Selasa, 26 Mei 2026
Breaking News
Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung
Daerah Bandung Raya
Penulis: Cep 17 Mar 2026

Insiden Kanopi Beton Blok III Pasar Soreang Ambruk, Wakil Bupati Bandung; Dugaan Sementara dari Getaran Mesin Giling

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengungkapkan dugaan sementara penyebab kanopi beton di Blok III Pasar Soreang yang ambruk.

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengungkapkan dugaan sementara penyebab kanopi beton di Blok III Pasar Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang ambruk akibat getaran mesin penggilingan. Foto: Diskominfo Kab.Bandung/

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengungkapkan dugaan sementara penyebab kanopi beton di Blok III Pasar Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang ambruk akibat getaran mesin penggilingan. Foto: Diskominfo Kab.Bandung/

trustjabar.com – Terkait penyebab ambruknya kanopi beton di Blok III Pasar Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengungkapkan dugaannya. Meski demikian, ia menyerahkan pihak Polresta Bandung melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.

Baca Juga : Kanopi Beton Pasar Soreang Ambruk, 1 Orang Meninggal

Ali mengatakan, perlunya penyelidikan ini untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian atau tidak terkait struktur bangunan. Namun ia menilai, kondisi bangunan sebenarnya masih layak, hanya saja sering mendapatkan getaran yang cukup kuat yang bersumber dari mesin penggilingan.

“Kalau kita lihat sekilas, kelihatannya (bangunan) aman-aman saja karena pembangunannya pun tahun 2020. Tapi di situ (lokasi kejadian) ada beberapa kios yang mengoperasikan mesin penggilingan. Dugaan sementara, ini menimbulkan getaran cukup kuat. Untuk hasil pastinya, kita menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian,” ungkap Ali dalam keterangan resmi.

Sebelumnya, kanopi beton 13 kios di Pasar Soreang Blok III Penggilingan Tepung, Desa/Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung, ambruk. Kejadian itu terjadi pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Akibatnya, satu orang pria meninggal tertimpa material reruntuhan, sementara tiga korban lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Soreang. Selain menimpa penjual dan pengunjung pasar, ada lima motor dan satu mobil tertimpa reruntuhan.

Ali menegaskan, Pemkab Bandung akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung. Kemudian dengan  DPUTR Kabupaten Bandung termasuk pengelola Pasar Soreang juga perwakilan pedagang pasar.

“DPUTR Kabupaten Bandung akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi bangunan pasar secara keseluruhan. Jangan sampai dari kejadian ini merembet ke kios-kios lainnya. Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi kita semua,” ucapnya.

Kanopi Beton Ambruk, Bagaimana Nasib 13 Pedagang di Blok III Pasar Soreang?

Terkait upaya relokasi bagi 13 pedagang yang kiosnya tertimpa reruntuhan kanopi beton yang ambruk itu, Ali menjawab akan ia koordinasikan lebih lanjut.

Smeentara itu, perwakilan pengelola Pasar Soreang, PT Bangunbina Persada, Aditia mengatakan, pihaknya turut berduka atas insiden ini.

Baca Juga : Sampah Pasar Gedebage Kota Bandung Kembali Numpuk, Retribusi Dipungut Tiap Hari

Aditia mengatakan, untuk sementara 13 kios yang terdampak reruntuhan tersebut akan ditutup. Penutupan tersebut sampai ada hasil dari proses pemeriksaan dari pihak kepolisian maupun DPUTR.

“Untuk kondisi konstruksi, kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan terkait kelayakan bangunan demi keselamatan para pedagang dan pengunjung pasar. Tapi yang pasti, kami akan melakukan segala sesuatunya untuk penyelesaian permasalahan (kanopi beton ambruk di Blok III Pasar Soreang) ini. Termasuk memperhatikan hak-hak para pedagang yang meninggal maupun luka-luka,” ujarnya. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Insiden Kanopi Beton Blok III Pasar Soreang Ambruk, Wakil Bupati Bandung; Dugaan Sementara dari Getaran Mesin Giling

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.