Selasa, 26 Mei 2026
Breaking News
Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung
Serba Serbi Wisata dan Budaya
Penulis: Cep 11 Agt 2025

FAKTA UNIK! Keunikan Suku Kajang Ammatoa di Bulukumba Sulawesi

Suku Kajang Ammatoa di Bulukumba Sulawesi tetap mempertahankan adat istiadat warisan nenek moyang mengedepankan unsur kesetaraan sosial.

Rumah adat Suku Kajang Ammatoa di Bulukumba Sulawesi. Foto: ist/net

Rumah adat Suku Kajang Ammatoa di Bulukumba Sulawesi. Foto: ist/net

trustjabar.com - Di ujung selatan Pulau Sulawesi, tepatnya di Kabupaten Bulukumba, ada sebuah komunitas adat yang seakan tak tersentuh zaman. Komunitas adat itu yakni Suku Kajang Ammatoa.

Hidup di tengah hutan lindung dengan aturan adat yang ketat, mereka telah ada selama sekitar 2200 tahun lamanya. Suku adat ini tetap mempertahankan cara hidup sederhana serta filosofi leluhur yang merupakan warisan adat turun-temurun.

Baca Juga : FAKTA UNIK! Obat Alami Zaman Dulu, Warisan Leluhur yang Tetap Abadi

Di balik keteguhan itu, tersimpan berbagai keunikan yang membuat siapa pun penasaran untuk mengenal lebih dekat. Berikut keunikan yang ada di Suku Kajang Ammatoa;

  • Rumah Adat Menghadap ke Barat

Rumah adat Suku Kajang Ammatoa selalu menghadap ke arah barat. Meski bentuknya mirip rumah panggung khas Bugis-Makassar, arah bangunannya punya makna tersendiri. Masyarakat Suku Kajang percaya, rumah yang menghadap ke barat arah terbenamnya matahari akan membawa berkah dan kebaikan bagi penghuninya. 

Pakaian Serba Hitam

Pakaian adat Suku Kajang Ammatoa hanya satu warna yaitu hitam. Bukan tanpa arti, warna hitam melambangkan persamaan derajat di hadapan Sang Pencipta, kesederhanaan, dan sifat netral. Untuk warna hitam lainnya, bagi Suku Kajang tidak ada perbedaan antara hitam tua atau hitam muda. Semuanya sama seperti prinsip hidup mereka yang mengedepankan kesetaraan.

  •   Menikah dengan Sesama Suku Kajang

Dalam adat Suku Kajang, pernikahan idealnya harus dengan sesama anggota suku dan yang tinggal di wilayah adat. Jika menikah dengan orang luar, pasangan tersebut biasanya tinggal di luar kawasan adat. Kecuali mereka bersedia sepenuhnya mengikuti aturan dan adat istiadat yang berlaku.

Fakta Lainnya Suku Kajang Ammatoa Beragama Islam

  •   Taat Beragama

Suku Kajang memeluk agama Islam, yang dalam bahasa Konjo yaitu Sallam. Mereka menyembah Allah SWT yang terkenal dalam bahasa Konjo sebagai Turi’e A’rana. Ketaatan menjunjung tinggi dalam beribadah menjadi salah satu ciri khas bagi mereka.

Baca Juga : Mengenal Kuliner Tradisional Khas Jawa Barat! Tantangan dan Upaya Pelestariannya

  •   Daya Tarik Wisata Budaya

Selain alamnya yang indah, kawasan adat Suku Kajang Ammatoa menjadi tujuan wisata budaya. Namun, ada aturan khusus bagi pengunjung. Aturan itu seperti mengenakan pakaian serba hitam dan tidak membawa alat elektronik ke dalam wilayah adat. Aturan ini tiada lain untuk menjaga kekhidmatan dan kelestarian budaya setempat.

Harmoni Tradisi yang Bertahan di Tengah Modernisasi

Berjalan di tanah adat Suku Kajang ibarat melangkah mundur ke masa lalu ke zaman. Kesederhanaan, kesetaraan, dan ketaatan menjadi panduan hidup.

Keunikan Suku Kajang Ammatoa, bukan sekadar layak untuk disaksikan. Tetapi juga menjadi cerminan tentang bagaimana hidup bisa tetap harmonis meski jauh dari hiruk pikuk modernisasi.

Jadi, jika suatu saat Anda berkunjung ke Bulukumba, sempatkanlah melangkah ke wilayah adat Kajang, dan rasakan sendiri pesona budaya yang begitu kental di sana. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk FAKTA UNIK! Keunikan Suku Kajang Ammatoa di Bulukumba Sulawesi

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.