Senin, 12 Oktober 2026
Breaking News
Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Perayaan Dies Natalis Ke-67 Politeknik AKA Bogor Dorong Sinergi Alumni dan SDM Unggul Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Dibuka, Jurnalis dan Masyarakat Bisa Ikut Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019
TrustJabar
Ekonomi Nasional
Penulis: Cep07 Apr 2026

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Melonjak Tajam

Pedagang pasar merasakan dampak langsung akibat kenaikan harga plastik ini. Kenaikan harga plastik mencapai 50 persen.

Akibat terjadinya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, turut juga memengaruhi harga plastik yang melonjak tajam. Foto: ilustrasi/

Akibat terjadinya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, turut juga memengaruhi harga plastik yang melonjak tajam. Foto: ilustrasi/

trustjabar.com - Harga berbagai jenis plastik di Indonesia, melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir. Hal tersebut dipicu gangguan rantai pasok bahan baku petrokimia akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kenaikan yang mencapai 50 hingga 70 persen ini menekan pedagang kecil di pasar tradisional sekaligus mengancam kelangsungan industri air minum dalam kemasan (AMDK).

Baca Juga : PIHPS Bank Indonesia Catat Harga Sejumlah Komoditas Pangan Utama Merangkak Naik

Menteri Perdagangan Budi Santoso di Jakarta mengatakan, Indonesia mengimpor 60 persen kebutuhan nafta (bahan baku utama pembuatan plastik) dari kawasan Timur Tengah. Ketegangan geopolitik yang dimulai akhir Februari 2026 telah mengganggu distribusi melalui Selat Hormuz, membuat harga bahan baku plastik melonjak dari 600 dolar AS menjadi mendekati 900 dolar AS per ton.

Bahkan, lanjut Budi, harga polyethylene menembus 9.000 yuan per ton pada Maret 2026, level tertinggi dalam empat tahun.

“Pemerintah kini tengah mencari sumber alternatif dari Afrika, India, dan Amerika untuk mengurangi ketergantungan impor dari Timur Tengah,” katanya.

Sekretaris Jenderal Inaplas, Fajar Budiono, menyebut industri plastik menerapkan strategi produksi on-off. Yakni menghentikan produksi ketika utilisasi industri hulu di bawah 60 persen dan baru berjalan kembali saat bahan baku tersedia.

Pedagang Pasar Terkena Dampak Langsung Kenaikan Harga Plastik

Di lapangan, pedagang pasar merasakan dampak langsung akibat kenaikan harga plastik ini. Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI, Reynaldi Sarijowan mengatakan, kenaikan harga plastik mencapai 50 persen. Ia menyebut, harga kantong kresek yang semula Rp 10.000 per pak, kini menjadi Rp 15.000.

Di Pasar Bauntung, Banjarbaru, harga gelas plastik per dus berisi 2.000 cup melonjak dari Rp 280.000 menjadi Rp 500.000. Selain itu, di kawasan Tangerang, lonjakan mencapai 60 hingga 70 persen untuk berbagai jenis plastik.

Baca Juga : OJK Tegaskan Moratorium Izin Perusahaan Pinjol Baru Selama 2026

Kenaikan harga ini membuat omzet pedagang turun hingga 30 persen. Di Pekanbaru, karyawan toko plastik melaporkan banyak pelanggan yang membatalkan pembelian karena harga yang dianggap terlalu tinggi.

Di Malang, sejumlah pedagang memilih menekan margin keuntungan demi mempertahankan pelanggan.

Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) memperingatkan bahwa industri AMDK menghadapi tekanan berat.

Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, mengatakan, kemasan plastik merupakan komponen biaya terbesar dalam produksi AMDK, mencapai 60 persen dari total biaya produksi. Kenaikan harga bahan baku plastik yang telah tembus 25 hingga 100 persen, kata Karyanto, memaksa produsen memilih antara menaikkan harga jual atau memangkas margin.

"UMKM AMDK yang likuiditasnya terbatas paling terpukul. Stok bahan baku habis dan terpaksa naik harga," ungkap Karyanto.

AMDATARA mendesak pemerintah memberikan insentif berupa pengurangan PPN dan pelonggaran bea masuk agar industri dapat bertahan. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Melonjak Tajam

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.