Selasa, 26 Mei 2026
Breaking News
Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung
Teknologi Nasional
Penulis: Cep 07 Mar 2026

Indonesia Terapkan Regulasi Pembatasan Akses Media Sosial, Delapan Platform Digital Ini Jadi Sasaran

Sebanyak delapan platform digital menjadi sasaran penerapan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Indonesia akan menerapkan regulasi pembatasan akses akun anak di bawah 16 tahun di media sosial dengan menyasar delapan platform digital. Foto: istimewa/

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Indonesia akan menerapkan regulasi pembatasan akses akun anak di bawah 16 tahun di media sosial dengan menyasar delapan platform digital. Foto: istimewa/

trustjabar.com – Sebanyak delapan platform digital menjadi sasaran penerapan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026. Regulasi ini menjadi aturan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17/2025 tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.

Baca Juga : Empat Negara Ini Lakukan Pengetatan Akses Media Sosial Bagi Anak-anak

Melalui regulasi ini, pemerintah akan menonaktifkan akun media sosial milik anak di bawah usia 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi mulai 28 Maret 2026.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan, ada delapan platform digital yang menjadi sasaran tahap awal Peraturan Menteri Nomor 9/2026. Kedelapan platform itu  yakni YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, dan Roblox.

Dalam keterangan resminya, Meutya Hafid menjelaskan alasan pemerintah mengambil kebijakan tersebut. Ia menegaskan, hal itu karena anak-anak semakin rentan terhadap berbagai ancaman di dunia maya.

"Dasarnya jelas. Anak-anak kita menghadapi ancaman yang semakin nyata. Mulai dari paparan pornografi, perundungan siber, penipuan online, hingga yang paling utama adalah adiksi," ujarnya.

Meutya menambahkan bahwa kebijakan ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara non-Barat pertama yang menerapkan pembatasan akses anak ke platform digital berdasarkan usia. Platform media sosial wajib melakukan verifikasi usia secara lebih ketat. Sementara bagi platform berisiko tinggi, pemerintah mewajibkan pembatasan akses atau penerapan pengawasan orang tua bagi pengguna di bawah 16 tahun.

Platform Digital Wajib Patuhi Kewajiban Regulasi Pemerintah

Dalam kesempatan itu, Meutya juga menjelaskan mengenai skema penonaktifan akun milik anak di bawah usia 16 tahun.

Komdigi, kata ia, akan menonaktifkan akun anak di bawah usia 16 tahun itu secara bertahap hingga seluruh platform mematuhi kewajiban yang tertuang dalam regulasi. Meutya mengakui, kemungkinan adanya ketidaknyamanan di awal penerapan.

Baca Juga : Avatar AI dan Editing Aesthetic, Identitas Baru Gen Z di Media Sosial

"Anak-anak mungkin mengeluh, dan orang tua mungkin bingung menghadapi keluhan anak-anaknya," ungkapnya.

Berdasarkan skema PP Tunas, anak di bawah 13 tahun hanya boleh mengakses platform digital berisiko rendah. Sementara anak usia 13-15 tahun, dapat mengakses platform berisiko menengah dengan izin orang tua.

Langkah Indonesia ini, kata Meutya, sejalan dengan tren global. Australia telah lebih dulu melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial. Sementara Malaysia juga memberlakukan larangan serupa awal tahun ini.

 

"Kita ingin teknologi itu memanusiakan manusia, bukan menumbalkan masa kecil anak-anak kita. Platform digital yang tidak mematuhi aturan, akan menghadapi sanksi mulai dari teguran administratif, denda, hingga pemutusan akses," kata Meutya. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Indonesia Terapkan Regulasi Pembatasan Akses Media Sosial, Delapan Platform Digital Ini Jadi Sasaran

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.