Selasa, 26 Mei 2026
Breaking News
Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung
Internasional
Penulis: Cep 06 Nov 2025

Tewaskan 114 Orang, Presiden Filipina Umumkan Keadaan Darurat Topan Kalmaegi

Presiden Filipina mengumumkan keadaan darurat pada hari Kamis (6/11/2025) waktu setempat setelah terjadi bencana alam Topan Kalmaegi.

Warga Filipina membersihkan puing akibat dampak Topan Kalmaegi. Menewaskan 114 orang, Presiden Filipina mengumumkan keadaan darurat Topan Kalmaegi. Foto: ist/net

Warga Filipina membersihkan puing akibat dampak Topan Kalmaegi. Menewaskan 114 orang, Presiden Filipina mengumumkan keadaan darurat Topan Kalmaegi. Foto: ist/net

trustjabar.com - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengumumkan keadaan darurat pada hari Kamis (6/11/2025) waktu setempat setelah terjadi bencana alam Topan Kalmaegi. Akibat bencana tersebut, sebanyak 241 menjadi korban di seluruh provinsi tengah. Hal ini menandai bencana alam paling mematikan di negara tersebut sepanjang 2025.

Baca Juga : Lonjakan Karbondioksida di Atmosfer, Picu Penurunan Terumbu Karang

Mengutip Washington Post, Topan Kalmaegi tersebut menewaskan setidaknya 114 orang dan menyebabkan 127 orang lainnya hilang. Terutama di Provinsi Cebu yang terdampak parah. Presiden Filipina mengeluarkan pengumuman tersebut selama pertemuan dengan pejabat tanggap bencana untuk menilai dampak dahsyat topan tersebut.

“Tantangan sekarang adalah pembersihan puing. Ini perlu segera kita bersihkan," kata Raffy Alejandro, pejabat senior pertahanan sipil.

Status darurat Topan Kalmaegi ini akan memungkinkan pencairan dana bencana kepada korban terdampak lebih cepat. Selain itu membantu mencegah penimbunan makanan serta kenaikan harga saat intensifikasi operasi pemulihan.

Topan Kalmaegi tersebut memicu banjir bandang yang menggenangi komunitas perumahan. Memaksa penduduk yang putus asa untuk memanjat ke atap rumah sambil memohon pertolongan. Setidaknya 71 orang tewas di Cebu, sebagian besar akibat tenggelam, sementara 65 orang lainnya masih hilang dan 69 orang terluka.

Dampak Topan Kalmaegi tersebut memperparah upaya pemulihan di Cebu dari gempa bumi berkekuatan 6,9 yang melanda pada 30 September 2025 lalu. Akibat gempa bumi itu, menewaskan setidaknya 79 orang.

Gubernur Cebu Pamela Baricuatro mengakui, bertahun-tahun penambangan dan proyek pengendalian banjir yang tidak memadai mungkin telah memperburuk bencana.

"Kami melakukan segala upaya yang kami bisa untuk (pemulihan) Topan Kalmaegi itu. Akan tetapi, ada beberapa hal yang tidak terduga seperti banjir bandang," katanya.

Serangan Topan Kalmaegi, 2 Juta Penduduk Filipina Terdampak

Dampak dari badai dahsyat ini menyebabkan hampir 2 juta orang dengan lebih dari 560.000 penduduk desa mengungsi. Selain itu, sebanyak 450.000 terpaksa dievakuasi ke tempat penampungan darurat. Tim pencarian dan penyelamatan, kini bekerja dengan giat untuk membersihkan jalan-jalan yang tersumbat puing dan mencari 127 orang yang hilang. Petugas juga sambil memastikan pasokan bantuan mencapai komunitas-komunitas terisolasi.

Baca Juga : Erdogan Lantang Kecam Keras Atas Serangan Israel di Gaza, Perjanjian Gencatan Senjata Dilanggar

Saat Filipina bergulat dengan dampak Topan Kalmaegi, prakiraan cuaca juga memantau badai lain yang sedang berkembang di timur Mindanao. Badai lain ini juga diperkirakan dapat menguat menjadi topan di awal pekan depan.

Sementara itu, Topan Kalmaegi kembali menguat di atas Laut Cina Selatan saat menuju Vietnam. Otoritas setempat telah memulai evakuasi massal mengantisipasi badai akan mendarat pada akhir Kamis atau awal Jumat.  Topan tersebut mengancam wilayah penghasil kopi utama Vietnam di dataran tinggi tengah yang berpotensi merusak tanaman selama musim panen. (trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Tewaskan 114 Orang, Presiden Filipina Umumkan Keadaan Darurat Topan Kalmaegi

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.