Rabu, 10 Juni 2026
Breaking News
LLDIKTI IV Resmi Cabut Sanksi Administratif Stikom Bandung Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Siapkan Posko Pengaduan SPMB Pegadaian Timor Leste Tumbuh Pesat, Kanwil Jabar Siap Perkuat Dukungan Operasional Pemprov Jawa Barat Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang Dampak El Nino Ekstrem Pemkab Bandung Menjamin Pelaksanaan SPMB 2026 Terhindar Praktik Pungli Wajib Tahu, Berikut Ini Tahapan Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026 di Kabupaten Bandung Tesla Kembali Rebut Posisi Puncak Kendaraan Listrik Global, Pangsa Pasar BYD Menukik Lebih dari Sekadar Pemanis Wajah, Mengungkap Fakta Unik dan Keajaiban Sensorik di Balik Kumis Kucing Pemkab Bandung Sudah Punya Perda Pesantren Namun Masih Gamang, Bupati Beberkan Alasannya Vintage Market Vol 5 Sajikan Barang Langka Bernilai Tinggi LLDIKTI IV Resmi Cabut Sanksi Administratif Stikom Bandung Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Siapkan Posko Pengaduan SPMB Pegadaian Timor Leste Tumbuh Pesat, Kanwil Jabar Siap Perkuat Dukungan Operasional Pemprov Jawa Barat Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang Dampak El Nino Ekstrem Pemkab Bandung Menjamin Pelaksanaan SPMB 2026 Terhindar Praktik Pungli Wajib Tahu, Berikut Ini Tahapan Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026 di Kabupaten Bandung Tesla Kembali Rebut Posisi Puncak Kendaraan Listrik Global, Pangsa Pasar BYD Menukik Lebih dari Sekadar Pemanis Wajah, Mengungkap Fakta Unik dan Keajaiban Sensorik di Balik Kumis Kucing Pemkab Bandung Sudah Punya Perda Pesantren Namun Masih Gamang, Bupati Beberkan Alasannya Vintage Market Vol 5 Sajikan Barang Langka Bernilai Tinggi
TrustJabar
Serba Serbi Wisata dan Budaya
Penulis: Cep09 Agt 2025

Mengenal Kuliner Tradisional Khas Jawa Barat! Tantangan dan Upaya Pelestariannya

Tak hanya terkenal karena alamnya yang indah dan kekayaan budayanya, namun Jawa Barat juga terkenal dengan kuliner tradisional.

Karedok, salad khas Sunda ini menjadi salah satu kuliner tradisional Jawa Barat yang masih bertahan hingga saat ini. Foto: ist/net

Karedok, salad khas Sunda ini menjadi salah satu kuliner tradisional Jawa Barat yang masih bertahan hingga saat ini. Foto: ist/net

trustjabar.com – Jawa Barat tak hanya terkenal karena alamnya yang indah dan kekayaan budayanya namun juga karena kuliner tradisional yang menggugah selera. Meski zaman berubah dan selera generasi muda bergeser, beberapa kuliner tradisional ini tetap bertahan. Makanan tradisional ini seolah menjadi simbol kelezatan yang tak lekang oleh waktu. Lalu, kenapa kuliner-kuliner ini bisa bertahan hingga saat ini?

Mengutip dari beberapa sumber, makanan tradisional Jawa Barat memiliki citarasa yang segar, sedikit manis, dan dominan oleh rasa asam serta pedas. Bahan-bahannya pun mayoritas berasal dari alam sekitar.

Baca Juga : FAKTA UNIK! Keunikan Gurita tak Hanya Mampu Berkamuflase, Inilah Ragam Kemampuan Lainnya!

Selain dari cita rasanya, keunikan lainnya dari kuliner tradisional Jawa Barat ini juga memiliki teknik memasak tersendiri. Misalnya penggunaan alat masak seperti hawu (tungku dari tanah liat) dan kukusan bumbu yang masih bisa kita temukan di beberapa daerah pedesaan. Teknik memasak dengan cara bakar, kukus, atau rebus, masih dijaga agar rasa autentik makanan tetap terjaga.

Makanan tradisional Jawa Barat bukan sekadar soal rasa, tapi juga erat kaitannya dengan budaya. Banyak makanan khas Jawa Barat yang hanya bisa kita lihat saat ritual adat, acara keluarga besar, dan hari-hari penting lainnya.

Bagi yang tinggal di perkotaan, mungkin kita sedikit kesulitan menjumpai makanan tradisional ini. Tapi jangan khawatir, saat ini banyak rumah makan sengaja menyediakan makanan tradisional ini sebagai daya tarik mereka. Akan tetapi, banyak juga warga di perkotaan sengaja hunting kuliner hingga pedesaan lantaran ingin mencicipi  rasa autentik makanan tradisional Jawa Barat ini.

Inilah Kuliner Tradisional Jawa Barat yang Masih Bertahan

Beberapa makanan tradisional Jawa Barat yang masih bisa kita jumpai saat ini di antaranya sebagai berikut;

  •  Nasi liwet

Nasi liwet berasal dari wilayah Sunda dengan ciri khas nasi gurih yang dimasak dengan santan. Lengkap tersaji bersama ayam kampung, tahu, tempe, sambal, dan lalapan. Nasi ini, dulunya menjadi makanan khas saat panen. Nasi liwet biasanya tersaji dalam keadaan panas di atas daun pisang yang dibentangkan panjang (liwetan). Ini menciptakan nuansa kebersamaan yang hangat.

Baca Juga : FAKTA UNIK! Menguak Sejarah Mesin Ketik, Cikal Bakal Revolusi Komunikasi

  • Sate Maranggi

Sate khas Purwakarta ini begitu terkenal dengan masih banyak penggemarnya hingga saat ini. Banyak warung sate Maranggi yang buka dari pagi hingga malam. Terutama di sepanjang jalan utama Purwakarta dan Cikampek. Bumbu khasnya yang manis gurih tanpa kuah kacang, membuat makanan tradisional Jawa Barat ini berbeda dengan sate lainnya. Biasanya, sate Maranggi tersaji dengan ketan bakar dan acar segar.

  • Surabi

Surabi khas Bandung, kini banyak varian topping, namun versi tradisionalnya dengan kuah oncom atau gula merah. Hingga saat ini, pecinta kuliner masih banyak mencari surabi versi tradisional.

  • Lotek dan Karedok

Dua kuliner tradisional Jawa Barat ini adalah saladnya khas Sunda. Namun, perbedaan mencolok dari lotek dan karedok yakni dari cara penyajiannya. Jika cara saji lotek dengan merebus dulu sayurannya, namun sayuran karedok justru tersaji mentah. Persamaan bumbu pelengkap lotek dan karedok ini yakni sambal kacang.

  • Peuyeum

Peuyeum terbuat dari singkong yang melalui proses fermentasi. Peuyeum ini bukan hanya makanan ringan, melainkan juga buah tangan khas Bandung yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

  • Mie Kocok

Dengan kuah kaldu sapi kental, kikil yang lembut, serta irisan daun bawang dan bawang goreng, mie kocok adalah comfort food sejati di Kota Bandung.

Upaya Jaga Eksistensi Makanan Khas Jawa Barat di Tengah Perkembangan Zaman

Di tengah hingar-bingar perkembangan zaman, tentunya banyak pihak yang berupaya tetap menjaga eksistensi kuliner khas Jawa Barat ini. Bukan sekadar menjaga warisan kuliner pendahulu melainkan memiliki tujuan agar generasi muda pun mengenal beragam makanan tradisional ini.

Di era perkembangan digital saat ini, peran media sosial pun memiliki andil penting untuk memperkenalkan kuliner tradisional kepada generasi milenial dan Gen Z.  Selain itu, perlu juga dukungan pemerintah daerah menjaga eksistensi pelaku UMKM kuliner tradisional Jawa Barat agar mereka tetap bisa bersaing di tengah perkembangan zaman.

Komentar

0 komentar untuk Mengenal Kuliner Tradisional Khas Jawa Barat! Tantangan dan Upaya Pelestariannya

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.