Rabu, 13 Mei 2026
Breaking News
DLH Catat Degradasi Lahan di Kabupaten Bandung Mencapai 37,7 Ribu Hektare Hardiknas 2026, Pegadaian Jabar Beri Beasiswa “Gold Generation” untuk 10 Siswa SMK Bina Warga Lindungi UMKM, Kemendag Revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 13 Tahun 2026 Percepat Pembangunan JDU, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung Targetkan 1000 SR Baru Air Bersih di Dua Desa Raperda BMD Gagal Masuk Agenda Paripurna, Bamus DPRD Kabupaten Bandung Buka Suara Raperda BMD Tersandera di Meja Bamus DPRD Kabupaten Bandung, Gagal Diparipurnakan? Ditanya Proses Penanganan Dugaan Kasus Korupsi PT BDS, Kepala Kejari Kabupaten Bandung Irit Bicara Pengembangan Pariwisata di Jawa Barat Wajib Terapkan Prinsip Keberlanjutan Bencana Hidrometeorologi Masih Hantui Beberapa Wilayah di Indonesia Pemprov Jawa Barat Kembali Raih Penghargaan Kemendagri di Hari Otonomi Daerah DLH Catat Degradasi Lahan di Kabupaten Bandung Mencapai 37,7 Ribu Hektare Hardiknas 2026, Pegadaian Jabar Beri Beasiswa “Gold Generation” untuk 10 Siswa SMK Bina Warga Lindungi UMKM, Kemendag Revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 13 Tahun 2026 Percepat Pembangunan JDU, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung Targetkan 1000 SR Baru Air Bersih di Dua Desa Raperda BMD Gagal Masuk Agenda Paripurna, Bamus DPRD Kabupaten Bandung Buka Suara Raperda BMD Tersandera di Meja Bamus DPRD Kabupaten Bandung, Gagal Diparipurnakan? Ditanya Proses Penanganan Dugaan Kasus Korupsi PT BDS, Kepala Kejari Kabupaten Bandung Irit Bicara Pengembangan Pariwisata di Jawa Barat Wajib Terapkan Prinsip Keberlanjutan Bencana Hidrometeorologi Masih Hantui Beberapa Wilayah di Indonesia Pemprov Jawa Barat Kembali Raih Penghargaan Kemendagri di Hari Otonomi Daerah
Daerah Bandung Raya
Penulis: Vil 21 Okt 2025

DPRD Kota Bandung Usulkan Rekayasa Jalan  di Lokasi Lampu Lalu Lintas Penyebab Macet

Terdapat sejumlah faktor penyebab kemacetan di Kota Bandung, di antaranya, ruas jalan yang tidak bertambah serta pendek

Anggota DPRD Kota Bandung Abdri Rusmana usulkan rekayasa jalan di titik kemacetan.  (Foto: Avila/trustjabar)

Anggota DPRD Kota Bandung Abdri Rusmana usulkan rekayasa jalan di titik kemacetan. (Foto: Avila/trustjabar)

trustjabar.com -  Terdapat sejumlah faktor penyebab kemacetan di Kota Bandung . Di antaranya, ruas jalan yang tidak bertambah serta pendek dengan 100 meter terdapat lampu lalu lintas (traffic light).

Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana hal tersebut menjadi salah satu faktor teknis penyebab kemacetan.

Baca Juga:: Pemprov Jabar Sambut Baik Rencana PT KBP  Bantu Kemacetan di Bandung Barat

"Tapi kalau kita lihat lebih luas, penyebab kemacetan di Kota Bandung juga karena tata ruang dan manajemen lalu lintas. Kebijakan antar intansi belum sinkron. Lampu lalu lintas yang terlalu rapat itu sebenarnya bisa atur ulang melalui rekayasa lalu lintas berbasis area. Bukan titik per titik seperti sekarang," ujarnya di Gedung DPRD Kota Bandung, Senin (20/10/2025).

Selain itu, lanjut Andri, pertumbuhan kendaraan yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan. Kurangnya transportasi publik yang efektif, dan perilaku pengguna jalan juga jadi penyumbang utama kemacetan.

Oleh karena itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menilai perlu koordinasi lebih kuat antara Dinas Perhubungan, Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung, serta dinas terkait dalam penanganan macet. Termasuk mengevaluasi sistem lampu lalu lintas agar lebih adaptif terhadap arus kendaraan dan waktu puncak.

"Kita di DPRD siap mendorong hal ini melalui rapat kerja dan evaluasi program transportasi perkotaan, supaya solusi yang diambil bukan tambal sulam tapi terpadu dan berkelanjutan," pungkasnya. (Vil/trustjabar/R3)

Komentar

0 komentar untuk DPRD Kota Bandung Usulkan Rekayasa Jalan  di Lokasi Lampu Lalu Lintas Penyebab Macet

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.