Senin, 25 Mei 2026
Breaking News
Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung
Daerah Bandung Raya
Penulis: Cep 19 Nov 2025

Gubernur Jawa Barat Wacanakan Bakal Ambil Alih Jalan Desa

Agar pembangunannya bisa tertata optimal, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana akan mengambil alih ruas jalan desa.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mewacanakan akan mengambil alih jalan desa. Foto: Diskominfo Jabar/

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mewacanakan akan mengambil alih jalan desa. Foto: Diskominfo Jabar/

trustjabar.com – Agar pembangunannya bisa tertata optimal, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana akan mengambil alih ruas jalan desa. Rencana tersebut erat kaitannya dengan penuntasan masalah kesehatan seperti stunting di tengah warga desa.
Baca Juga : Perbaikan Jalan Strategis Kota Bandung Terkendala Cuaca dan Perubahan Anggaran

“Setelah data dari desa masuk ke saya, nanti saya telaah untuk merumuskan kebijakan. Bantuan keuangan infrastruktur desa nanti pembangunan jalannya akan kita ambil alih semuanya,” ungkapnya.

Dedi mengatakan, selama ini pembangunan jalan desa tidak sesuai yang ia harapkan. Hal itu lantaran pembangunan jalan tersebut gampang rusak. Jika pembangunan infrastruktur aksesibilitas itu oleh Pemprov Jabar, ia meyakini kualitasnya akan lebih baik.

“Belum juga dibangun tidak lama kemudian sudah rusak lagi. Saya tidak mau seperti itu. Ini untuk kepentingan masyarakat. Kalau nanti pembangunannya (jalan desa) oleh Pemprov Jawa Barat agar kualitasnya lebih baik. Kalaupun mau jalan beton, betonnya pabrikan,” ucapnya.

Gubernur menambahkan, setelah pengambilalihan pembangunan jalan desa selesai oleh Pemprov Jabar, maka urusan desa akan fokus menyelesaikan program kesehatan. Oleh sebab itu, Bappeda Jawa Barat akan menentukan besaran biaya recovery program-program kesehatan warga di desa.
Baca Juga : Sidak Dua Lokasi Perbaikan Jalan, DPRD Bandung Barat Temukan Fakta Mengejutkan!

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta kota/kabupaten menyiapkan anggaran untuk perbaikan jalan mencapai 7,5 persen dari total APBD. Alasannya, jika alokasi anggaran perbaikan jalan di bawah 7,5 persen, maka kondisi jalan akan tetap rusak. Ia mengatakan, kewajiban alokasi untuk pembangunan jalan ini akan ia perkuat melalui penerbitan keputusan gubernur.

Alokasi anggaran ini, lanjut Dedi, sangat penting. Hal itu mengingat warga di desa sering mengeluhkan kerusakan jalan meski kewenangan jalan itu bukan di provinsi. Kewajiban alokasi ini, menurut Dedi, menuntut daerah memprioritaskan anggaran infrastruktur daripada belanja yang tidak bermanfaat langsung kepada masyarakat.

“Masyarakat tidak bisa membedakan mana jalan provinsi, kota, kabupaten, atau desa. Setiap ada jalan rusak, warga sering mengadunya ke saya,” katanya. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Gubernur Jawa Barat Wacanakan Bakal Ambil Alih Jalan Desa

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.