Selasa, 26 Mei 2026
Breaking News
Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung
Internasional
Penulis: Cep 10 Des 2025

Jepang Percepat Langkah Mitigasi Bencana Setelah Gempa M7,5 Mengguncang

Jepang mempercepat langkah mitigasi bencana setelah gempa berkekuatan 7,5 magnitudo (sebelumnya M7,6) mengguncang timur laut negara tersebut.

Petugas berupaya mengevakuasi mobil di jalan yang amblas akibat guncangan gempa di Jepang. Pemerintah Jepang mempercepat langkah mitigasi bencana setelah gempa M7,5 mengguncang negara tersebut. Foto: net/

Petugas berupaya mengevakuasi mobil di jalan yang amblas akibat guncangan gempa di Jepang. Pemerintah Jepang mempercepat langkah mitigasi bencana setelah gempa M7,5 mengguncang negara tersebut. Foto: net/

trustjabar.com - Jepang mempercepat langkah mitigasi bencana setelah gempa berkekuatan 7,5 magnitudo (sebelumnya M7,6) mengguncang timur laut negara tersebut pada Senin (8/12/2025) malam. Kejadian itu memicu peringatan tingkat tertinggi dari Badan Meteorologi Jepang (JMA) bahwa gempa lebih besar dapat terjadi.

Baca Juga : Gempa Bumi M7,6 Guncang Jepang, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Melansir media setempat, NHK, gempa itu berpusat di lepas pantai Prefektur Aomori pada kedalaman 54 kilometer. Akibat gempa itu, setidaknya 30 orang mengalami luka-luka dan memicu tsunami setinggi 70 sentimeter.

PM Jepang Sanae Takaichi segera membentuk satuan tugas darurat dan memperingatkan kemungkinan terjadinya gempa serupa atau bahkan lebih kuat. JMA, mengeluarkan peringatan pertama kalinya untuk wilayah pesisir Hokkaido dan Sanriku.

“Mendesak warga tetap waspada sepanjang minggu mendatang dan menyiapkan rencana evakuasi,” kata Sanae Takaichi.

Profesor Yoshihiro Hiramatsu dari Universitas Kanazawa menjelaskan, kemungkinan penyebab gempa tersebut. Ia mengatakan, gempa terjadi akibat lempeng tektonik yang belum pecah sejak gempa dahsyat Tohoku pada 2011, yang menyimpan potensi energi besar.

Gempa terbaru ini mempertegas kekhawatiran pemerintah Jepang terhadap potensi gempa dahsyat di Palung Nankai. Palung ini merupakan zona subduksi sepanjang 800 kilometer di lepas pantai Pasifik Jepang.

Pada Januari 2025, panel pemerintah merevisi probabilitas gempa besar di Palung Nankai dalam 30 tahun ke depan menjadi 75 hingga 82 persen. Probabilitas itu naik dari estimasi sebelumnya.

Pemerintah Tokyo memperkirakan gempa berkekuatan magnitudo 9 dan tsunami berikutnya dapat menyebabkan hingga 298.000 kematian dan kerusakan mencapai 2 triliun dolar AS. Pada Juli 2025, Dewan Manajemen Bencana Pusat Jepang memperbarui rencana mitigasi dengan target menurunkan jumlah korban jiwa hingga 80 persen. Namun evaluasi menunjukkan langkah-langkah yang telah diambil sejak 2014 baru mampu menurunkan potensi korban sekitar 20 persen.

Jepang Perkuat Infrastruktur Tahan Gempa

Jepang terus memperkuat infrastruktur dengan teknologi canggih untuk menghadapi ancaman gempa besar di Tokyo dan wilayah urban lainnya. Tokyo Skytree, menara setinggi 634 meter, dirancang dengan sistem peredam sentral yang berfungsi sebagai penyeimbang saat terjadi gempa. Demikian halnya juga dengan kereta cepat Shinkansen yang lengkap dengan sistem deteksi gempa otomatis. Sistem deteksi ini dapat menghentikan kereta dan memutus aliran listrik.

Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Erupsi, PVMBG Tetapkan Status Waspada

Rencana mitigasi terbaru menitikberatkan pembangunan tanggul, peningkatan ketahanan infrastruktur, dan latihan evakuasi rutin di 723 wilayah rawan yang diperluas pada 2025. Menghadapi ancaman gempa, pemerintah Jepang juga berkomitmen melakukan inspeksi tahunan.

Inspeksi ini turut melibatkan para ahli untuk memastikan upaya mitigasi terlaksana dengan baik di lapangan. Masyarakat Jepang juga mendapat pengetahuan sejak dini tentang kesiapsiagaan gempa. Hal itu dengan latihan rutin di sekolah dan kampanye penyiapan perlengkapan darurat di rumah. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Jepang Percepat Langkah Mitigasi Bencana Setelah Gempa M7,5 Mengguncang

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.