Minggu, 30 Agustus 2026
Breaking News
Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus Presiden Prabowo Apresiasi Laba Pegadaian Tumbuh 84,4 Persen dan Bisnis Emas Capai 153 Ton Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW Wisuda STIE IBMT Surabaya, Cetak 300 Lulusan Kompeten dan Berjiwa Entrepreneur Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di Bandung Dua Serdik Sespimma Amankan Penumpang yang Diduga Serang Sopir Grab dengan Pisau di Lembang Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Rutin Gelar Program Mengetuk Pintu Langit inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus Presiden Prabowo Apresiasi Laba Pegadaian Tumbuh 84,4 Persen dan Bisnis Emas Capai 153 Ton Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW
TrustJabar
Gaya Hidup Teknologi
Penulis: Cep07 Apr 2026

Perusahaan AI Tiongkok Berebut Pengguna OpenClaw Setelah Anthropic Lepas Pihak Ketiga

Pada akhir pekan lalu Anthropic mengumumkan bahwa langganan Claude tidak lagi mencakup penggunaan melalui alat pihak ketiga seperti OpenClaw.

Perusahaan AI asal Tiongkok berebut pengguna OpenClaw setelah pengumuman Anthropic melepas model Claude-nya dari alat AI agent open-source OpenClaw. Foto: ist/net

Perusahaan AI asal Tiongkok berebut pengguna OpenClaw setelah pengumuman Anthropic melepas model Claude-nya dari alat AI agent open-source OpenClaw. Foto: ist/net

trustjabar.com - Perusahaan teknologi Tiongkok, MiniMax dan Xiaomi bergerak cepat merebut pengguna OpenClaw. Hal tersebut menyusul Antrhopic memutus model Claude-nya dari alat AIagent open-source populer OpenClaw. Perusahaan itu secara terbuka bersaing memposisikan diri sebagai alternatif yang lebih murah dari layanan AI premium Amerika Serikat. Pengambilan keputusan tersebut di saat krisis global daya komputasi yang semakin parah.

Baca Juga : Perusahaan Raksasa Teknologi Google Kaitkan Penggunaan AI dengan Kinerja Karyawan

Melansir berbagai sumber, pada akhir pekan lalu Anthropic mengumumkan bahwa langganan Claude tidak lagi mencakup penggunaan melalui alat pihak ketiga seperti OpenClaw. Keputusan tersebut efektif mulai 4 April 2026.

Pengguna yang ingin terus menggunakan Claude melalui OpenClaw, sekarang harus membayar secara terpisah melalui paket penggunaan tambahan yang didiskon atau menggunakan kunci API Claude.

Perubahan ini dapat mendorong biaya bulanan dari sekitar 20 dolar AS menjadi 500 dolar AS untuk pengguna berat agen AI otonom, yang dapat mengonsumsi lebih dari 100.000 token per jam. Anthropic mengatakan akan memberikan kredit satu kali setara dengan langganan satu bulan. Selain itu pemberian diskon hingga 30 persen pada paket tambahan.

MiniMax yang berbasis di Shanghai langsung merespons dengan cepat. Dalam sebuah postingan di X, perusahaan tersebut menuduh Anthropic merusak ekosistem AI yang lebih luas.

“Akan ada lebih banyak ide bagus tentang cara menggunakan AI yang datang dari luar lab AI dibandingkan dari dalam lab tersebut,” tulis MiniMax.

Klaim Lebih Murah dari Anthropic, Minimax dan Xiaomi Dorong Pengguna Beralih Paket Langganan Token

Baik MiniMax maupun Xiaomi, mendorong pengguna OpenClaw untuk beralih ke paket langganan token mereka sendiri. Tentunya yang menawarkan harga bulanan tetap dengan biaya jauh lebih murah daripada kompetitor AS.

Zhipu AI yang berbasis di Beijing juga telah meluncurkan salah satu langganan tahunan termurah di industri ini dengan harga 84 dolar AS per tahun. Diklaim memberikan penggunaan tiga kali lipat dari paket Claude Pro milik Anthropic yang berharga 204 dolar AS per tahun.

Baca Juga : AI DeepRare Akhiri Penantian Panjang Pasien Penyakit Langka, Akurasi Lampaui Standar Medis Global

Namun, pemimpin tim MiMo Xiaomi, Fuli Luo, memperingatkan bahwa pemotongan harga secara agresif belum tentu sehat bagi industri. Hal itu mengacu pada tekanan yang ditimbulkan oleh lonjakan permintaan berbasis agen terhadap kapasitas komputasi global.

Episode ini menggarisbawahi realignment yang lebih luas dalam industri AI. Xiaomi, MiniMax, Alibaba, DeepSeek, dan Moonshot, kini menyumbang lebih dari 45 persen dari seluruh trafik di platform model marketplace OpenRouter. Menurut data platform tersebut, kontribusi itu naik dari di bawah 2 persen  pada akhir 2024.

MiMo-V2-Pro milik Xiaomi memproses triliunan token setiap minggu dan menguasai sekitar 21 persen pangsa pasar global di platform tersebut.

Seperti yang dilaporkan South China Morning Post, konfrontasi ini menyoroti ketegangan antara penetapan harga AI flat-rate dengan permintaan tanpa henti yang dihasilkan oleh agen-agen otonom. Sebuah tantangan yang tampaknya tidak akan mereda karena industri berlomba membangun infrastruktur. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Perusahaan AI Tiongkok Berebut Pengguna OpenClaw Setelah Anthropic Lepas Pihak Ketiga

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.