Rabu, 13 Mei 2026
Breaking News
DLH Catat Degradasi Lahan di Kabupaten Bandung Mencapai 37,7 Ribu Hektare Hardiknas 2026, Pegadaian Jabar Beri Beasiswa “Gold Generation” untuk 10 Siswa SMK Bina Warga Lindungi UMKM, Kemendag Revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 13 Tahun 2026 Percepat Pembangunan JDU, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung Targetkan 1000 SR Baru Air Bersih di Dua Desa Raperda BMD Gagal Masuk Agenda Paripurna, Bamus DPRD Kabupaten Bandung Buka Suara Raperda BMD Tersandera di Meja Bamus DPRD Kabupaten Bandung, Gagal Diparipurnakan? Ditanya Proses Penanganan Dugaan Kasus Korupsi PT BDS, Kepala Kejari Kabupaten Bandung Irit Bicara Pengembangan Pariwisata di Jawa Barat Wajib Terapkan Prinsip Keberlanjutan Bencana Hidrometeorologi Masih Hantui Beberapa Wilayah di Indonesia Pemprov Jawa Barat Kembali Raih Penghargaan Kemendagri di Hari Otonomi Daerah DLH Catat Degradasi Lahan di Kabupaten Bandung Mencapai 37,7 Ribu Hektare Hardiknas 2026, Pegadaian Jabar Beri Beasiswa “Gold Generation” untuk 10 Siswa SMK Bina Warga Lindungi UMKM, Kemendag Revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 13 Tahun 2026 Percepat Pembangunan JDU, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung Targetkan 1000 SR Baru Air Bersih di Dua Desa Raperda BMD Gagal Masuk Agenda Paripurna, Bamus DPRD Kabupaten Bandung Buka Suara Raperda BMD Tersandera di Meja Bamus DPRD Kabupaten Bandung, Gagal Diparipurnakan? Ditanya Proses Penanganan Dugaan Kasus Korupsi PT BDS, Kepala Kejari Kabupaten Bandung Irit Bicara Pengembangan Pariwisata di Jawa Barat Wajib Terapkan Prinsip Keberlanjutan Bencana Hidrometeorologi Masih Hantui Beberapa Wilayah di Indonesia Pemprov Jawa Barat Kembali Raih Penghargaan Kemendagri di Hari Otonomi Daerah
Kesehatan Nasional
Penulis: Cep 22 Des 2025

Pemberian Vaksin Heksavalen, Inilah Pertimbangan Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan mengaku sedang menyiapkan vaksin heksavalen yang akan menjadi program utama imunisasi pada anak.

Pemberian Vaksin Heksavalen, Inilah Pertimbangan Kemenkes RI

Pemberian Vaksin Heksavalen, Inilah Pertimbangan Kemenkes RI

trustjabar.com – Kementerian Kesehatan mengaku sedang menyiapkan vaksin heksavalen yang akan menjadi program utama imunisasi pada anak. Vaksin ini merupakan kombinasi dua jenis vaksin yang selama ini sudah diberikan pada program imunisasi nasional, yakni DPT-Hb-Hib (pentavalen) dan polio.

Dalam keterangan resmi Kemenkes RI, nantinya pemberian vaksin heksavalen ini sebanyak 3 kali, yakni pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Dengan adanya penggabungan ini, dapat mengurangi jumlah suntikan dan mempercepat terbentuknya kekebalan tubuh terhadap penyakit.

Direktur Imunisasi pada Kemenkes RI Indri Yogyaswari mengatakan, saat ini pihaknya melihat adanya jarak antara cakupan imunisasi pentavalen dengan polio. Ia mengharapkan, dengan adanya penggabungan ini bisa memperkecil jarak tersebut. Selain itu bisa mempercepat proses eradikasi polio.

Baca Juga : Cegah Peningkatan Kasus DBD, Pemkot Bandung Masifkan Edukasi ke Masyarakat

“Isi vaksinnya bukan hal yang baru. Namun kita mencari terobosan mengenai tata cara pemberiannya. Kami mengharapkan akan lebih mudah pemberiannya kepada anak-anak. Semula dua suntikan menjadi satu suntikan,” ungkap Indri, Senin (22/12/2025).

Indri juga menjelaskan, vaksin heksavalen ini nantinya bisa mencegah enam jenis penyakit. Yakni difteri, pertusis, polio, hepatitis B, dan infeksi haemophilus influenzae type B. Saat ini, kata ia, baru sembilan provinsi melaksanakan imunisasi heksavalen ini. Yakni Yogyakarta, NTB, Bali, Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.

“Pemberian vaksin heksavalen akan bertahap sampai nantinya berlangsung secara nasional mulai 2026. Tempat pemberian imunisasinya bisa di banyak tempat selama fasilitas kesehatan itu menyediakan layanan imunisasi,” tuturnya. (cep/trustjabar.com/R1)

Komentar

0 komentar untuk Pemberian Vaksin Heksavalen, Inilah Pertimbangan Kemenkes RI

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.