Sabtu, 25 Juli 2026
Breaking News
Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor
TrustJabar
Serba Serbi
Penulis: Cep15 Sep 2025

FAKTA UNIK! Kisah Kecil di Balik si Kendaraan Mungil Bernama Bemo

Bemo, kendaraan mungil ini pernah jadi primadona transportasi di masa kejayaannya. Kini, eksistensi bemo memudar seiring perkembangan zaman.

Bemo, si kendaran mungil yang pernah menjadi primadona transportasi pada masanya. Foto: ist/net

Bemo, si kendaran mungil yang pernah menjadi primadona transportasi pada masanya. Foto: ist/net

trustjabar.com - Sebelum angkot, motor matic, atau ojek online menjejali jalanan kota, masyarakat pernah begitu akrab dengan kendaraan mungil bernama bemo. Bemo atau becak motor, dengan suaranya yang khas, berisik namun tetap terasa ramah di telinga, seolah menjadi musik latar perjalanan. Pernah menduduki masa keemasannya pada era 1960 hingga 1980-an, bemo menciptakan kenangan yang tak terlupakan bagi banyak orang.

Baca Juga : Kaset Pita; Dari Primadona Musik hingga Ikon Nostalgia

Awal mulanya, bemo pertama kali masuk ke Jakarta pada 1962. Pemerintah DKI saat itu, mendatangkan kendaraan roda tiga asal Jepang, Daihatsu Midget untuk menggantikan becak.  Bentuknya kecil, bermesin 200cc, dan bisa mengangkut 3 hingga 4 orang penumpang.

Kehadirannya segera menarik perhatian warga, karena praktis dan murah. Pada masa jayanya, si kendaraan mungil bemo ini melintas di hampir setiap sudut kota Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Denpasar. Warga menyebutnya dengan penuh akrab.

Ada yang menjadikannya transportasi utama ke sekolah, ke pasar, atau sekadar jalan-jalan sore. Ongkosnya terjangkau, jalur trayeknya fleksibel, dan sopir bemo biasanya punya gaya khas ramah, namun selalu sigap menyalip kendaraan lain di jalan sempit. Bemo ini pun menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Bemo, si Kendaraan Mungil Itu Mulai Tergeser dan Kini Tinggal Kenangan

Memasuki tahun 1980-an, keberadaan bemo perlahan-lahan mulai tergeser dari pusat transportasi kota. Seiring dengan munculnya angkot dan minibus yang menawarkan ruang lebih luas dan kenyamanan yang lebih baik bagi penumpang. Praktis, penumpang setia bemo ini bertahap mendominasi jalur transportasi umum.

Baca Juga : FAKTA UNIK: Madu Tidak Pernah Basi, Bahkan Bertahan Ribuan Tahun

Pemerintah pun menganggap bemo sudah tak lagi sesuai dengan wajah kota modern. Suara mesinnya yang bising dan asap knalpot yang pekat membuat bemo semakin terpinggirkan. Seiring berjalannya waktu, kini bemo nyaris tak terlihat lagi di jalanan.

Meski begitu, bagi banyak orang menganggap bemo bukan sekadar kendaraan mungil. Bemo adalah kenangan masa kecil, tentang perjalanan ke sekolah berdesakan bersama teman. Tentang pulang belanja dari pasar dengan tas penuh sayur, atau tentang suara knalpotnya yang mengiringi pagi kota.

Si kendaraan mungil bemo ini mungkin sudah kalah oleh transportasi modern, tetapi kisahnya tetap hidup dalam ingatan. Ia adalah bukti bahwa sebuah kendaraan sederhana bisa meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah dan hati masyarakat. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk FAKTA UNIK! Kisah Kecil di Balik si Kendaraan Mungil Bernama Bemo

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.