Pyongyang Anggap Serangan AS dan Israel ke Iran Sebagai Tindakan Agresi Ilegal
Memanasnya konflik global saat ini yang terjadi di Iran akibat serangan sekutu AS dengan Israel, memantik perhatian Korea Utara.
Pimpinan Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. Pyongyang menganggap serangan AS dan Israel ke Iran sebagai tindakan agresi ilegal. Foto: net/KCNA
trustjabar.com – Memanasnya konflik global saat ini yang terjadi di Iran akibat serangan sekutu AS dengan Israel, memantik perhatian Korea Utara. Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara menegaskan jika pihaknya siap memasok rudal ke Iran jika Teheran memintanya.
Baca Juga : Tak Hanya Situasi Global, Presiden AS Donald Trump Kembali Bikin Geger Dunia Maya
Mengutip The Diplomat, Korea Utara memandang, konflik yang meningkat di Iran ini bukan hanya sebagai contoh lain dari tekanan militer AS. Melainkan juga sebagai serangan terhadap mitra diplomatik dan militer yang telah lama menjalin hubungan.
Kim Jong-un mengeluarkan peringatan keras yang menyatakan jika satu rudal saja cukup untuk melenyapkan Israel.
Selama kongres Partai Buruh Korea di Pyongyang, Kim Jong-un mengisyaratkan kesediaannya membuka dialog dengan Presiden AS Donald Trump. Akan tetapi, serangan AS - Israel terhadap Iran, telah mengubah posisi Pyongyang.
Pada 1 Maret 2026, Korea Utara mengeluarkan pernyataan resmi yang membahas situasi serangan AS dan Israel ke Iran. Pernyataan itu erat kaitannya dengan juru bicara dari Kementerian Luar Negeri Korea Utara yang tidak disebutkan namanya. Menurut analis, pernyataan tersebut merupakan sebuah langkah yang memberikan ruang pesan yang lebih tegas dari Korea Utara.
Dalam pernyataannya, Pyongyang menguraikan beberapa poin penting. Pyongyang menggambarkan jika serangan Israel - AS ke Iran itu sebagai tindakan agresi ilegal dan menjadi salah satu pelanggaran kedaulatan paling berat.
Pyongyang juga berpendapat jika serangan itu dapat diprediksi mengingat apa yang mereka gambarkan sebagai perilaku dan aktivitas hegemoni AS di kawasan tersebut. Korea Utara juga mengutuk apa yang mereka sebut sebagai penyalahgunaan kekuatan militer dan pelanggaran hukum internasional.
Pernyataan tersebut mengklaim jika AS telah memainkan peran yang semakin rusak selama satu tahun terakhir, melemahkan perdamaian dan stabilitas global. Terakhir, Pyongyang menyatakan negara-negara yang terlibat di kawasan tersebut harus secara tepat mengidentifikasi para agresor dalam konflik. Serta memenuhi tanggung jawab mereka untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Keterlibatan Korea Utara di Tengah Konflik AS - Israel dengan Iran
Menurut analis The Diplomat, keterlibatan Korea Utara dalam konflik yang terjadi dengan memasok peralatan militer ke Iran, tentunya memiliki risiko dan keuntungan.
Salah satu potensi keuntungan terletak pada dampak rantai pasokan masa perang Rusia. Baik Iran maupun Korea Utara telah berperan sebagai pemasok penting peralatan militer mendukung upaya Rusia di Ukraina. Termasuk rudal, pesawat nirawak, dan amunisi lainnya.
Baca Juga : Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
Jika Iran terpaksa menggunakan sebagian besar persenjataannya untuk upaya perangnya sendiri, hal tersebut dapat menciptakan kesenjangan pasokan. Hal ini memungkinkan Korea Utara mengisi kesenjangan pasokan tersebut.
Dalam skenario tersebut, konflik antara Israel - AS dengan Iran, dapat meningkatkan ketergantungan Rusia kepada Pyongyang. Serta memperkuat pengaruh Korea Utara terhadap Rusia. Dalam beberapa tahun terakhir, Iran dan Korea Utara telah memperkuat hubungan formal.
Pyongyang menyimpulkan, Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif dengan Rusia pada Juni 2024. Sedangkan Iran telah menandatangani perjanjian serupa pada Januari 2025. Akan tetapi, sejauh ini Rusia membatasi tanggapannya terhadap konflik saat ini hanya pada kecamatan diplomatik terhadap serangan tersebut. Moskow hanya menyatakan bahwa mereka tetap dalam komunikasi konstan dengan kepemimpinan Iran.
Dengan sikap Moskow tersebut, telah memicu klaim jika Iran pada dasarnya telah ditinggalkan tanpa dukungan berarti dari sekutunya. (cep/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Pyongyang Anggap Serangan AS dan Israel ke Iran Sebagai Tindakan Agresi Ilegal
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.