Rabu, 09 September 2026
Breaking News
Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung Ciparay Jadi Salah Satu Sentra Budidaya Ikan di Jawa Barat, Kembangkan Varietas Baru Ikan Nila Sumo STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung Ciparay Jadi Salah Satu Sentra Budidaya Ikan di Jawa Barat, Kembangkan Varietas Baru Ikan Nila Sumo STIE IBMT Surabaya Pertahankan Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dari MCorp & MarkPlus Institute Polemik Tarif Masuk Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, DPRD Kabupaten Bandung Dorong Bupati Terbitkan Surat Edaran Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung
TrustJabar
Daerah Bandung Raya
Penulis: Vil28 Okt 2025

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkot Bandung Patroli 24 Jam

Pemkot Bandung, Jawa Barat, melakukan patroli 24 jam di titik rawan menghadapi potensi cuaca ekstrem seiring tingginya intensitas hujan.

Wali Kota Bandung, M Farhan menegaskan, Pemkot Bandung terus melakukan upaya antisipasi dalam memitigasi bencana cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat. Foto: ist/

Wali Kota Bandung, M Farhan menegaskan, Pemkot Bandung terus melakukan upaya antisipasi dalam memitigasi bencana cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat. Foto: ist/

trustjabar.com - Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, melakukan patroli 24 jam titik rawan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Selain itu, Pemkot Bandung juga bakal memperbaiki berbagai saluran air serta tanggul di sejumlah titik rawan tersebut.

Baca Juga : Pemkot Bandung Terus Upayakan Atasi Persoalan Banjir

Pemkot Bandung mengklaim, upaya tersebut bentuk antisipasi terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang yang mulai marak terjadi di wilayah Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengemukakan, dalam beberapa hari terakhir sejumlah kejadian hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Seperti longsor dan pohon tumbang terjadi di berbagai kawasan, terutama di daerah yang berada di tepi sungai.

“Saya sudah membaca berbagai laporan di Kota Bandung. Setiap hari, sejak tiga hari terakhir, terjadi longsor. Terutama di pemukiman yang ada di sempadan sungai,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Selasa (28/10/2025).

Farhan mengatakan, kondisi cuaca ekstrem tersebut bukan hanya terjadi di Kota Bandung, melainkan juga terjadi di berbagai daerah lain. Bahkan, BMKG pun telah memprediksi kejadian ini.

“Fenomena ini terjadi di seluruh Indonesia. Karena itu, kami melakukan patroli 24 jam tanpa henti dan memperbaiki semua tali-tali air. Saat ini yang paling bisa kita lakukan adalah memastikan semua saluran dan pembuangan air berfungsi dengan baik,” ungkapnya.

Mitigasi Bencana Cuaca Ekstrem, Pemkot Bandung Lakukan Upaya Ini!

Upaya pembersihan dan perbaikan saluran air, kata Farhan, sebenarnya telah Pemkot Bandung lakukan sejak Maret lalu. Terutama ketika intensitas hujan tinggi terjadi bertepatan saat Ramadan. Saat itu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung melakukan normalisasi berbagai saluran air untuk mencegah genangan.

Menurutnya, tantangan terbesar saat terjadi cuaca ekstrem di wilayah Kota Bandung. Tantangan itu adalah tingginya tingkat erosi di kawasan pegunungan sekitar Bandung, seperti Gunung Tangkuban Parahu dan Manglayang. Kondisi ini menyebabkan sedimentasi atau pengendapan tanah di saluran air kota meningkat tajam.

Baca Juga : Antispasi Musim Hujan, OPD Kota Bandung Harus Tingkatkan Koordinasi

“Tingkat erosi dari daerah pegunungan luar biasa tinggi, sehingga sedimentasi di saluran pembuangan Kota Bandung cukup besar. Akibatnya, saat hujan deras turun, air dari hulu mengalir deras ke Bandung. Akibatnya menyebabkan beberapa tanggul jebol, kirmir rusak, serta tanah longsor,” ungkapnya.

Farhan menegaskan, saat ini fokus utama Pemkot Bandung saat tingginya intensitas hujan akibat cuaca ekstrem. Hal tersebut adalah memastikan tidak ada korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi. Penanganan cepat di lapangan, lanjut Farhan, pihaknya perlu melakukan perbaikan tanggul dan saluran yang jebol. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor bila menemukan potensi bahaya.

“Kami langsung perbaiki yang bisa kita selesaikan, terutama yang membahayakan warga. Kita semua harus siaga pisan. Cuaca ekstrem ini belum berakhir," ungkap Wali Kota Bandung itu. (Vil/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkot Bandung Patroli 24 Jam

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.