Sesar Lembang Bukan Fosil Purba Mati, Aktivitas Patahan Ini Sewaktu-waktu Bisa Lepaskan Energi Berupa Gempa
Beberapa ahli geologi menyebut, aktivitas Sesar Lembang ini sewaktu-waktu bisa melepaskan energi dalam bentuk gempa bumi.
Gunung Batu di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menjadi bukti lokasi morfologi jalur Sesar Lembang. Foto; ist/net
trustjabar.com – Aktivitas Patahan Lembang atau yang lebih dikenal dengan Sesar Lembang, memiliki rekam jejak pergerakan tektonik panjang. Beberapa ahli geologi menyebut, patahan ini tergolong sesar aktif yang sewaktu-waktu melepaskan energi dalam bentuk gempa.
Baca Juga : Ancaman Gempa Sesar Lembang Mengintai, DPRD Bandung Barat Serukan Edukasi Mitigasi Bencana
Pada 19 Agustus 2025 siang, gempa bumi mengguncang wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat. Meski kekuatan gempa hanya berkisar M2,3 namun hal itu membuktikan jika Sesar Lembang masih aktif. Wilayah Cimahi merupakan salah satu wilayah yang termasuk radius daerah terdampak aktivitas Sesar Lembang.
Selain Cimahi, ada juga wilayah Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat yang juga sama-sama masuk ke dalam radius dampak patahan ini.
Terbaru, peneliti BRIN Mudrik Rahmawan Daryono menyebut, jika aktivitas pergerakan Sesar Lembang berpotensi memicu gempa bumi dengan kekuatan mencapai magnitudo 7. Tentunya, hal itu menjadi sebuah peringatan dini bagi beberapa daerah radius terdampak patahan aktif ini.
Mengutip dari laman BRIN, Mudrik juga menjelaskan bukti nyata aktivitas pergeseran Sesar Lembang ini dapat terlihat dari pergeseran Sungai Cimeta yang bergeser sejauh 120 meter. Bahkan di beberapa lokasi, kata Mudrik, sudah bergeser sejauh 460 meter.
“Pada dasarnya, pergeseran Sesar Lembang ini hampir sebagian besar mendatar meskipun ada juga pergeseran naik-turun sekitar 0 sampai 20 persen,” katanya, Rabu (3/9/2025).
Sebagai informasi, T Bachtiar sebagai ahli geologi dalam bukunya menjelaskan jika Sesar Lembang ini merupakan rangkaian perbukitan sepanjang 22 kilometer. Namun, ada pula peneliti yang menyebutkan bentang patahan ini sepanjang 29 kilometer.
Bentangan itu mulai dari Palasari hingga Cisarua dengan lebar mencapai 300 meter. Patahan ini tergolong aktif karena memiliki pergerakan dalam rentang waktu 10 ribu tahun terakhir. Beberapa sumber menyebutkan, sebuah sesar dapat terkategorikan aktif jika masih menunjukkan bukti pergerakan geologi.
Menurut geofisikawan Irwan Meilano, Sesar Lembang ini bukan fosil geologi yang sudah mati, melainkan masih hidup. Sewaktu-waktu patahan ini bisa melepaskan energinya dalam bentuk gempa bumi.
Aktivitas Sesar Lembang dan Potensi Gempa
Berdasarkan penelitian terbaru, Mudrik menjelaskan, pergeseran Sesar Lembang relatif lambat yakni berkisar antara 1,9 hingga 3,4 milimeter per tahun. Meski demikian, lanjut ia, bila terakumulasi selama ratusan tahun, maka hal itu berpotensi menimbulkan gempa. Hal itu pun terbukti dari penelitian paleoseismologi melalui penggalian parit yang menemukan pergeseran setinggi 40 sentimeter.
Baca Juga : Sesar Lembang Meningkat, Ngatiyana Minta Warga Siaga Tapi Jangan Panik
Ia juga meyakini, jika aktivitas Sesar Lembang ini beberapa kali memicu gempa besar di masa lalu. Salah satu bukti morfologi jalur patahan ini, kata ia, yakni Gunung Batu di Lembang yang naik hingga 40 sentimeter dalam satu kali kejadian gempa.
“Dan naiknya (Gunung Batu) ini akan menghasilkan gempa bumi. Di sisi lain, gempa-gempa kecil di sekitar Bandung khususnya di segmen Cimeta dan di Sesar Kertasari, merupakan hal lumrah dalam sistem sesar aktif ini,” tuturnya.
BRIN, lanjut ia, bersama BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah terus melakukan penelitian, pemetaan, dan edukasi publik terkait aktivitas pergeseran Sesar Lembang ini. Tujuannya yakni sebagai upaya mitigasi bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat mengantisipasi terjadinya bencana. (cep/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Sesar Lembang Bukan Fosil Purba Mati, Aktivitas Patahan Ini Sewaktu-waktu Bisa Lepaskan Energi Berupa Gempa
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.