Jumat, 03 April 2026
Breaking News
Inilah Alasan Pasirnanjung Sumedang Jadi Wilayah Binaan Pertama Program Pegadaian Peduli Desa Video Dampak Gempa Bumi Tektonik yang Mengguncang Kota Bitung Sulawesi Utara Gempa Bumi Tektonik M7,6 di Kota Bitung, Seorang Warga Meninggal dan Beberapa Infrastruktur Rusak Bandung Bedas Expo 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Lokal Kabupaten Bandung PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Salurkan Bantuan Serentak ke Berbagai Panti Sosial Wakil Ketua DPRD Berikan Beberapa Catatan Krusial dalam Penyampaian Nota LKPJ Bupati Bandung Penyegaran Birokrasi, Bupati Bandung Kembali Lakukan Rotasi Mutasi ASN Awal April 2026 Gunung Semeru Kembali Tunjukan Aktivitas Vulkanik 16 Kali Gempa Letusan Melalui Raperda Pengelolaan BMD, DPRD Kabupaten Bandung Tekankan Optimalisasi Aset Daerah Jelang Musda Golkar Jawa Barat 2026, Ahmad Hidayat dan Daniel Mutaqien Muncul Jadi Kandidat Calon Ketua Partai Inilah Alasan Pasirnanjung Sumedang Jadi Wilayah Binaan Pertama Program Pegadaian Peduli Desa Video Dampak Gempa Bumi Tektonik yang Mengguncang Kota Bitung Sulawesi Utara Gempa Bumi Tektonik M7,6 di Kota Bitung, Seorang Warga Meninggal dan Beberapa Infrastruktur Rusak Bandung Bedas Expo 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Lokal Kabupaten Bandung PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Salurkan Bantuan Serentak ke Berbagai Panti Sosial Wakil Ketua DPRD Berikan Beberapa Catatan Krusial dalam Penyampaian Nota LKPJ Bupati Bandung Penyegaran Birokrasi, Bupati Bandung Kembali Lakukan Rotasi Mutasi ASN Awal April 2026 Gunung Semeru Kembali Tunjukan Aktivitas Vulkanik 16 Kali Gempa Letusan Melalui Raperda Pengelolaan BMD, DPRD Kabupaten Bandung Tekankan Optimalisasi Aset Daerah Jelang Musda Golkar Jawa Barat 2026, Ahmad Hidayat dan Daniel Mutaqien Muncul Jadi Kandidat Calon Ketua Partai
Daerah Bandung Raya Pojok Lingkungan
Penulis: adi 21 Sep 2025

Cuaca Ekstrem, BPBD Cimahi Minta Warga Waspada Bencana Banjir dan Longsor

Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, membuat sejumlah wilayah di Kota Cimahi terkena bencana khususnya banjir dan longsor.

BPBD Cimahi, Jawa Barat, meminta warga mewaspadai terjadinya bencana banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem. Foto: ilustrasi/net

BPBD Cimahi, Jawa Barat, meminta warga mewaspadai terjadinya bencana banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem. Foto: ilustrasi/net

trustjabar.com - Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, membuat sejumlah wilayah di Kota Cimahi terkena bencana khususnya banjir dan longsor. Seperti yang terjadi pada Rabu (17/9/2025) sore, hujan deras  menyebabkan bencana banjir dan longsor. Akibatnya puluhan rumah warga terdampak, dan beberapa keluarga terpaksa mengungsi.

Baca Juga : Cuaca Hujan Ekstrem Intai Wilayah Barat Indonesia, BNPB Berikan Warning Antisipasi Bencana

"Dengan kondisi sekarang ini, cuaca berubah-ubah cepat (ekstrem). Kami minta warga agar tetap waspada terhadap bencana hidrometeorologi," kata Kepala Pelaksana BPBD Cimahi, Fithriandy Kurniawan, Sabtu (20/9/2025).

Pihaknya mengingatkan warga Cimahi tetap waspada terhadap potensi bencana dari terjadinya cuaca ekstrem ini. Ia juga menegaskan, warga agar tetap mewaspadai bencana susulan, terutama di daerah rawan banjir dan longsor.

Seperti di Kecamatan Cimahi Selatan dan Cimahi Utara. Selain kontur tanahnya tidak rata, kata Fithriandy, di kawasan tersebut juga termasuk kawasan padat penduduk. Apalagi ada sejumlah kawasan yang akses jalannya susah terakses kendaraan roda empat.

"Ya itu juga jadi kendala di lapangan. Makanya kita imbau warga waspada dan segera lapor petugas dan mengungsi ke tempat aman ketika ada potensi bencana," ujarnya.

Baca Juga : BMKG Stasiun Bandung Ungkap tak Semua Segmen Sesar Lembang Aktif

Lebih lanjut, ia menambahkan, pada kejadian Rabu lalu, banjir menerjang kawasan Kelurahan Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah akibat cuaca ekstrem. Ketinggian permukaan banjir mencapai 30 sentimeter dan masuk ke rumah warga.

Hal serupa terjadi di Kelurahan Padasuka tepatnya di Jalan Padasuka Indah, RT 07/13. Akibatnya 38 warga terdampak. Penyebabnya karena drainase yang tidak mampu menampung debit air yang meluap. Adapun longsor terjadi di Jalan Kebon Manggu, menimpa tiga rumah warga. Sebanyak 13 orang harus mengungsi ke rumah kontrakan sementara. Kerugian akibat longsor ini mencapai Rp 15 juta.

"Selain terjadinya hujan deras akibat cuaca ekstrem, penyebab banjir di Cimahi kebanyakan karena drainase tidak berfungsi optimal dan juga faktor sedimentasi," tuturnya. (Adi /trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Cuaca Ekstrem, BPBD Cimahi Minta Warga Waspada Bencana Banjir dan Longsor

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.