Jumat, 10 Juli 2026
Breaking News
HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor TPPASR Legok Nangka Diharapkan Jadi Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Regional Gubernur Jawa Barat Tekankan Pentingnya ASN Layani Masyarakat Hingga ke Pelosok Ratusan Tim Sepak Bola Usia Dini Ikuti Danseskoad Cup 2026 di Bandung Wagub Jawa Barat Dorong Sektor Konstruksi Terus Berbenah HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor TPPASR Legok Nangka Diharapkan Jadi Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Regional Gubernur Jawa Barat Tekankan Pentingnya ASN Layani Masyarakat Hingga ke Pelosok Ratusan Tim Sepak Bola Usia Dini Ikuti Danseskoad Cup 2026 di Bandung Wagub Jawa Barat Dorong Sektor Konstruksi Terus Berbenah
TrustJabar
Daerah Bandung Raya
Penulis: Cep18 Nov 2025

Baru Sembilan dari Ratusan SPPG di Kabupaten Bandung Kantongi SLHS

Hingga saat ini baru sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengantongi SLHS.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menegaskan, hingga saat ini baru sembilan SPPG di wilayahnya yang sudah mengantongi SLHS. Foto: ilustrasi/

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menegaskan, hingga saat ini baru sembilan SPPG di wilayahnya yang sudah mengantongi SLHS. Foto: ilustrasi/

trustjabar.com – Hingga saat ini baru 9 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Padahal, saat ini jumlah SPPG di Kabupaten Bandung mencapai ratusan unit yang tersebar di beberapa lokasi.

Baca Juga : Pernyataan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal Soal Ahli Gizi Menuai Kontroversi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Yuli Irnawaty membenarkan baru 9 SPPG di Kabupaten Bandung yang sudah mengantongi SLHS itu. Ia menegaskan, meski saat ini upaya sertifikasi terus berlangsung, namun baru sedikit SPPG yang berhasil memenuhi seluruh persyaratan kelaikan. Namun, ia tidak merinci SPPG mana saja yang sudah mengantongi sertifikasi tersebut.

“Saat ini ada 123 SPPG di Kabupaten Bandung masih menempuh proses pengurusan SLHS. Jumlah SPPG yang sudah memenuhi syarat dan mengantongi sertifikat baru sembilan SPPG,” ungkapnya, Senin (17/11/2025).

Ia juga mengakui terdapat beberapa kendala yang menyebabkan sebagian besar SPPG di Kabupaten Bandung belum mendapatkan SLHS. Di antaranya yaitu syarat pelatihan bagi penjamah makanan yang belum terpenuhi.

“Untuk mendapatkan SLHS ini, SPPG wajib melatih minimal 50 persen dari total penjamah makanan. Misalnya di SPPG itu jumlah penjamah makanannya ada 50 orang. Maka yang harus mengikuti pelatihan minimal 25 orang,” tuturnya.

Namun yang terjadi di lapangan, kata Yuli, baru 10 hingga 15 orang dari jumlah penjamah makanan di SPPG yang mendapat pelatihan. SPPG tidak bisa mengirimkan jumlah minimal penjamah makanan karena dapur harus tetap beroperasi. Sehingga, lanjut ia, SPPG hanya bisa mengirimkan penjamah makanan itu secara bergiliran.

Kendala Lain SPPG Kantongi Belum Kantongi SLHS

Selain masih terbatasnya jumlah penjamah makanan di SPPG yang mendapat pelatihan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung itu pun mengungkapkan kendala lainnya. Kendala itu yakni lamanya pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga : Video Kontroversinya Viral di Media Sosial, Cucun Ahmad Syamsurijal Sampaikan Klarifikasi

“Kendala lain yang memperlambat SPPG mengantongi SLHS yaitu pemeriksaan laboratorium yang lama. Seperti pemeriksaan kualitas air minum, peralatan memasak, air bersih, dan makanan yang membutuhkan waktu 14 hari kerja. Itu pun turut memengaruhi penerbitan SLHS,” ucapnya.

Namun demikian, ia menegaskan proses penerbitan SLHS ini terus berjalan sesuai prosedur. Hal itu agar pelaksanaan program MBG berjalan lancar dan aman. Pihaknya bersama dinas terkait lainnya di Kabupaten Bandung terus melakukan pengawasan untuk memastikan agar setiap SPPG memenuhi standar baku.

“Pengawasan ini tidak hanya menjadi kewenangan dinas kesehatan saja, tetapi juga dins terkait lainnya. Seperti Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung yang memeriksa bahan baku pangan. Dengan adanya upaya ini, kami berharap lebih banyak SPPG yang dapat segera melengkapi persyaratan pemenuhan SLHS,” ujarnya. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Baru Sembilan dari Ratusan SPPG di Kabupaten Bandung Kantongi SLHS

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.