Pemerintah Alokasikan Rp 5 Triliun Bangun 100 Gudang Baru Perum Bulog
Pemerintah pusat menandatangani Surat Keputusan Bersama pembangunan 100 gudang baru Perum Bulog dengan anggaran Rp 5 triliun.
Pekerja membereskan tumpukan beras di gudang Bulog. Pemerintah mengalokasikan Rp 5 triliun untuk membangun 100 gudang baru Perum Bulog. Foto: istimewa/
trustjabar.com – Pemerintah pusat menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) percepatan pembangunan 100 gudang baru Perum Bulog dengan anggaran Rp 5 triliun. Selain itu, dalam SKB itu turut mendorong penyaluran hingga 1,5 juta ton beras hingga akhir 2025. Hal itu untuk mengatasi stok yang saat ini mencapai 3,91 juta ton.
Baca Juga : Kenaikan Harga Beras Medium dan Premium, Penjual di Pasar Tradisional di Kabupaten Bandung Terkena Dampak
Penandatanganan SKB itu tentang Penugasan Percepatan Pelaksanaan Penyediaan Infrastruktur Pascapanen dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional. Penandatanganan tersebut berlangsung di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Saat penandatanganan SKB itu, turut pula hadir Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman. Kemudian Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Heru Pambudi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pembangunan gudang baru Bulog ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo pada rapat terbatas 28 September 2025. Pembangunan itu untuk memperkuat penyerapan hasil panen di tengah lonjakan produksi beras nasional.
Badan Pusat Statistik memproyeksikan, produksi padi 2025 mencapai 34,77 juta ton. Jumlah itu naik 13 persen dari 30 juta ton tahun sebelumnya.
"Tentu pemerintah tidak ingin ada hambatan dalam penyerapan gabah maupun jagung. Jangan merugikan masyarakat dan petani karena ketidakmampuan kita menyerap gabah maupun jagung," kata Zulhas.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan pihaknya akan memprioritaskan pembangunan ini di kabupaten dan kota yang belum memiliki gudang. Termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) seperti Nias Selatan dan Morotai. Sebagian gudang juga akan dilengkapi Rice Milling Unit (RMU) dan dryer di daerah sentra produksi pangan.Respon Ekonom di Tengah Tandatangani Percepatan Pembangunan 100 Gudang Baru Perum Bulog
Sementara itu, di tengah rencana pemerintah akan membangun 100 gudang baru Perum Bulog, muncul tanggapan dari para ekonom. Salah satunya ekonom Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Khudori mendesak Bulog mempercepat penyaluran beras setidaknya 1,5-2 juta ton hingga akhir tahun. Hal itu untuk menghindari risiko penurunan mutu.
Baca Juga : Harga Beras di Bandung Raya Stabil, Polda Jabar Pastikan Stok Aman
Menurutnya, data per 4 November 2025 menunjukkan stok beras Bulog mencapai 3,91 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 3,13 juta ton atau 79,39 persen, berusia lebih dari empat bulan. Respon tersebut ia ungkapkan di tengah rencana pemerintah yang akan membangun 100 gudang baru Perum Bulog.
Khudori melanjutkan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga 4 November baru menyalurkan 577 ribu ton atau 38,49 persen dari target 1,5 juta ton. "Stok 3,9 juta ton juga bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak tiap saat," ujar Khudori.
Khudori menekankan, selain membangun 100 gudang baru, Perum Bulog juga perlu mempercepat penyaluran beras melalui berbagai gerai sesuai. Hal itu sesuai Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025. Upaya itu mulai dari SPHP, bantuan pangan, tanggap darurat bencana, hingga program Makan Bergizi Gratis. (ecp/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Pemerintah Alokasikan Rp 5 Triliun Bangun 100 Gudang Baru Perum Bulog
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.