Minggu, 25 Oktober 2026
Breaking News
Konsolidasi PAN se-Jabar: Bima Arya Tekankan 3 Instruksi Ketum, Singgung Teka-teki Wabup Ciamis Bukan Sekadar Tempat Menginap, Kisah Hotel Grand Sunshine Soreang Berdayakan Warga Lokal hingga Bawa Hoki di Jalak Harupat Cegah Alih Fungsi LP2B, Anggota DPR RI Dadang Naser; Perlu Ada Kebijakan Pemerintah Daerah Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan Pegadaian Masuk 10 Besar BUMN Dengan Layanan Terbaik, Kanwil Jabar Perkuat Pengawasan Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Konsolidasi PAN se-Jabar: Bima Arya Tekankan 3 Instruksi Ketum, Singgung Teka-teki Wabup Ciamis Bukan Sekadar Tempat Menginap, Kisah Hotel Grand Sunshine Soreang Berdayakan Warga Lokal hingga Bawa Hoki di Jalak Harupat Cegah Alih Fungsi LP2B, Anggota DPR RI Dadang Naser; Perlu Ada Kebijakan Pemerintah Daerah Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan Pegadaian Masuk 10 Besar BUMN Dengan Layanan Terbaik, Kanwil Jabar Perkuat Pengawasan Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana
TrustJabar
Bandung Raya Daerah
Penulis: Cep31 Jul 2025

Bangun Kepercayaan Publik, Badan Bank Tanah Ingin Pengelolaan Aset Negara Makin Akuntabilitas dan Transparan

Dalam membangun kepercayaan publik, Badan Bank Tanah harapkan pengelolaan aset negara terutama tanah, harus semakin akuntabel dan transparan.

Untuk membangun kepercayaan publik, Badan Bank Tanah mengharapkan pengelolaan aset negara semakin akuntabel dan transparan. Foto: R.Deny/trustjabar

Untuk membangun kepercayaan publik, Badan Bank Tanah mengharapkan pengelolaan aset negara semakin akuntabel dan transparan. Foto: R.Deny/trustjabar

trustjabar.com - Badan Bank Tanah memandang agar pengelolaan aset negara terutama tanah, harus semakin akuntabilitas dan transparan. Hal tersebut melalui adanya penyerahan Pedoman Akuntansi kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Kepala Badan Bank Tanah, Parman Nataatmadja menuturkan, pihaknya tak ingin penyerahan Pedoman Akuntansi ke BPK RI ini sekadar seremonial. Melainkan memiliki tujuan untuk mendukung tata kelola kelembagaan agar lebih profesional. Hal itu pun, kata Parman, seusai memenuhi standar pelaporan keuangan yang berlaku. Ia menegaskan, komitmen Badan Bank Tanah agar seluruh proses audit pengelolaan keuangan bisa berjalan secara akurat dan transparan.

"Penyerahan Pedoman Akuntansi ini bukan simbolis saja. Ini bagi kami untuk membangun kepercayaan publik maupun kepastian akuntabilitas pengelolaan aset Negara. Terutama tanah negara yang Badan Bank Tanah kelola," kata Parman di Aula MM Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (30/7/2025).

Lebih lanjut, Parman menyebut, Pedoman Akuntansi ini bisa menjadi referensi penting untuk Badan Bank Tanah saat melakukan praktik akuntansi dengan tertib. Serta sinkron dengan prinsip good governance atau tata kelola yang baik dan benar. Mengingat, penyusunan Pedoman Akuntansi ini melibatkan beberapa akademisi dari Unpad, yang tentunya memiliki kompetensi dan kapabilitas. Sebab, integritas tata kelola keuangan harus lahir dari fondasi keilmuan yang kuat.

Baca Juga : Gerakan Pangan Murah Bapanas Ludes di Serbu Warga Baleendah, Kabupaten Bandung

"Keterlibatan para akademisi ini tentunya bisa menguatkan akurasi teknis pedoman ini. Bahkan, mereka bisa memberikan perspektif objektif yang mendalam, sehingga substansinya semakin kaya," ujarnya.

Anggota III BPK RI, Akhsanul Khaq menuturkan, pihaknya berkeinginan kinerja manajemen Badan Bank Tanah semakin baik dengan adanya Pedoman Akuntansi. Apabila hal itu sudah terwujud, ia yakin pengelolaan tanah di Indonesia menjadi lebih baik karena proses pemeriksaan aset dan lainnya, semakin sederhana dan ringkas.

"Masalah tanah ini tentunya banyak, seperti catatannya bagian, aset tetap atau bukan. Jadi kami simpel dalam pemeriksaan karena sudah kondisi maupun kriteria. Kami selalu menyertakan rekomendasi saat memeriksa, jadi ini bisa sebagi rujukan agar perbaikkannya bisa segera mungkin," kata Akhsanul.

Jadi Bagian Penting Badan Bank Tanah

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Akuntansi Unpad, Poppy Sofia Koeswayo berujar, Pedoman Akuntansi ini menjadi penting bagi Badan Bank Tanah. Sebab, lembaga ini membutuhkan acuan yang komprehensif terhadap pengelolaan dan transaksi yang terjadi.

Mengingat, ada tanah yang mempunyai karakteristik khusus, sehingga membutuhkan perlakuan akuntansi. "Pedoman Akuntansi ini bisa mengurangi risiko kesalahan maupun kekeliruan mengenai pengakuan, pengukuran, serta pelaporan aset," ujar Poppy. (Cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Bangun Kepercayaan Publik, Badan Bank Tanah Ingin Pengelolaan Aset Negara Makin Akuntabilitas dan Transparan

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.