Sabtu, 25 Juli 2026
Breaking News
Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor
TrustJabar
Nasional
Penulis: Cep30 Agt 2025

Apa Pemicu Aksi Demonstrasi Kian Meluas di Sejumlah Daerah di Indonesia?

Beginilah awal rentetan aksi demonstrasi yang berawal di Gedung DPR RI hingga terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Aksi demonstrasi berakhir ricuh di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jumat (29/8/2025). Foto: R Denny/trustjabar

Aksi demonstrasi berakhir ricuh di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jumat (29/8/2025). Foto: R Denny/trustjabar

trustjabar.com – Rentetan aksi demonstrasi yang berawal di Gedung DPR RI pada Kamis (28/8/2025), terjadi di sejumlah daerah di Indonesia pada Jumat (29/8/2025). Tuntutan aksi demo di Jakarta pada hari pertama atau Kamis mengusung isu perburuhan dengan tema HOSTUM.

Baca Juga : Propam Polri Amankan Tujuh Anggota Brimob Tragedi Pejompongan

Pada hari yang sama, setelah aksi demonstrasi buruh selesai, giliran mahasiswa yang melakukan aksinya. Mereka menyoroti soal isu pendidikan, biaya hidup yang tinggi, dan kritik terhadap kebijakan pemerintahan saat ini.

Skala aksi terus meluas. Hingga pada akhirnya, terjadi tragedi Pejompongan yang menewaskan pengemudi ojek online Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis milik Brimob. Pada Jumat (29/8/2025), aksi demonstrasi lanjutan pun kembali terjadi di ibu kota daerah.

Tidak hanya di Jakarta, aksi lanjutan juga terjadi di Bandung dan Semarang. Pada aksi lanjutan ini, massa aksi demonstrasi dari berbagai elemen termasuk mahasiswa menuntut keadilan atas kasus Affan Kurniawan.

Di Jakarta, pengemudi ojol melakukan aksinya ke Mako Brimob Kwitang. Sempat terjadi ketegangan antara pendemo dengan aparat. Massa aksi melempari dengan batu dan petasan. Kemudian aparat membalasnya dengan gas air mata.

Aksi Demonstrasi di Luar Jakarta, Sejumlah Fasilitas Publik Rusak

Di Bandung, massa aksi demonstrasi menggeruduk Gedung Sate dan DPRD Jawa Barat. Sejumlah fasilitas publik rusak selama aksi ini. Bahkan ada aset milik MPR RI yang berada tepat di depan Gedung DPRD Jawa Barat, terbakar. 

Selain itu, satu unit mobil yang berada di depan Gedung DPRD Jawa Barat pun turut terbakar di tengah kerumunan massa. Pada Jumat malam, petugas pemadam kebakaran pun berupaya memadamkan kobaran api. Dari informasi yang beredar, selain rumah yang merupakan aset MPR RI, kebakaran juga terjadi di belakang mess MPR RI.

Baca Juga : Sadis! Rantis Brimob Tabrak dan Lindas Pengendara Ojol, Korban Dinyatakan Meninggal

Di Surabaya, aksi demonstrasi juga terjadi di sekitar Grahadi dan Taman Bungkul. Satu unit sepeda motor terbakar dan pos polisi dirusak. Kemudian di Solo, massa aksi menggeruduk Mako Brimob Pelopor. Sejumlah fasilitas rusak. Perwakilan pengemudi ojol menuntut agar pelaku dalam tragedi Pejompongan Jakarta, mendapat hukuman seberat-beratnya. Kemudian di Makassar, massa aksi mendatangi kantor DPRD. Sejumlah fasilitas pun tak luput dari amukan massa.

Dari catatan redaksi, sebenarnya aksi demonstrasi ini terjadi sejak 25 Agustus 2025 dan kemudian meluas. Pemicunya yakni isu gaji dan tunjangan DPR yang berlebihan di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit. Aksi pun meluas atas tindakan represif aparat dalam tragedi Pejompongan yang menewaskan Affan. Hal tersebut menimbulkan gelombang protes di beberapa daerah di Indonesia. (cep/trustjabar.com)

Komentar

0 komentar untuk Apa Pemicu Aksi Demonstrasi Kian Meluas di Sejumlah Daerah di Indonesia?

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.