasi Krisis Air Bersih di Pangalengan dan Revitalisasi Sanitasi Warga Riset KPID Jabar Temukan Perubahan Ekosistem Media Digital Pengaruhi Ketahanan Nasional InDrive Edukasi Ratusan Pelajar Bandung Jadi Pengguna Jalan yang Bertanggung Jawab Produk Ikan Lele Kabupaten Bandung Tembus Pasar Global Daftar Jadi Bakal Calon Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Berkomitmen Ini!
TrustJabar
Daerah Nasional
Penulis: Cep22 Sep 2025

Jawa Barat Jadi Wilayah Terbanyak Kejadian Keracunan MBG

Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah korban paling banyak terjadi kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari menyebut Jawa Barat menjadi wilayah terbanyak kejadian keracunan MBG. Foto: ilustrasi/net

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari menyebut Jawa Barat menjadi wilayah terbanyak kejadian keracunan MBG. Foto: ilustrasi/net

trustjabar.com – Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah korban paling banyak terjadi kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut data Badan Gizi Nasional (BGN), jumlah korban keracunan di Jawa Barat itu terbanyak di Kabupaten Garut.

Baca Juga : Tren Kasus Penyakit Kanker Payudara di Kota Bandung Cukup Mengkhawatirkan

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari menyebutkan, pihaknya mengklaim menerima laporan dari BGN, Kemenkes, dan BPOM. Masing-masing instansi tersebut, kata ia, melaporkan ada lebih 5000 pelajar menjadi korban keracunan MBG.

Qodari merinci, data dari Kemenkes pada 16 September 2025 sedikitnya ada 60 kasus dengan 5.207 penderita. Kemudian laporan dari BPOM terjadi 55 kasus yang menyebabkan 5.320 pelajar keracunan berdasarkan data per 10 September 2025.

“Jawa Barat menjadi daerah paling banyak terjadinya kasus keracunan MBG. Puncak kejadian tertinggi pada Agustus 2025,” tuturnya di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Baca Juga : Menkes RI Luncurkan CKG Sekolah di Kota Bandung

Ia menegaskan, jika kasus keracunan ini bisa terantisipasi jika setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki sertifikasi jelas dari Kemenkes.

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan data yang ada, Garut menjadi wilayah terbanyak terjadinya kasus keracunan makan bergizi gratis ini. Total pelajar yang menjadi korban keracunan MBG di Garut mencapai 150 orang.

“Sebanyak 120 dari 150 pelajar (korban keracunan MBG) mengalami gejala serupa, yaitu muntah-muntah. Setelah mendapat perawatan, mereka langsung pulang. Sedangkan 30 orangnya lagi, sempat menjalani perawatan  medis. Namun keesokan harinya mereka bisa pulang,” ungkapnya. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Jawa Barat Jadi Wilayah Terbanyak Kejadian Keracunan MBG

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.