Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana
Untuk meminimalkan dampak buruk, Bupati telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung memberikan edukasi mitigasi risiko kepada masyarakat.

Tanggul irigasi longsor di Kutawaringin, Kabupaten Bandung, beberapa waktu lalu. Pemkab Bandung terus mengintensifkan langkah antisipasi dan mitigasi bencana guna menghadapi masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Foto: dok. BPBD Kab.Bandung/
trustjabar.com - Pemerintah Kabupaten Bandung terus mengintensifkan langkah antisipasi dan mitigasi bencana guna menghadapi masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk bersiaga penuh dalam menekan risiko bencana alam dan ancaman kesehatan.
Baca Juga : Kasus TBC di Kabupaten Bandung Meningkat, Tercatat Pada 2025 Sebanyak 15 Ribu Temuan
Kondisi tanah yang mengering dan pecah-pecah selama musim kemarau, kata Dadang, dinilai berpotensi besar memicu erosi serta tanah longsor ketika curah hujan mulai turun. Salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus terkait antisipasi potensi bencana tersebut adalah kawasan Kutawaringin.
Untuk meminimalkan dampak buruk, Bupati telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung memberikan edukasi mitigasi risiko kepada masyarakat. Langkah ini difokuskan pada daerah-daerah yang rawan mengalami pergerakan tanah atau gempa.
Sebagai tindak lanjut nyata di lapangan, pihak BPBD telah menyelenggarakan program pelatihan mitigasi bencana yang bertempat di daerah Pangalengan.
Kesiapsiagaan juga ditekankan kepada para pejabat kewilayahan. Dadang Supriatna menginstruksikan seluruh camat untuk tidak meninggalkan wilayah tugas masing-masing di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Apabila seorang camat terpaksa harus keluar dari wilayahnya, lanjut Dadang, yang bersangkutan diwajibkan untuk melapor terlebih dahulu agar pemerintah dapat menyiapkan langkah antisipasi dan personel pengganti yang siaga di lapangan.
Antisipasi Ancaman Kesehatan dan Penyebaran Virus
Selain fokus pada mitigasi bencana alam, Bupati Bandung mengklaim, Pemerintah Kabupaten Bandung juga mewaspadai ancaman kesehatan pada masa peralihan musim ini. Peralihan cuaca panas ke musim penghujan, kata ia, membawa perubahan udara yang dikhawatirkan dapat memicu penyebaran virus dan wabah penyakit.
Baca Juga : Dinkes Jawa Barat Reaktivasi 1,9 Juta Peserta PBI BPJS JKN di Tingkat Kabupaten Kota
Terkait hal ini, Dadang menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung untuk segera melakukan fogging atau pengasapan pada lokasi-lokasi yang terdeteksi memiliki genangan air. Hal tersebut agar tidak terjadi kasus demam berdarah dengue (DBD) yang diakibatkan gigitan nyamuk aedes aegypti.
Selain itu, kata Dadang, ia juga mengimbau masyarakat proaktif membersihkan lingkungan dan mewaspadai munculnya genangan air di sekitar tempat tinggal.
“Mengingat kondisi udara dan cuaca yang tidak bisa diprediksi, Pemkab Bandung mengimbau masyarakat umum serta anak-anak sekolah untuk tidak terlena. Warga diminta tetap waspada dan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” ucapnya.
Sebagai bentuk optimalisasi layanan, kata bupati, informasi aktual mengenai kesehatan dan kebencanaan telah diintegrasikan ke dalam sebuah aplikasi kesehatan milik pemerintah daerah.
“Sistem ini diharapkan dapat memudahkan pemantauan kondisi masyarakat, termasuk untuk mempercepat penanganan urusan rawat inap bagi warga yang membutuhkan,” tutur Dadang. (cep/trustjabar.com/R1)













Komentar
0 komentar untuk Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.