Selasa, 27 Oktober 2026
Breaking News
Konsolidasi PAN se-Jabar: Bima Arya Tekankan 3 Instruksi Ketum, Singgung Teka-teki Wabup Ciamis Bukan Sekadar Tempat Menginap, Kisah Hotel Grand Sunshine Soreang Berdayakan Warga Lokal hingga Bawa Hoki di Jalak Harupat Cegah Alih Fungsi LP2B, Anggota DPR RI Dadang Naser; Perlu Ada Kebijakan Pemerintah Daerah Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan Pegadaian Masuk 10 Besar BUMN Dengan Layanan Terbaik, Kanwil Jabar Perkuat Pengawasan Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Konsolidasi PAN se-Jabar: Bima Arya Tekankan 3 Instruksi Ketum, Singgung Teka-teki Wabup Ciamis Bukan Sekadar Tempat Menginap, Kisah Hotel Grand Sunshine Soreang Berdayakan Warga Lokal hingga Bawa Hoki di Jalak Harupat Cegah Alih Fungsi LP2B, Anggota DPR RI Dadang Naser; Perlu Ada Kebijakan Pemerintah Daerah Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan Pegadaian Masuk 10 Besar BUMN Dengan Layanan Terbaik, Kanwil Jabar Perkuat Pengawasan Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana
TrustJabar
Daerah Bandung Raya Sorot
Penulis: Cep09 Okt 2025

Dugaan Skandal Bancakan APBD Bandung Barat Mencuat, Benarkah Lantaran Mahar Politik?

Dugaan skandal bancakan APBD di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kembali memanas di balik proses rotasi-mutasi pejabat.

gambar ilustrasi dugaan skandal bancakan APBD Bandung Barat oleh oknum pejabat tertentu.

gambar ilustrasi dugaan skandal bancakan APBD Bandung Barat oleh oknum pejabat tertentu.

trustjabar.com – Dugaan skandal bancakan APBD di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kembali memanas di balik proses rotasi-mutasi pejabat. Dugaan adanya mahar politik dan permainan APBD Bandung Barat, kini kian meruncing. Hal itu menyusul ada upaya pihak tertentu yang berusaha menyelipkan petugas pembuat komitmen (PPK) di sejumlah dinas.

Baca Juga : Pemotongan Tunjangan Kinerja ASN Kabupaten Bandung Berpotensi Turunkan Motivasi Kerja Pelayanan Publik

Sebuah rekaman berdurasi 24 detik, menguatkan dugaan adanya syahwat kekuasaan tersebut. Dalam rekaman itu, mengarah kepada salah satu nama yakni AE yang kini menjabat sebagai pejabat tinggi di lingkungan Pemkab Bandung Barat. Dugaan menyelipkan PPK di sejumlah dinas itu agar skenario bancakan anggaran di Bandung Barat berjalan mulus.

Sumber internal menjelaskan, dugaan skandal bancakan APBD ini bermula dari kebutuhan dana besar seorang pejabat tinggi yang pernah menjabat Pj Bupati Bandung Barat. Pejabat tersebut diduga menggelontorkan dana hingga miliaran rupiah untuk mengamankan posisi strategis melalui jalur tidak resmi. Tujuannya agar posisi strategis itu bisa pejabat itu pertahankan dan nantinya bisa menjadi pejabat definitif. Namun ironisnya, sumber itu menyebutkan, jika mahar politik itu belum lunas hingga sekarang. Akhirnya, APBD pun menjadi sumber tutupan.

Adanya dugaan skandal bancakan APBD Bandung Barat turut menyita perhatian pegiat antikorupsi. Aktivis anti korupsi Bilal Alfariz menuturkan, upaya menyelinapkan PPK titipan itu menjadi salah satu alasan kuat utak-atik anggaran.

“Ada pos anggaran siluman dalam DPA (dokumen pelaksanaan anggaran) yang tidak pernah muncul dalam pembahasan DPRD dan persetujuan Gubernur Jawa Barat. Pos anggaran ini muncul misterius saat pencetakan DPA. Menandakan adanya intervensi sistematis dari TAPD (tim anggaran pemerintah daerah),” kata Bilal, belum lama ini.

Dugaan Skandal Bancakan APBD Bandung Barat, Publik Tunggu Tindakan Tegas Bupati

Di balik manuver birokrasi ini, lanjut Bilal, muncul dugaan keterlibatan seorang pengusaha yang konon bisa menjamin kelangsungan skenario bancakan APBD Bandung Barat. Muncul juga dugaan pengusaha itu juga ikut mengurus penghentian proses hukum atas dugaan kasus korupsi APBD Perubahan Bandung Barat.

Baca Juga : Transfer Dana Pusat Dipangkas Rp300 Miliar, Tukin ASN Bandung Barat Terancam Efisiensi

“Kalau benar terjadi intervensi, ini bukan sekadar pelanggaran etika. Akan tetapi ini sudah sabotase kepercayaan publik,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Bilal juga mendesak Bupati Bandung Barat segera mengambil sikap tegas. Sebab, diamnya kepala daerah hanya akan menimbulkan persepsi membiarkan praktik kotor di sekitarnya. Publik menanti sikap tegas bupati menindak skandal bancakan utak-atik APBD Bandung Barat.

“Publik menanti sikap tegas bupati menindak tegas praktik-praktik kotor seperti ini. Kami berharap agar situasi seperti ini bisa segera berakhir,” katanya. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Dugaan Skandal Bancakan APBD Bandung Barat Mencuat, Benarkah Lantaran Mahar Politik?

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.