Selasa, 26 Mei 2026
Breaking News
Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung
Serba Serbi
Penulis: Cep 15 Sep 2025

FAKTA UNIK! Kisah Kecil di Balik si Kendaraan Mungil Bernama Bemo

Bemo, kendaraan mungil ini pernah jadi primadona transportasi di masa kejayaannya. Kini, eksistensi bemo memudar seiring perkembangan zaman.

Bemo, si kendaran mungil yang pernah menjadi primadona transportasi pada masanya. Foto: ist/net

Bemo, si kendaran mungil yang pernah menjadi primadona transportasi pada masanya. Foto: ist/net

trustjabar.com - Sebelum angkot, motor matic, atau ojek online menjejali jalanan kota, masyarakat pernah begitu akrab dengan kendaraan mungil bernama bemo. Bemo atau becak motor, dengan suaranya yang khas, berisik namun tetap terasa ramah di telinga, seolah menjadi musik latar perjalanan. Pernah menduduki masa keemasannya pada era 1960 hingga 1980-an, bemo menciptakan kenangan yang tak terlupakan bagi banyak orang.

Baca Juga : Kaset Pita; Dari Primadona Musik hingga Ikon Nostalgia

Awal mulanya, bemo pertama kali masuk ke Jakarta pada 1962. Pemerintah DKI saat itu, mendatangkan kendaraan roda tiga asal Jepang, Daihatsu Midget untuk menggantikan becak.  Bentuknya kecil, bermesin 200cc, dan bisa mengangkut 3 hingga 4 orang penumpang.

Kehadirannya segera menarik perhatian warga, karena praktis dan murah. Pada masa jayanya, si kendaraan mungil bemo ini melintas di hampir setiap sudut kota Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Denpasar. Warga menyebutnya dengan penuh akrab.

Ada yang menjadikannya transportasi utama ke sekolah, ke pasar, atau sekadar jalan-jalan sore. Ongkosnya terjangkau, jalur trayeknya fleksibel, dan sopir bemo biasanya punya gaya khas ramah, namun selalu sigap menyalip kendaraan lain di jalan sempit. Bemo ini pun menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Bemo, si Kendaraan Mungil Itu Mulai Tergeser dan Kini Tinggal Kenangan

Memasuki tahun 1980-an, keberadaan bemo perlahan-lahan mulai tergeser dari pusat transportasi kota. Seiring dengan munculnya angkot dan minibus yang menawarkan ruang lebih luas dan kenyamanan yang lebih baik bagi penumpang. Praktis, penumpang setia bemo ini bertahap mendominasi jalur transportasi umum.

Baca Juga : FAKTA UNIK: Madu Tidak Pernah Basi, Bahkan Bertahan Ribuan Tahun

Pemerintah pun menganggap bemo sudah tak lagi sesuai dengan wajah kota modern. Suara mesinnya yang bising dan asap knalpot yang pekat membuat bemo semakin terpinggirkan. Seiring berjalannya waktu, kini bemo nyaris tak terlihat lagi di jalanan.

Meski begitu, bagi banyak orang menganggap bemo bukan sekadar kendaraan mungil. Bemo adalah kenangan masa kecil, tentang perjalanan ke sekolah berdesakan bersama teman. Tentang pulang belanja dari pasar dengan tas penuh sayur, atau tentang suara knalpotnya yang mengiringi pagi kota.

Si kendaraan mungil bemo ini mungkin sudah kalah oleh transportasi modern, tetapi kisahnya tetap hidup dalam ingatan. Ia adalah bukti bahwa sebuah kendaraan sederhana bisa meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah dan hati masyarakat. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk FAKTA UNIK! Kisah Kecil di Balik si Kendaraan Mungil Bernama Bemo

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.