Selasa, 27 Oktober 2026
Breaking News
Konsolidasi PAN se-Jabar: Bima Arya Tekankan 3 Instruksi Ketum, Singgung Teka-teki Wabup Ciamis Bukan Sekadar Tempat Menginap, Kisah Hotel Grand Sunshine Soreang Berdayakan Warga Lokal hingga Bawa Hoki di Jalak Harupat Cegah Alih Fungsi LP2B, Anggota DPR RI Dadang Naser; Perlu Ada Kebijakan Pemerintah Daerah Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan Pegadaian Masuk 10 Besar BUMN Dengan Layanan Terbaik, Kanwil Jabar Perkuat Pengawasan Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Konsolidasi PAN se-Jabar: Bima Arya Tekankan 3 Instruksi Ketum, Singgung Teka-teki Wabup Ciamis Bukan Sekadar Tempat Menginap, Kisah Hotel Grand Sunshine Soreang Berdayakan Warga Lokal hingga Bawa Hoki di Jalak Harupat Cegah Alih Fungsi LP2B, Anggota DPR RI Dadang Naser; Perlu Ada Kebijakan Pemerintah Daerah Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan Pegadaian Masuk 10 Besar BUMN Dengan Layanan Terbaik, Kanwil Jabar Perkuat Pengawasan Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana
TrustJabar
Nasional
Penulis: Cep19 Sep 2025

Gempa M6,6 Guncang Nabire Papua Tengah, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi dengan magnitudo (M)6,6 terjadi di wilayah Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada hari ini, Jumat (19/9/2025).

Gempa berkekuatan M6,6 mengguncang Nabire Papua Tengah pada Jumat (19/9/2025) dini hari. BNPB mengungkapkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Foto: ilustrasi/

Gempa berkekuatan M6,6 mengguncang Nabire Papua Tengah pada Jumat (19/9/2025) dini hari. BNPB mengungkapkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Foto: ilustrasi/

trustjabar.com - Gempa bumi dengan magnitudo (M)6,6 terjadi di wilayah Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada hari ini, Jumat (19/9/2025). Fenomena itu memicu adanya guncangan kuat.

Baca Juga : Pekan Kedua September 2025, BNPB Catat Ada 24 Kejadian Bencana di Indonesia

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerangkan, warga panik setelah merasakan gempa kuat. Guncangan berlangsung selama 2 hingga 3 detik di Kabupaten Nabire. Warga setempat panik dan keluar rumah untuk mengantisipasi dampak gempa. BPBD Kabupaten Nabire segera melakukan pemantauan di lapangan pascagempa.

Kepala BNPB, Suharyanto menuturkan, parameter gempa tercatat berkekuatan M6,6 terjadi pada pukul 01.19 WIB. Pusat gempa berada di 29 kilometer barat laut Nabire dengan kedalaman 24 kilometer. Berdasarkan pemodelan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Pascagempa, Pusdalops BNPB melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Nabire untuk mendapatkan informasi situasi terkini. Saya telah menginstruksikan jajaran BNPB agar terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Kami juga menyiapkan dukungan sumber daya apabila sewaktu-waktu dibutuhkan pemerintah daerah,” ujar Suharyanto dalam keterangannya, Jumat (19/9/2025) siang.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan menuturkan, pihaknya segera mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) menuju lokasi gempa di Nabire. Langkah ini dilakukan untuk mendampingi BPBD dalam kaji cepat situasi dan dampak sehingga kebutuhan logistik dasar permakanan dan non-permakanan dapat diperoleh secara cepat.

BNPB menyiagakan pengiriman bantuan logistik dasar yang kuantitasnya akan menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Selain itu, upaya penanganan tanggap darurat lainnya akan menyesuaikan dengan dampak di lapangan, serta situasi tanggap darurat yang akan ditetapkan pemerintah daerah.

Kondisi Terkini di Nabire Setelah Gempa Bumi Mengguncang, Sempat Terjadi Aftershock

Berdasarkan informasi awal, kata Suharyanto, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian itu. Sementara itu, terdapat informasi mengenai rumah warga terdampak. Sejumlah pantauan awal juga menyebutkan kaca pecah di fasilitas umum bandara, plafon roboh di kantor bupati, satu unit jembatan putus, serta jaringan listrik dan telekomunikasi terputus.

Baca Juga : BMKG Stasiun Bandung Ungkap tak Semua Segmen Sesar Lembang Aktif

“Situasi terkini pasca gempa bumi di Nabire, sudah kondusif, aman terkendali. Kami tetap akan menerjunkan TRC ke Nabire untuk memberikan pendampingan pemerintah daerah setempat,” katanya.

Hingga pukul 11.00 WIB, kata Suharyanto, gempa bumi susulan (aftershock) telah mencapai 53 kali. Dari data tersebut, ada sebanyak 3 gempa bumi berskala cukup besar, namun tidak menyebabkan dampak signifikan.

Pihaknya mengingatkan warga setempat agar tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Dengan melihat kejadian masa lalu, gempa bumi berskala M6,4 pernah mengguncang wilayah Nabire pada 2004. Dari kejadian itu, merenggut 32 orang meninggal dan 213 lainnya mengalami luka-luka.

“Kita patut waspada. Pada tahun 2004 pernah terjadi (gempa) di Nabire berkekuatan M6,4. Banyak memakan korban jiwa meninggal dunia dan kerusakan infrastruktur,” ungkap Suharyanto. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Gempa M6,6 Guncang Nabire Papua Tengah, Tidak Berpotensi Tsunami

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.